
Pelangi sadar dia dalam pelukan dokter Okky langsung menarik dirinya karena merasa malu.
"Maafin saya dok, maafin saya terbawa suasana." Ucap Pelangi.
"Ya Tuhan kan kita udah sepakat tadi cerita sebagai teman. Kok bilang gitu sih kamu." Jawab Okky.
"Iya Ky, sorry soalnya baju kamu jadi basah." Ucap Pelangi kembali.
"Kamu gak cuma satu kan, fiks deh kamu sebenarnya dua orang bukan satu." Ucap Okky.
Sambil menghapus air matanya Pelangi menatap ke arah Okky dengan tatapan aneh.
"Kamu yang bilang gitu kok aku jadi merinding sih." Ucap Pelangi.
"Habisnya kamu cepat banget berubahnya, kayak ada tombol on off tau gak." Ucap Okky dengan menyatukan alisnya.
Melihat dokter Okky yang seperti itu membuat Pelangi tertawa.
"Kamu pikir aku robot apa, alis kamu tuh kondisikan kek." Ucap Pelangi sambil tertawa dan menghapus air mata dari wajahnya yang sembab.
"Hah tuh kan bisa-bisanya habis nangis ketawa. Seharusnya sekarang aku yang merinding Pelangi bukan kamu." Jawab Okky.
Bukannya heran Pelangi malah kembali tertawa melihat ekspresi dokter Okky. Melihat Pelangi tertawa untuk pertama kalinya melegakan hati dokter Okky. Sepertinya yang di butuhkan Pelangi hanya teman curhat dan teman menangis.
"Jadi kita mau disini terus nih dok, kan sebentar lagi malam loh." Ucap Pelangi.
"Ya sudah ayo kita cari tempat makan dulu, kamu lapar kan." Ucap Okky.
"Tidak terlalu kok." Jawab Pelangi.
Tak lama setelahnya perut Pelangi pun berbunyi.
Krukk Krukk.
"Perkataan dan perut kamu ternyata tidak sejalan. Lain kali briefing dulu salah satunya biar sejalan, oke." Ucap Okky.
Pelangi hanya tersenyum dengan wajah yang luamayan memerah karena malu perutnya berbunyi.
"Kamu mau makan apa??" tanya Okky.
"Kalau kamu mau makan apa??" tanya Pelangi kembali.
"Kok kamu malah nanya balik, kok gal bilang terserah gitu." Ucap Okky.
"Maksudnya gimana??" tanya Pelangi yang memang gak ngerti apa maksud Okky.
"Biasanya kan kalau di tanya mau makan apa, jawabnya terserah bukan nanya balik. Jadi kamu kok nanya balik??" tanya Okky.
"Karena aku pengen makan sate, tapi aku gak enak kalau gak tanya kamu dulu nanti aku suka sate kamunya enggak." Jawab Pelangi dengan polos.
__ADS_1
Okky langsung melirik ke arah gadis itu dan tersenyum.
"Kok malah senyum ??" tanya Pelangi yang bingung.
"Soalnya kamu anaknya jujur aku suka." Jawab Okky spontan.
"Berarti kamu orangnya gak jujur ya." Ucap Pelangi.
"Ya sudah kalau gitu kita makan sate." Ucap Okky.
"Bagus deh kalau gitu." Jawab Pelangi sambil melihat ke trotoar jalan melihat tukang sate yang ada di pinggir jalan.
Di jalan itu memang banyak tukang sate, mereka singgah di salah satu warung sate yang memang cukup ramai. Mereka makan malam berdua disana.
Saat makan Pelangi hanya diam, karena memang ini pertama kalinya dia begitu lama bersama Okky. Membuat Pelangi sedikit canggung, karena Pelangi sadar kalau dia adalah pasien yang sedang di rawat dokter Okky.
Setelah selesai makan, mereka kembali melanjutkan perjalanan menuju rumah Pelangi. Di perjalanan Okky mencoba lebih akrab lagi dengan Pelangi yang memang lebih banyak diam saat bersamanya.
"Pelangi kamu suka nonton film atau pergi liburan ke alam??" tanya Okky.
"Saya lebih suka liburan ke alam. Kalau kamu??" tanya Pelangi.
"Sama, saya lebih suka ke alam. Kamu sudah pernah mendaki belum??" tanya Okky.
"Belum." Jawab Pelangi.
"Mau mendaki bersamaku??" Okky menawarkan.
"Bolehlah.." Jawab Okky.
"Kalau begitu aku mau mendaki." Jawab Pelangi dengan wajah tersenyum.
"Oke, mulai senin kamu harus ikut aku olahraga dulu selama seminggu ya kita joging." Ucap Okky.
"Kenapa begitu??" tanya Pelangi.
"Sudah pokoknya ikuti aja arahanku, akhir bulan soalnya aku mau pergi mendaki dengan komunitas ku. Kalau kamu mau ikut kamu akan aku bawa, tapi jangan lupa izin dulu ke ayah kamu." Ucap Okky.
"Baiklah kalau begitu." Jawab Pelangi.
Karena memang mereka sudah sampai rumah, Pelangi berpamitan dengan Okky dan langsung turun masuk ke dalam rumah.
Pelangi langsung mandi dan istirahat di rumahnya, karena memang besok dia harus ke panti lagi untuk membantu disana.
...----------------...
Begitu bangun dari tempat tidur, Pelangi keluar kamar di sambut oleh ayah dan ibunya.
"Semalam kusut amat langsung tidur, sekarang kayaknya udah segar ya kamu. Gimana tidurnya nak nyenyak??" Ucap ibu Mira.
__ADS_1
"Nyenyak buk." Jawab Pelangi sambil tersenyum.
"Ibu sudah masak??" tanya Pelangi.
"Sudah nak, kenapa??" tanya bu Mira.
"Gakpapa bu, biar Pelangi bantuin kalau ibu belum masak." Ucap Pelangi.
"Ndak usah nak, kamu masaknya nanti ya kalau sudah punya suami sekarang nikmati aja masa gadismu." Ucap bu Mira.
Pelangi hanya tersenyum ke arah bu Mira.
"Kamu ndak sarapan?? bentar lagi di jemput loh sama dokter Okky." Bu Mira mengingatkan.
"Iya bu ini mau makan." Jawab Pelangi sambil mengambil piringnya.
Saat Pelangi duduk di meja makan, bu Mira pun ikut duduk di meja makan menemaninya makan. Pelangi kaget namun jantungnya terasa deqdeqan, ini pertama kalinya dia makan di temani orang lain.
Perasaan bahagia bercampur dengan tidak menyangka kini menyelimuti hati Pelangi.
"Nak gak ada yang mau kamu ceritakan ke ibu, gimana kemaren kerja di pantinya??" tanya bu Mira.
Sambil makan Pelangi mencoba menceritakan kejadian kemarin dengan bu Mira. Walaupun Pelangi takut kecewa lagi, tapi Pelangi kali ini mencoba percaya dan membangun hubungan baru dengan keluarga baru dan orang-orang di sekelilingnya.
Pelangi ingin hidup normal dan bahagia sekali saja dalam hidupnya, Pelangi merasa ini adalah doa dari Bintang untuknya. Karena memikirkan Bintang yang ingin Pelangi hidup bahagia, Pelangi mencoba membuka diri kepada orang di sekitarnya yang di mulai dari ibu dan ayahnya yang kini menerimanya di rumah mereka.
"Ada bu, kemarin ada kejadian yang mengejutkan. Pelangi salah panggil nama untuk seorang anak, dia jadi marah banget sama Pelangi dan teriak histeris. Namun ternyata dia seperti itu karena masa lalunya yang memiliki dua nama. Nama wanita dan pria, dia anak lelaki tapi ibunya mau dia jadi anak perempuan. Itu yang membuatnya jadi sakit mental bu." Jawab Pelangi.
"Jadi kamu gak kenapa-kenapa kan nak??" tanya Bu Mira dengan panik.
Saat mendengar itu, Pelangi terharu air matanya pun jatuh tanpa memberikan aba-aba.
"Loh nak, kenapa nangis?? kamu disakiti kemaren sama anak itu, ada yang luka kah??" tanya bu Mira semakin panik.
Pelangi menggelengkan kepalanya, Pelangi meletakkan sendoknya dan menutup wajahnya.
"Maafin Pelangi ya bu, Pelangi minta maaf." Ucap Pelangi sambil menangis.
Mendengar putrinya menangis ayah Pelangi langsung pergi ke dapur.
"Kenapa bu ada apa??" tanya ayah Pelangi.
"Ini loh pak gak tau ibu, tiba-tiba nangis minta maaf segala." Jawab bu Mira.
Bu Mira langsung memeluk Pelangi menenangkannya. Pelangi merasa dia adalah orang yang buruk sekarang, dengan mudahnya dulu dia berprasangka karena trauma akan ibunya kandungannya sendiri.
Ternyata ibu tirinya, adalah ibu yang sangat baik dan lembut. Namun entah mengapa dulu dia merasa bahwa ibu tiri lebih kejam dari ibu kandungnya. Memori akan tinggal di rumah ayahnya hilang, Pelangi hanya menebak dan masih merasakan dendam kepada ibu kandungnya.
Sehingga memori akan ibu tirinya yang ternyata baik dia samakan dengan ibu kandungnya yang kejam, kini Pelangi merasa sangat buruk dan menyesal.
__ADS_1
Bersambung...