Bintang Untuk Pelangi

Bintang Untuk Pelangi
Episode 67


__ADS_3

Panti masih dalam keadaan berduka, jadi kegiatan belum di laksanakan kembali di panti. Para pengurus panti juga meliburkan Pelangi karena tau Okky dalam keadaan sakit, Bu Ida tidak ingin Pelangi juga kelelahan jatuh sakit saat bekerja di panti, Bu Ida juga khawatir akan menular ke anak-anak lainnya.


Setiap ada yang sakit Bu Ida selalu meliburkan pengurus agar anak-anak lainnya tidak terkena virus atau tertular penyakit dari para pekerja yang sakit.


Enam jam sebelum acara makan malam bersama Okky. Setelah Okky pulang, Pelangi membantu ibunya memasak, mencuci dan membersihkan rumah. Pelangi bersama Shiren membersihkan seluruh rumah sambil bernyanyi bersama, bercanda bersama. Alhasil dari jam sepuluh pagi mereka menyelesaikan pekerjaan mereka di jam satu siang.


Setelah bebersih mereka makan siang bersama, karena keduanya kelelahan selesai makan, jam setengah dua siang Pelangi dan Shiren tidur di kamar bersama.


Mereka tidur siang bersama dengan sangat pulas, hingga dalam tidurnya Pelangi bermimpi. Pelangi memimpikan seseorang yang sangat dia rindukan. Ya benar, Bintang datang dalam mimpi Pelangi.


Dalam mimpi Pelangi siang itu, Pelangi berada di hamparan padang rumput dengan bunga-bunga yang indah. Disana Pelangi berdiri seorang diri mengamati tempat yang dia rasa asing, tak lama dia mengamati tempat itu sosok lelaki datang dari kejauhan. Berjalan dengan perlahan mendekatinya, sosok itu memakai baju putih dan celana putih, sosoknya yang tinggi, kulit yang cerah, baju serba putih membuat sosok itu seolah bercahaya.


Sampai akhirnya sosok lelaki itu terlihat jelas dalam pandangan Pelangi, begitu Pelangi sadar sosok yang di hadapannya adalah seseorang yang sangat dia rindukan. Tanpa sadar Pelangi memeluknya, menangis dalam pelukannya, dengan hangat sosok itu juga memeluk Pelangi dengan erat.


Saat memeluk Pelangi sosok itu berkata, "Pelangiku, berbahagialah dengan orang yang mencintaimu. Terimalah orang baru yang baik dalam hidupmu, aku akan selalu ada di hatimu menemanimu setiap waktu. Aku ingin melihatmu berbahagia dengan kasih dan cinta yang baru, berbahagialah agar aku juga bahagia tinggal di dalammu. Bagiku, kamu tetaplah Pelangiku, berbahagialah demi dirimu dan diriku."


Setelah mengatakan itu sosok itu pun menghilang seperti cahaya. Pelangi hanya bisa menangis tak berdaya melepas kepergiannya. Namun saat itu, hati Pelangi menjadi jauh lebih tenang dan damai melepaskan kepergian Bintangnya dengan mendengar pesan dari Bintangnya untuknya.


Pelangi terbangun dari tidurnya dengan air mata yang sudah mengalir di pipinya. Pelangi bangkit untuk duduk, Pelangi melihat Shiren masih tertidur di sampingnya. Karena takut membangunkan Shiren karena isak tangisnya, Pelangi memutuskan untuk mandi.


Di kamar mandi sambil menahan tangisannya air mata Pelangi terus mengalir. Pelangi mencoba menenangkan diri dan mengatur nafasnya. Setelah selesai mandi, Pelangi merasa jauh lebih baik.


Saat duduk di meja riasnya, ponselnya pun berdering. Pelangi mengambil ponsel yang terletak di meja dekat kasurnya, melihat jam yang ternyata sudah pukul setengah enam sore. Melihat nama panggilan itu, dengan cepat Pelangi menjawab panggilannya.


"Halo Ky, kenapa, kamu sakit lagi??" tanya Pelangi kembali.


"Enggak rainbow cuma aku sedikit pusing lupa beli obat. Tapi jangan sekarang ya, teman cowokku lagi di rumah jenguk aku. Kamu datang jam tujuh aja ya sekalian bawa obatnya, aku minta tolong." Ucap Okky.


"Baik Ky, nanti kalau aku otw aku bilang ya ke kamu. Aku bersiap dulu kalau gitu." Jawab Pelangi.


Setelah bersiap Pelangi berpamitan dengan ayah dan ibunya. Pelangi memberi salam kepada ayah dan ibunya sebelum pergi.

__ADS_1


"Mau kemana nak??" tanya sang ibu.


"Mau ke rumah Okky bu antar obat, katanya dia pusing tiba-tiba tadi." Jawab Pelangi.


"Biar ayah saja yang antar, ayo naik mobil bareng ayah." Ucap ayah Pelangi yang langsung berdiri mengambil kunci mobilnya.


Tanpa banyak bertanya dan tanpa membantah karena terburu-buru Pelangi menerima tawaran ayahnya untuk mengantarnya.


...****************...


Begitu sampai di rumah Okky, Pelangi berpamitan dengan ayahnya dan langsung turun dari mobil. Sebenarnya Pelangi sedikit panik Okky meminta hal seperti itu, karena dia sangat mengenali sosok Okky. Okky tidak akan merepotkan orang lain jika tidak darurat.


Begitu sampai di depan rumahnya Pelangi langsung menekan bel rumah Okky. Tak lama Okky membukakan pintu, namun aneh dan membuat Pelangi kaget karena Okky mau menutup mata Pelangi.


Pelangi yang bingung langsung menahan tangan Okky dan bertanya, "untuk apa Ky, mataku di tutup begini??".


"Aku ada surprise untuk kamu, pokoknya nurut aja kali ini." Jawab Okky.


Pelangi yang kebingungan namun tidak bisa melawan Okky akhirnya menuruti permintaan Okky dengan menutup matanya.


"Kamu itu ya khawatirnya tingkat dewa. Semua di khawatirkan, heran deh." Gerutu Okky.


"Biarin.."Jawab Pelangi.


Okky pun menuntun Pelangi sampai di awal dekorasi. Okky membuka penutup mata Pelangi dengan perlahan. Dengan perlahan pandnagan Pelangi kembali normal, begitu melihat hidangan dan dekorasi Pelangi malah tersenyum ke arah Okky.


"Apa nih maksudnya Ky??" tanya Pelangi penuh dengan senyuman.


"Makan malam barenglah, buruan sana duduk." Jawab Okky.


Okky menarik kursi untuk Pelangi dan mempersilahkan Pelangi untuk duduk. Kini Okky pun duduk di hadapan Pelangi.

__ADS_1


"Tumben banget kamu bisa sweet gini." Goda Pelangi.


"Selamat menikmati nona Pelangi, semoga makanannya kamu suka ya." Ucap Okky.


Pelangi yang tadinya kesal kini melupakan kekesalannya pada Okky, sembari makan mereka mengobrol.


"Kamu bohongi aku kan soal pusing tadi." Ucap Pelangi melirik Okky dengan sinis.


"Maaf ya rainbow, abisnya kalau gak begitu kamu mana mau makan malam hari ini padahal keadaanku sudah membaik. Aku gak bisa membatalkan janji yang sudah ku buat kalau gak darurat. Sekali lagi maaf ya udah buat kamu jadi kepikiran ya tadi." Jawab Okky mencoba menjelaskan sebaik mungkin.


"Enggak kok Ky, gakpapa. By the way, ini makanannya kamu pesan dimana??" tanya Pelangi.


"Aku gak pesan, aku maska tadi khusus untuk kamu aku masakin." Ucap Okky.


"Serius Ky, sumpah ini enak banget. Kamu bisa buka restoran kalau begini." Ucap Pelangi kagum akan masakan Okky.


Okky tersenyum lega melihat Pelangi yang suka dengan masakannya. Mereka pun mengobrol dan bercanda ringan bersama, mereka sangat menikmati waktu mereka malam ini.


Akankah kali ini kebahagiaan Pelangi dapat bertahan lama??


Bersambung...


Terimakasih untuk semua teman-teman yang sudah membaca cerita saya. Dukung cerita saya dengan :


*Like


*Komen


*Vote


*Tambahkan favorit

__ADS_1


* Kalau teman-teman suka tolong beri hadiah untuk author ya, terimakasih semoga rejeki teman-teman selalu berlimpah.


Love you all ❤️.


__ADS_2