Bintang Untuk Pelangi

Bintang Untuk Pelangi
Episode 39


__ADS_3

Tidak ada yang spesial dengan pekerjaan Pelangi. Namun kini emosional dan mental Pelangi mulai stabil. Pelangi mulai mudah bersosialisasi dengan banyak orang, dokter Okky yang memang selalu mengawasi Pelangi cukup puas dengan perkembangan pesat Pelangi dalam mengolah emosinya.


Tidak di pungkiri Pelangi bisa dengan cepat mengatur emosinya juga karena dukungan penuh yang datang dari keluarganya. Bayang-bayang hitam mengenai keluarga sudah hilang dari pikiran Pelangi.


Pelangi mulai mengisi dirinya dengan cinta dan kasih sayang tanpa prasangka buruk terhadap orang sekelilingnya. Hari ini pekerjaan Pelangi selesai tanpa terasa, Pelangi mulai nyaman dengan lingkungan barunya.


Sampainya di rumah Pelangi di sambut oleh ayahnya.


"Sudah makan belum??" tanya sang ayah.


"Belum yah, kan mau makan bareng ayah dan ibu." Jawab Pelangi.


"Kalau gitu makan malam yuk, ayah lapar nih." Ucap ayah Pelangi.


Mereka berdua pun bergegas menghampiri ibu Mira yang sedang beberes di dapur.


"Nak udah pulang, cepat banget. Gak makan malam bareng Okky??" tanya Ibu.


"Mau makan bareng dengan ibu dan ayah soalnya." Jawab Pelangi sambil tersenyum.


"Yaudah yuk makan dulu kita." Ucap bu Mira sambil menyiapkan makanan untuk suami dan putri tirinya.


Di tengah makan bersama, Pelangi bertanya.


"Yah, Pelangi mau tanya boleh??" tanya Pelangi.


"Boleh dong sayang." Jawab sang ayah.


Bram sudah feeling bahwa Pelangi akan meminta izin padanya untuk pergi mendaki bersama dokter Okky.


"Dokter Okky mau mendaki, Pelangi ingin ikut bersamanya mendaki selama 3 hari. Apakah boleh yah??" tanya Pelangi.


Bram memang sudah memikirkannya dan dia juga mempercayai dokter Okky. Liburan ke alam akan bagus untuk kesembuhan mental Pelangi, agar dia cepat melupakan kesedihan hatinya.


Bram juga berfikir dia harus banyak membuat momen bahagia untuk Pelangi, agar momen buruk Pelangi cepat tergantikan dengan momen-momen indahnya. Itu yang di pikirkan oleh Bram.


"Boleh sayang, tapi kamu harus bisa jaga diri ya. Ayah beri kamu izin karena percaya sama kamu, ayah harap kamu tidak mengecewakan kepercayaan ayah terhadap kamu." Jawab Bram.


"Kalau ibu bagaimana?? boleh gak Pelangi liburan bareng dokter Okky??" tanya Pelangi.


Jelas hal ini membuat bu Mira terkejut, bu Mira tidak berfikir bahwa Pelangi akan melibatkan restunya. Karena memang mereka masih butuh waktu untuk semakin dekat.


"Sama dengan ayah, ibu percaya dengan kamu dan dokter Okky. jadi ibu harap Pelangi tidak mengecewakan kami ya nak." Ucap bu Mira sambil tersenyum.


Mendengar jawaban keduanya Pelangi sangat bahagia karena sudah diizinkan. Mereka pun melanjutkan makan mereka dengan senyuman.


Setelah selesai makan dan bebersih, Pelangi langsung merebahkan tubuhnya ke kasur, mengambil ponselnya dan mengirim pesan kepda dokter Okky.

__ADS_1


"Ky ibu dan ayah izinkan aku pergi mendaki. Jadi kapan kita latihannya??" Ucap Pelangi.


Begitu melihat pesan Pelangi, Okky langsung menghubungi Pelangi.


"Halo, selamat malam rainbow." Ucap Okky.


"Ih apaan sih rainbow-rainbow." Jawab Pelangi merasa aneh.


"Nama kamu siapa??" tanya Okky.


"Pelangi." Jawabnya.


"Bahasa Inggris nya??" tanya Okky kembali.


"Bahasa Inggris apaan??" tanya Pelangi.


"Bahasa Inggrisnya pelangi apa??" tanya Okky.


"Gak tau." Ucap Pelangi sengaja pura-pura gak tau karena tau niat Okky.


"Biar aku kasih tau ya, Pelangi itu bahasa Inggrisnya rainbow. Jadi kamu aku panggil rainbow, gak boleh protes oke." Ucap Okky.


"Terserah deh dok, terserah." Jawab Pelangi.


"Gitu dong rainbow, oia kamu yakin di kasih izin nanti kamu ngarang." Ucap Okky.


"Kalau gak percaya tanya aja sama ayah, kan nomor ponsel ayah juga ada di kamu." Ucap Pelangi.


"Jadi gak mandi gitu??" tanya Pelangi.


"Kita joging di daerah dekat panti, ya mandi di panti kan bisa banyak kamar mandi tau disana." Ucap Okky.


"Baiklah, jadi besok kita sudah pergi jam 7 pagi??" tanya Pelangi menegaskan.


"Iya rainbow, harus berapa kali sih di bilang." Jawab Okky.


"Kalau begitu aku mau tidur deh, besok telat lagi. Selamat malam Ky." Ucap Pelangi.


"Oke, selamat malam Pelangi, mimpi indah ya." Ucap Okky.


"Terimakasih." Jawab Pelangi dan kemudian mematikan teleponnya.


Okky dan Pelangi memang tidak sebaya, mereka beda 4 tahun namun Okky ingin menjalin pertemanan dengan Pelangi agar membuat Pelangi nyaman saat bercerita dengannya. Hal itu yang membuat Pelangi memanggil Okky dengan namanya, karena juga keinginan dari Okky.


Okky tidak mau karena usia mereka, mereka jadi ada jarak sehingga pengobatan Pelangi tidak cukup maksimal dilakukan. Hal itu juga yang membuat Okky benar-benar memperlakukan Pelangi layaknya teman sebayanya.


...----------------...

__ADS_1


Hari ini hari pertama mereka lari pagi, baru satu putaran Pelangi sudah sangat sesak nafas.


"Ky, Ky, aku udahan deh. Mau pingsan nih." Ucap Pelangi.


"Oke deh, hari ini satu putaran dulu." Jawab Okky yang tak tega lihat Pelangi ngos-ngosan.


Mereka istirahat sejenak sebelum mandi di kamar mandi yang ada di panti. Mereka pun berjalan ke kamar mandi khusus staf yang ada di panti.


Betapa terkejutnya Okky di kamar mandi itu tidak ada pintunya, hanya di tutup oleh kain panjang yang tebal.


"Lah ini pintunya kemana ya??" tanya Okky yang terheran-heran.


"Lah kok tanya aku , aku ya gak tau. Gimana ini mandinya??" tanya Pelangi.


Syukurnya di meja ada kain sarung, sepertinya memang ditujukan untuk basahan ketika wanita mandi. Okky langsung mengambilnya dan memberikannya kepada Pelangi.


"Kamu duluan deh mandi, pake ini sebagai basahan aku akan keluar." Ucap Okky.


"Jangan dong, jagain disini kalau ada yang masuk gimana. Inikan gak ada pintunya Ky. Aku gak akan lama kok mandinya." Ucap Pelangi.


"Gakpapa kamu aku nungguin disini??" tanya Okky.


"Aku percaya sama kamu dok, jadi tolong jagain ya." Ucap Pelangi dan kemudian masuk ke kamar mandi.


"Ehem.." Okky berdeham.


Entah mengapa saat itu wajahnya jadi terasa sangat panas mengingat pintu kamar mandi yang tidak ada. Sampai-sampai Okky sama sekali gak berani melirik ke belakang.


Syukurnya Pelangi benar-benar hanya sebentar mandi, namun dia berteriak dari dalam membuat Okky kaget dan bingung.


"Kenapa Pelangi, kenapa??" tanya Okky.


"Handukku dok, ketinggalan di meja itu. Boleh tolong ambilkan gak??" tanya Pelangi.


"Iya, iya sebentar." Ucap Okky yang menggapai handuk yang ada di meja.


Okky berjalan mundur sambil meraba-raba untuk memberikan handuk kepada Pelangi.


"Nih, nih buruan ambil." Ucap Okky.


Pelangi langsung memunculkan kepalanya dari balik pintu kamar mandi yang hanya di tutupi kain. Pelangi mengambil handuk dari tangan Okky yang tanpa sengaja dia sentuh dengan tangannya yang basah dan dingin.


Pelangi tersenyum melihat Okky yang sama sekali tidak berani balik badan, padahal Pelangi mandi menggunakan pakaiannya dengan lengkap. Tadinya Pelangi ingin mengenakan sarung namun Pelangi memilih mengenakan pakaiannya lengkap saat mandi, hanya dalaman yang dia singkirkan agar tidak basah.


Saat terkena tangan Pelangi yang basah dan dingin, entah mengapa Okky jadi merinding dan wajahnya bertambah panas.


"Okky sadar, dia pasien mu jangan aneh-aneh pikiranmu. Aku tau aku lelaki normal tapi tolonglah jangan jadi pria br*n*s*k." Gerutu Okky di dalam hatinya.

__ADS_1


Okky terus mengatur jantungnya, agar wajahnya berhenti terasa panas.


Bersambung..


__ADS_2