
Mereka sangat menikmati sate malam itu, namun entah mengapa malam itu Okky ingin singgah ke rumah Pelangi. Okky membungkus dua sate untuk ayah dan ibu Pelangi.
"Untuk siapa itu Ky???" tanya Pelangi yang melihat Okky memesan dua bungkus sate lagi.
"Untuk ibu dan ayah kamu, aku pengen ngobrol-ngobrol sama ayah kamu sebentar nanti." Ucap Okky.
"Gak enak ya kemaren nolak ayah.."
"Sedikit.." Okky tersenyum.
Setelahnya mereka masuk ke mobil, menuju rumah Pelangi. Sampai di rumah Pelangi mereka tepat pukul delapan malam, namun dari mobil Okky dan Pelangi melihat di rumah mereka ada satu mobil yang parkir.
Pelangi menatap mobil itu sedikit lebih lama, mengingat apakah ada keluarga dari pihak ayah atau mamanya dulu yang datang ke rumahnya. Namun Pelangi berfikir kembali mana mungkin keluarga mamanya datang ke rumah ayahnya yang sekarang.
"Ada tamu ya rainbow??" tanya Okky.
"Gatau Ky, kita kan sama-sama baru sampe ke rumah." Jawab Pelangi.
"Iya sih, tapikan siapa tau kamu kenal sama mobilnya. Makanya aku tanya."
"Aku baru-baru aja tinggal sama ayah, jadi aku gak terlalu kenal keluarga Ky.."
Setelah sedikit berdebat mereka turun dari mobil. Okky tetap membawakan sate yang dia bungkus tadi untuk ayah dan ibu Pelangi. Begitu masuk Okky dan Pelangi di sambut ayah Pelangi.
Okky memberi salam kepada ayah dan ibu Pelangi. Pelangi juga memberi salam kepada ayah dan ibunya. Sebelum masuk ke rumah Pelangi pun bertanya kepada ayah mobil siapa yang di depan. Karena begitu masuk rumah, ternyata di ruang tengah tidak ada siapapun.
Yang awalnya Pelangi mengira bahwa ada keluarga dari pihak ayah atau ibu tirinya yang sedang berkunjung ke rumah mereka.
"Mobil siapa itu yah??" tanya Pelangi.
__ADS_1
"Mas dan adek kamu pulang tuh.." Jawab Bram.
"Mas?? adek??" tanya Pelangi heran.
Tiba-tiba ada seseorang yang menjawab dengan suara berat, membuat Pelangi kaget dan menoleh ke arah sumber suara.
"Gak ingat ya sama masnya, padahal waktu kecil tinggal disini sering loh mas ajak ngobrol. Kalau kamu gak ingat sama Shiren mas maklum karena waktu itu Shiren tinggal bareng nenek. Tapi masa sama mas mu gak ingat sih Pelangi."
Pelangi menatap ke arah seseorang itu dan berusaha mengingat siapa sosok di depannya. Akhirnya Pelangi menyerah dan meminta maaf, dalam pikiran Pelangi dia hanya memiliki adik tiri dia sama sekali tidak tau dia juga memiliki abang tiri.
"Udah jangan goda adek mu terus, gimana dia mau kenal kamu. Kamu aja baru pulang merantau, dia cuma kenal sama Shiren kamu itu buat adek mu bingung aja." Ucap ayah.
Lelaki itu pun tertawa menghampiriku. Aku sedikit lega karena ternyata memang kami belum pernah bertemu sebelumnya. Awalnya aku pikir aku melewatkan kembali memori masa kecilku.
"Hai Pelangi mas banyak dengar tentang kamu dari Ibu, panggil aja mas Ibnu. Mas anak pertama ibu dari pernikahan ibu yang pertama, mas kerja di luar kota jadi jarang pulang. Salam kenal ya, kita akur-akur ya. Ini pacar kamu??" Ucap mas Ibnu.
Pelangi menyambut tangan mas Ibnu dan memberi salam padanya. Begitu juga dengan Okky yang memberi salam kepada mas Ibnu.
Mereka pun akhirnya saling berkenalan, karena Ibu, ayah, mas Ibnu dan Shiren belum ada yang makan malam. Jadi mereka pun memutuskan untuk ikut makan malam lagi malam itu.
Sate yang di bawa Okky jadi di bagi-bagi untuk makan bersama. Walaupun hanya kuahnya saja yang di bagikan untuk makan bersama. Mereka makan sambil mengobrol malam itu.
Setelah selesai makan malam bersama Okky, mas Ibnu dan Bram ayah Pelangi. Mereka duduk bersama di ruang tengah, sementara Pelangi, Shiren dan ibu Mira beberes di dapur.
Lumayan lama suasana di dapur hening, sampai akhirnya Pelangi membuka pembicaraan.
"Hai Shiren lama gak bertemu." Ucap Pelangi.
"Hai kak, apa sekarang aku sudah boleh bicara dengan kakak??" sahut Shiren antusias.
__ADS_1
"Boleh dong, kenapa bertanya gitu??" tanya Pelangi yang heran dengan ucapan Shiren.
"Dulu ibu bilang, kakak sakit jadi tidak mau bicara." Jawab Shiren dengan polosnya. Padahal kini dia sudah tamat SMA, namun masih sangat polos.
Pelangi tertawa kecil mendengar ucapan Shiren, Pelangi pun menjelaskan kepada Shiren mengapa dia dulu seperti itu. Akhirnya mereka bertiga di dapur sambil bercerita tentang masa lalu.
Pelangi berbagi cerita mengenai pengalamannya dengan Shiren sampai akhirnya Shiren minta untuk tidur bersama Pelangi.
Pelangi tidak menyangka dia sekarang memiliki keluarga yang sangat baik padanya. Selama ini entah apa yang merasuki pikirannya sehingga membuatnya jauh dari keluarganya.
Syukurnya semua tidak terlambat, walaupun ibu kandung Pelangi tidak bersama dengannya sekarang yang membuat hatinya pilu. Namun di tengah-tengah kesedihannya ada keluarga baru yang menerimanya, menyayanginya dan mengasihinya.
Kini Pelangi merasa punya keluarga yang lengkap, Pelangi berharap kebahagiaannya kali ini tidak akan pernah sirna lagi dari hidupnya. Pelangi sangat bersyukur dia bisa hidup kembali untuk menikmati kebahagiannya hari ini.
Setiap Pelangi merasa bahagia, dia selalu mengucapkan terimakasih kepada Bintang dan Okky yang mendatangkan kebahagiaan baru di hidupnya.
Bersambung..
Terimakasih untuk semua teman-teman yang sudah membaca cerita saya. Dukung cerita saya dengan :
*Like
*Komen
*Vote
*Tambahkan favorit
* Kalau teman-teman suka tolong beri hadiah untuk author ya, terimakasih semoga rejeki teman-teman selalu berlimpah.
__ADS_1
Love you all ❤️.