Bintang Untuk Pelangi

Bintang Untuk Pelangi
Episode 42


__ADS_3

Akhirnya kepala mereka saling terbentur dan mengubah suasana saat itu yang tadinya cukup menegangkan. Kini mereka saling merintih kesakitan sambil mengusap dahi mereka yang saling terbentur.


"Aduh sakit banget Ky." Ucap Pelangi terus mengusap dahinya.


Okky yang melihat Pelangi kesakitan, langsung menghampiri Pelangi dan mengecek dahi Pelangi. Padahal dia juga merasakan sakit yang sama.


"Coba sebentar aku lihat sini." Ucap Okky sambil mengusap dahi Pelangi yang merah.


"Duh jadi merah lagi, maaf ya rainbow." Ucap Okky terasa sangat tulus.


Pelangi mengamati wajah Okky yang dan dahinya yang juga memerah.


"Padahal dahinya dia juga merah." Batin Pelangi.


"Kamu duduk disini dulu, aku mau ambil kotak obatku dulu ya." Ucap Okky sambil pergi mengambil kotak obatnya.


Begitu sudah menemukannya, Okky langsung mengecek dan mengobati dahi Pelangi yang memang memerah. Okky ingin menempelkan plester di dahi Pelangi, namun Pelangi mencegahnya.


"Tidak usah Ky, pake salep aja udah cukup kok." Ucap Pelangi.


"Baiklah kalau gitu." Jawab Okky.


"Sebentar, sebentar, jangan di simpan dulu." Pinta Pelangi.


Okky menatap wajah Pelangi dengan heran.


"Kamu juga merah tuh dahinya, sini biar aku yang obati gantian." Ucap Pelangi.


"Aku bisa sendiri rainbow." Jawab Okky.


"Aku juga tadi bisa sendiri, tapi gak enak mau nolak kamu." Ucap Pelangi.


"Baiklah, baiklah, silahkan obati dokter rainbow." Ucap Okky.


"Gitu dong." Jawab Pelangi sambil mengoleskan obat ke dahi Okky.


Okky menatap Pelangi yang sedang mengoleskan obat untuknya, karena sadar sedang di tatap Okky spontan Pelangi juga melihat ke Okky dan menatap matanya.


Mata mereka bertemu, Pelangi berhenti sejenak mengolesi obat Okky di tengah lamunannya menatap Okky. Spontan Pelangi menekan dahi Okky yang sedang di olesinya obat, karena Pelangi bingung harus apa dengan keadaan mereka yang mulai canggung.


"Aduh, aw, sakit rainbow." Okky meringis kesakitan.

__ADS_1


Pelangi menyelesaikan pengobatannya dan menepuk pundak Okky sambil mau berjalan ke luar kamar Okky.


"Udah buruan, aku belum packing Ky." Ucap Pelangi.


"Iya, iya." Ucap Okky sambil melanjutkan beberes di kamarnya.


Pelangi duduk di ruang tengah Okky sambil memegang dadanya.


"Kok tiba-tiba dia jadi ganteng banget sih." Batin Pelangi.


Pelangi dapat merasakan detak jantungnya yang tidak normal mengingat kembali wajah Okky.


Setelah selesai beberes, Okky menghampiri Pelangi dan mengajaknya untuk ke rumahnya.


"Yuk aku udah beres nih." Ucap Okky.


Pelangi pun menerima ajakan Okky, mereka pergi menuju rumah Pelangi. Diperjalanan mereka hanya saling diam, syukurnya rumah Pelangi hanya berjarak 20 menit dari rumah Okky jadi kecanggungan mereka tidak terasa terlalu lama.


Sampainya di rumah Pelangi, Pelangi langsung masuk setelah memberi salam kepada ibu dan ayahnya. Namun Okky duduk di teras bersama ayah Pelangi sambil menunggu Pelangi bersiap membereskan barang-barangnya.


Di dalam rumah Pelangi beberes pakaiannya sembari di temani ibu mengobrol.


"Iya bu, teman dokter Okky tadi yang kabarin."


"Tadi kemana aja sama dokter Okky kok lama banget pulangnya nak??".


"Tadi dokter Okky bu tiba-tiba ajak Pelangi cek kesehatan lengkap, dia mau pastikan Pelangi benar-benar sehat sebelum mendaki bersamanya."


"Dokter Okky perhatian banget ya nak, dia udah punya pacar??"


"Kok ibu nanya gitu??"


"Mana tau bisa sama kamu, kayaknya dia orang yang sangat baik nak."


"Ibu, dia seperti itu karena Pelangi sekarang adalah pasiennya. Sepertinya dokter Okky sudah punya calon istri, mana mungkin dia tidak memiliki calon sementara dia sudah punya rumah sendiri bu."


"Iya ya nak. Sayang, kamu hanya pasiennya bukan jodohnya." Ucap bu Mira sambil tersenyum.


"Ibu ini ada-ada aja deh." Pelangi membalas senyuman ibu.


Sedangkan di luar dokter Okky dan pak Bram juga sedang mengobrol. Membuka obrolan, Okky menyodorkan satu surat kepada ayah Pelangi.

__ADS_1


"Apa ini Ky??"


"Itu pak hasil kesehatan Pelangi, saya mau bapak tau agar tidak khawatir dengan Pelangi saat mendaki bersama saya. Karena saya sudah memastikan semuanya aman untuk Pelangi."


"Oalah Ky, bapak percaya sama kamu. Gak musti kamu begini, bapak udah percaya banget sama kamu."


"Terimakasih untuk kepercayaan bapak. Maaf ya pak ini terkesan tiba-tiba, padahal saya bilang kemaren berangkatnya besok pagi."


"Santai Ky, bapak juga pernah muda kok Ky. Bapak ngerti, lagian kalau besok kalian mulai mendaki itu lebih baik pagi-pagi. Kalau besok kalian berangkat pasti kalian akan mendaki siang atau sore."


"Iya sih pak, itu yang kami pikirkan jadi merubah waktunya."


"Iya Ky, bapak ngerti kok."


"Terimakasih pak." Okky tersenyum.


Di tengah obrolan mereka ibu Mira meminta mereka masuk untuk makan sebelum Pelangi dan Okky berangkat. Setelah selesai makan, mereka langsung pamit pergi dengan ayah dan ibu Pelangi.


...----------------...


1 jam perjalanan mereka, akhirnya Pelangi dan Okky sampai di titik pertama mereka berkumpul untuk mendaki besok. Disana 3 teman Okky sudah menunggu, tadinya ada 3 wanita di hitung bersama Pelangi. Namun yang ada saat ini hanya satu wanita teman Okky dan Pelangi, jadi mereka hanya berdua perempuan.


"Loh Anisa mana??" tanya Okky.


"Gak bisa Ky, tiba-tiba ada kerjaan gak bisa di tinggal." Jawab Gea teman wanita Okky.


"Udahlah Ky, kita-kita aja. Lagian pas nih kita gak ganjil sama satu tour gait besok." Ucap Andre salah satu teman Okky.


"Oke deh kalau gitu. Yaudah yuk istirahat biar besok fit tubuhnya." Ucap Okky.


Mereka semua memutuskan untuk tidur di basecamp tempat pendaki menunggu untuk melakukan pendakian. Pelangi tidur di apit oleh Gea teman wanita Okky di sebelah kirinya dan Okky di sebelah kanannya namun tidur memunggunginya.


Disini Okky memang mengambil jatah cutinya di rumah sakit, karena itu dia bisa mendaki. Karena pasien jiwa juga tidak sebanyak pasien umum.


Malam itu udara yang cukup dingin membuat Pelangi langsung mengantuk. Pelangi langsung tidur dengan nyenyak begitu meletakkan badannya di matras yang tidak terlalu empuk namun hangat.


Mereka semua tertidur dengan pulas malam sebelum mendaki, karena besok mereka membutuhkan tenaga super untuk bisa sampai ke puncak.


Bersambung..


Maaf ya teman-teman aku telat Upload, terimakasih untuk semua teman-teman yang mau menunggu. Semoga ceritaku dapat mengisi waktu luang teman-teman.

__ADS_1


__ADS_2