Bintang Untuk Pelangi

Bintang Untuk Pelangi
Episode 21


__ADS_3

Sudah seminggu berlalu, Pelangi juga sudah mencari informasi di kemahasiswaan tentang Bintang. Namun di universitas dan fakultasnya sama sekali tidak ada nama Bintang dengan orang yang dimaksud oleh Pelangi.


Pelangi juga mencari di sosial media dengan nama Bintang, namun tidak ada satu pun foto yang menunjukkan dia adalah Bintang yang Pelangi cari.


Pelangi mulai bingung dan merasa aneh, kini Pelangi sadar sepertinya nama Bintang bukan nama aslinya. Bagaimana mungkin Pelangi dapat menemukannya, sedangkan nama asli dari Bintang adalah Damarlangit.


Sudah seminggu Pelangi menunggu kedatangan Bintang, sudah seminggu juga Pelangi bertanya-tanya kenapa Bintang tidak mengatakan nama aslinya kepada Pelangi. Kenapa dia harus menggunakan nama samaran yaitu "Bintang".


Kini perasaan Pelangi sangat campur aduk, Pelangi kesal sekaligus rindu. Bahkan Pelangi sudah minta tolong kepada pihak cafe untuk memberitahukan informasi mengenai data pribadi Bintang. Namun karena Bintang sendiri tidak ada, jadi mereka tidak bisa dengan sembarang memberi alamat atau data lengkap dari karyawan mereka ke karyawan lain. Begitulah peraturan di cafe tersebut.


Data diri beserta alamat akan diberitahu jika pihak cafe juga sudah meminta izin kepada pihak yang bersangkutan. Pihak cafe juga sudah bolak balik mengirim pesan, berusaha menelepon bahkan lewat email pesan juga sudah di kirim. Namun tidak ada jawaban apapun dari Bintang yang memiliki nama asli Damarlangit.


Karena sudah terlalu lama tanpa kabar, pihak cafe dengan berat hati memecat Bintang dengan tidak memberi gajinya. Namun Bintang akan diterima kembali jika dia datang kembali itulah pesan atasan mereka.


Pelangi hanya bisa menunggu sambil berdoa, semoga tidak ada kejadian apapun yang menimpa Bintang. Pelangi menjalani hari-harinya seperti biasa, kerja dengan termenung, di kampus selalu menyendiri kembali duduk di bawah pohon. Pelangi sangat merindukan Bintang, hingga pada akhirnya Pelangi memutuskan untuk terus menulis setiap perasaan yang dia rasakan untuk Bintang saat selesai kuliah, di bawah pohon rindang dekat danau tempat biasa dia duduk.

__ADS_1


Hari ini untuk pertama kalinya Pelangi menuliskan perasaannya di buku diarinya.


"Apa kabar kamu, kenapa kamu menghilang begitu saja. Kamu berhasil mengisi hariku tapi kamu juga yang membuatku kembali merasa sepi. Aku ingin menyesali pertemuan kita, tapi aku juga ingin mengingat setiap waktu yang pernah aku lalui bersamamu. Aku ingin membencimu, tapi aku juga ingin menyukaimu lebih dari saat ini. Aku ingin membentakmu, tapi aku juga ingin memelukmu. Pelik hati ini, tapi aku menikmatinya."


Walaupun singkat yang bisa dituliskan Pelangi, tapi di dalam hatinya ada rasa puas yang tertahan lama namun terasa lepas. Walaupun berat namun hari ini Pelangi berhasil melegakan hatinya dan tersenyum sembari memikirkan Bintang.


...----------------...


Seperti biasanya Pelangi bekerja dan pulang malam, begitu hampir sampai di rumahnya Pelangi melihat seseorang berdiri di depan pintu rumahnya sambil menunduk. Dari jauh Pelangi melihat seperti mengenali sosok itu, semakin dekat Pelangi pun menyadari ya benar, itu Bintang.


"Kamu kemana aja sih, kenapa baru muncul sekarang, kenapa tidak mengabari aku lewat pesan atau telepon, kenapa gak kirimin aku chatting atau apapun itu. Kamu bukan Bintang kan, aku mencari kamu di catatan di kampus kamu tidak ada, data kamu tidak ada. Sebenarnya kamu siapa sih, kenapa kamu sembunyikan identitas asli kamu padaku??" Ucap Pelangi tanpa henti.


Namun saat Pelangi terus bicara gak jelas seperti itu, Bintang yang di hadapannya hanya tersenyum sambil melihat Pelangi. Pelangi mulai menyadari hal aneh dan terdiam sesaat, dia melihat wajah Bintang yang sangat pucat.


"Kamu sakit ya, kok pucat banget. Tangan kamu dingin lagi, masuk yuk sebentar ya." Ucap Pelangi yang langsung melepas tangan Bintang dan membuka pintu rumahnya.

__ADS_1


Pelangi menyuruh Bintang masuk, namun Bintang yang di hadapannya hanya menggelengkan kepala. Karena melihat Bintang yang seperti kedinginan, tanpa pamit kepada Bintang yang di hadapannya Pelangi berlari ke dapur untuk mengambil air hangat. Karena saat itu Pelangi sangat takut Bintang akan pingsan.


Begitu sampai di depan pintu rumahnya kembali, Pelangi tidak melihat Bintang disana. Jantung Pelangi berdetak dengan cepat. Pelangi keluar rumah mencari melihat kesemua arah, Pelangi mencari keberadaan Bintang.


Pelangi kembali masuk ke rumah sambil memegang gelas di tangannya. Pelangi jongkok di depan pintu dan menangis, baru kali ini Pelangi nangis sejadi-jadinya. Pelangi menangis sampai suaranya tidak lagi ada. Dalam hatinya Pelangi bertanya dan berkata.


"Apa aku sudah berhalusinasi, jika itu benar Bintang pasti dia tidak seperti ini. Ya Tuhan sepertinya aku mulai gila, aku merindukannya Tuhan. Kenapa Tuhan tega buat aku jadi seperti ini setelah semua masa sulit yang ku coba lalui sejak aku lahir. Aku ingin kembali padaMu saja, Engkau tidak merestui jadi aku harus bagaimana Tuhan di dunia ini. Aku ingin bahagia hidup di dunia jika Engkau tidak mengizinkanku kembali kepadaMu." Rintih Pelangi.


Pelangi menangis sampai gelas di tangannya jatuh dan air di dalam gelas tersebut tumpah menggenang di lantai. Pelangi berdiri, mengunci pintu rumahnya, memberi makan kitty sambil terus menangis.


Pelangi memutuskan langsung tidur malam itu, tanpa lama Pelangi tertidur dalam tangisannya malam itu. Pelangi kelelahan dengan semua yang terjadi di hidupnya.


Bintang, sampai saat ini belum juga sadarkan diri dari komanya. Walaupun sudah melewati masa kritis namun Bintang belum dinyatakan akan sadar secepatnya.


Apakah yang sudah di lihat Pelangi?? halusinasi ataukah roh Bintang yang memang ingin menemui Pelangi??

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2