
Akhirnya anak bu RT pun datang ke rumah Pelangi, setelah Pelangi dan Bintang menunggu cukup lama. Dimas dan Ayu langsung tersenyum ke arah Bintang memberi salam.
"Maaf ya kakak jadi ngerepotin kalian." Ucap Pelangi.
"Gakpapa kakak, lagian tidak baik juga kalau kami membiarkan kakak berdua dengan kakak ini. Yang ada nanti kami di marahin oleh Pak Ilham padahal Ibu sudah berjanji menjaga kakak." Ucap Ayu.
"Terimakasih Ayu." Ucap Pelangi.
"Sama-sama kak.." Jawab Ayu.
Pak Ilham adalah ayah kandung dari Pelangi, yang sekarang tinggal tidak terlalu jauh dari rumah nenek yang tinggali Pelangi. Hanya membutuhkan waktu 1 jam untuk sampai ke rumah ayah kandung Pelangi.
Pelangi tidak tinggal dengan ayah kandungnya, karena ayah Pelangi sudah memiliki keluarga baru setelah bercerai dengan ibunya. Bahkan Pelangi memiliki 3 adik tiri, namun Pelangi menutup diri dengan mereka. Pelangi merasa takut jika hidup dalam sebuah keluarga akibat trauma di masa kecilnya.
Padahal ibu tiri Pelangi yang sekarang sangatlah baik, namun tidak dapat juga menyelami bahkan memenangkan hati Pelangi. Entah bagaimana cara Bintang, tapi dia berhasil membuka hati Pelangi.
Karena sudah larut malam, dan ditambah hujan yang semakin deras. Mereka memutuskan untuk langsung masuk ke kar masing-masing untuk istirahat.
Saat hendak pergi ke kamar, tiba-tiba listrik di rumah itu padam. Alhasil sangat gelap, mereka pun kembali duduk di sofa ruang tengah Pelangi.
"Bagaimana ini mati listrik gelap sekali, kamu ada lilin??" tanya Bintang.
"Ada tapi cuma satu.." Jawab Pelangi.
"Kok bisa cuma satu??" tanya Bintang.
"Iyalah cuma satu, aku tinggal sendiri disini, kalau mati listrik seperti ini aku hanya membutuhkan satu lilin." Jawab Pelangi.
"Kak, Ayi takut gelap.." Ucap Ayu lirih.
"Sebentar ya kakak ambilkan lilin dulu." Ucap Pelangi.
Pelangi merangkak sambil meraba dan mencoba mengingat denah rumahnya. Akhirnya Pelangi dapat menemukan lilinnya walaupun dengan cara meraba. Pelangi menghidupkan lilinnya dan menaruhnya di tengah-tengah mereka.
"Kak kita tidur di ruang tengah aja deh pake lilin ini bareng-bareng. Kalau di kamar kayaknya bakal gelap banget deh kak, lilin kakak kan kecil begini." Ucap Ayu.
__ADS_1
Pelangi menganggukkan kepalanya tanda setuju. Akhirnya mereka semua pun tidur di ruang tengah menggunakan ambal tebal. Mereka memberi jarak antara lelaki dan wanita, sehingga lelaki sedikit jauh dari tempat tidur wanita.
Tak pakai lama, Dimas dan Ayu pun terlelap. Namun Bintang dan Pelangi masih terjaga.
"Pelangi kamu sudah tidur??" tanya Bintang.
Namun Pelangi sama sekali tidak menjawab Bintang, Pelangi berniat mau ngerjain Bintang. Namun Pelangi malah mendengar isi hati Bintang malam itu.
Untuk pertama kalinya, Pelangi mendengar Bintang bercerita tentang dirinya. Selama ini Pelangi ingin bertanya namun seperti belum ada waktu yang pas. Dan malam ini, tanpa Pelangi bertanya Bintang menceritakan sedikit mengenai kisahnya.
...----------------...
"Pelangi, kamu udah tidur ya." Ucap Bintang.
Bintang menghela nafas.
"Aku gak bisa tidur lagi, tapi sebenarnya banyak banget yang ingin disampaikan dan ceritakan padamu." Gumam Bintang.
Pelangi yang memang belum juga tidur, sengaja tidak menjawab perkataan Bintang.
Karena Bintang mengatakan hal seperti itu, Pelangi tiba-tiba berkata.
"Kalau begitu ceritakan tentang diri kamu yang sebenarnya denganku. Aku ingin mendengar dan mengetahui kisahmu.." Ucap Pelangi.
Bintang langsung menoleh ke sumber suara, Bintang tersenyum.
"Hah ku pikir beneran sudah tidur, sepertinya aku menyesal telah mengatakan hal seperti itu." Ucap Bintang sambil tersenyum tipis.
"Aku menunggu, cepat ceritakan.." Desak Pelangi.
Bintang tertawa namun dengan suara tertahan karena takut membangunkan Dimas dan Ayu.
"Di mulai dari mana ya aku jadi bingung. Seharusnya tadi kamu pura-pura tidur saja." Gerutu Bintang.
"Kisah kita hampir sama, namun aku sudah tidak memiliki orangtua lagi. Sejak SMP aku sudah tinggal bersama bibiku, bibiku yang tinggal seorang diri. Dia tidak menikah, sehingga dia mau menampungku di rumahnya. Walaupun aku bersyukur masih ada yang menampungku, tapi aku tetap merasa sepi. Karena bibi wanita yang memiliki perusahaan cukup besar di luar kota. Jadi ya kita sama tinggal di rumah keluarga yang layak namun tidak ada yang menemani di dalamnya. Karenanya kamu tidak perlu khawatir lagi jika aku pulang terlalu larut karena mengantarmu. Itu membuatku merasa sedikit terhibur karena sampai rumah aku bisa langsung tidur karena kelelahan mengantarmu." Ucap Bintang.
__ADS_1
"Jadi kamu kelelahan karena mengantarku??" tanya Pelangi.
"Iyalah, rumah kita jaraknya cukup jauh. Makanya kamu harus berterima kasih padaku." Jawab Bintang.
"Ngapain aku berterimakasih, aku kan gak minta kamu mengantarku. Kamu dengan ikhlas mengantarku, seharusnya kamu yang berterimakasih karena aku membuatmu kelelahan kamu jadi bisa tidur nyenyak di rumah yang terasa dingin." Ucap Pelangi.
"Iya ya, kalau begitu terimakasih ya non Pelangi. Berkat kamu tidurku jadi sangat nyenyak setiap malam." Ucap Bintang.
"Nah seperti itu yang benar, ceritakan lagi tentangmu, itu belum semua kan??" tanya Pelangi.
"Emangnya apalagi yang kamu ingin ketahui dariku, bukannya kamu hanya butuh latar belakang keluargaku?? supaya merasa aman dan nyaman berteman denganku" tanya Bintang.
"Emangnya aku ada bilang aku ingin tau latar belakang keluargamu, aku kan bilang aku ingin tau tentangmu, sepertinya kamu kurang fokus Bintang kejora." Ucap Pelangi.
Bintang langsung melirik ke arah Pelangi, baru kali ini baginya seseorang ingin mengetahui siapa dia sebenarnya. Bukan karena latar belakang keluarganya, bukan tentang keluarganya, tapi tentangnya.
Biasanya setiap orang yang mengenali wajahnya yang merupakan keponakan dari bibi Aisyah, seorang wanita karir yang sangat sukses di daerah mereka. Semua orang bertanya mengenai bisnis bibinya dan kekayaan bibinya. Karena banyak yang sangat penasaran bagaimana cara bibinya seorang wanita yang tidak menikah namun bisa sukses dan menjadi besar di daerah mereka.
"Kamu gak penasaran bagaimana bibiku tidak menikah dan bisa sukses memimpin perusahaan??" tanya Bintang.
"Aku tidak berteman dengan bibimu, aku berteman denganmu jadi yang aku perlu tau tentang kamu bukan tentang bibimu. Aku akan bertanya dan belajar langsung dengan bibimu jika aku ingin, ketika nanti aku butuh untuk menjadi kaya." Jawab Pelangi.
Bintang cukup kaget dengan kata-kata Pelangi yang selalu langsung tertuju pada maksud tertentu. Sikap Pelangi yang begitu frontal berhasil sekali lagi membuat Bintang tersenyum.
"Jadi kamu bisa butuh menjadi kaya, bisa tidak butuh begitu??" tanya Bintang.
"Hmm iya, jika aku ingin bertahan hidup lebih lama mungkin aku akan butuh menjadi kaya. Tapi jika aku kelak tidak ingin hidup lagi, aku tidak butuh menjadi kaya." Jawab Pelangi.
"Kamu harus butuh menjadi kaya. Ingat, kamu harus butuh." Ucap Bintang.
Pelangi langsung melirik ke arah Bintang yang sedang melihat langit-langit. Samar namun wajahnya terlihat dari cahaya remang dari lilin.
"Jika ada kamu sampai seterusnya, sepertinya aku butuh menjadi kaya." Batin Pelangi sambil tersenyum lirih.
Bersambung..
__ADS_1
Bagi teman-teman yang sudah membaca cerita saya, jangan lupa tinggalkan jejak berupa komen, like dan lovenya. Terimakasih 🥰🥰.