
Sudah setengah jam Pelangi menunggu, Pelangi mulai kehabisan kesabarannya. karena bingung Pelangi memutuskan untuk pergi ke ruang tunggu VIP yang biasa dia gunakan untuk menunggu jam besuk ke ICU.
Ruang tunggu yang digunakan Pelangi sebenarnya bukan ruang tunggu keluarga pasien, namun kamar rawat inap yang sedang kosong. Begitu masuk, Pelangi melihat tante Aisyah sedang disana. Pelangi langsung bertanya.
"Tante, Bintang kok gak ada di ruang ICU. Dia dimana??" tanya Pelangi.
"Itu sayang." Sambil menunjuk ke arah tempat tidur pasien yang dia gunakan selama menginap disana.
Pelangi langsung menuju ke arah seseorang yang dicarinya, tadinya Pelangi berharap Bintang yang sudah pindah ke ruang perawatan akan sadar. Namun ternyata sama saja, dia belum sadar.
"Tante kok Bintang disini walaupun belum sadar??" tanya Pelangi.
"Bintang sudah melewati masa kritis sayang, dan sepertinya dia akan membaik dalam waktu dekat." Ucap tante Aisyah.
Perlahan irama jantung Pelangi pun kembali normal, dia sudah sedikit lega mendengar kabar baik tentang Bintangnya.
"Syukurlah kalau begitu tante." Ucap Pelangi.
Tante Aisyah tersenyum.
"Tante, apakah saya boleh bertanya??" tanya Pelangi.
"Tanyakan saja, apa yang ingin kamu tau sayang. Tidak perlu permisi atau sungkan seperti itu." Jawab tante Aisyah.
__ADS_1
"Bintang, apakah bisa sadar tante??" tanya Pelangi.
"Kita doakan saja ya sayang, yang terbaik untuk Bintang sesuai rencana Tuhan." Jawab tante Aisyah.
Pelangi menghela nafasnya.
Kini yang bisa dilakukan Pelangi dan tante Aisyah hanya berdoa dan berharap kepada Tuhan. Berharap akan keajaiban Tuhan.
Namun ada hal yang tidak di ketahui Pelangi, harapan Bintang untuk hidup sebenarnya sangatlah kecil. Jika dia bisa bangun saja itu hal yang luar biasa dan memang keajaiban dari Tuhan. Karena selama dia tidak sadarkan diri, kanker ususnya berkembang dengan sangat cepat.
Tante Aisyah sebenarnya sudah mempersiapkan diri untuk mendengar kabar yang mungkin tidak lama lagi akan terjadi, namun melihat Pelangi yang penuh harapan kepada Bintang agar bangun, membuat tante Aisyah merasa teriris dan tidak ingin mengatakan yang sebenarnya. Karena jika dia harus menceritakan yang sebenarnya kepada Pelangi tante Aisyah belum siap melihat ekspresi hancur gadis itu.
Biasanya tante Aisyah pulang ke rumahnya, namun malam itu tante Aisyah memutuskan untuk tidur bersama dengan Bintang dan Pelangi di rumah sakit.
"Tante besok tidak kerja??" tanya Pelangi.
Padahal yang sebenarnya adalah tante Aisyah khawatir tidak dapat melihat ponakannya walaupun untuk terakhir kalinya dalam keadaan masih bernafas, meski dalam keadaan tidak sadarkan diri.
Tepat tengah malam, Bintang membuka matanya, Bintang sadar dari komanya. Dengan suara lirih dia memanggil nama Pelangi.
"Pelangi.." Ucap Bintang.
Pelangi yang memang tertidur di dekat Bintang tidak mendengar panggilan dari Bintang. Bintang menyentuh jemari Pelangi yang memang berada dekat dengan tangannya.
__ADS_1
Saat berhasil menyentuhnya Bintang tersenyum namun meneteskan air mata. Pelangi yang merasa ada yang menyentuhnya pun terbangun. Pelangi melihat Bintang sudah membuka matanya, Pelangi langsung sadar ketika melihat senyuman Bintang.
"Bintang, Bintang.." Panggil Pelangi sedikit histeris yang membuat tante Aisyah pun terbangun.
"Kenapa Pelangi?? kenapa sayang??" tanya tante Aisyah yang memang masih mengumpulkan kesadarannya.
"Bintang sadar tante, dia senyum." Ucap Pelangi.
Tante Aisyah yang mendengar itu sedikit tidak percaya dan malah menjadi takut. Dia takut Pelangi mulai berhalusinasi karena pikirannya yang berat. Dengan cepat tante Aisyah menghampiri Pelangi.
Begitu melihat ke arah Bintang, tante Aisyah pun terkejut. Bintang mengangkat tangannya, seperti tau bahwa tante Aisyah sedang meminta petunjuk jika benar dia sadar.
Melihat hal itu, tante Aisyah langsung menekan tombol darurat untuk memanggil dokter dan suster. Dengan cepat mereka pun langsung datang untuk mengecek keadaan Bintang.
Dokter mengatakan Bintang harus segera melakukan kemoterapi dan akan di mulai besok. Karena dia sudah sadar, harapan dokter dan tante Aisyah pun mulai membesar.
Tante Aisyah tidak lagi menanyakan persetujuan keponakannya itu, tante Aisyah langsung menyerahkan semua yang terbaik menurut dokter dilakukan saja. Berapa pun asal itu hal yang baik untuk Bintang tante Aisyah tidak menolaknya.
Pelangi langsung menggenggam tangan yang mulai hangat kembali itu. Pelangi tidak bisa menahan air mata bahagianya dan terus mengucapkan terimakasih.
"Terimakasih Bintang, terimakasih sudah bangun dari tidur panjang kamu, terimakasih." Ucap Pelangi berulang kali.
Karena tenaga Bintang belum ada, dia hanya bisa membalas perkataan Pelangi dengan senyuman dan mengelus jemari Pelangi dengan jarinya yang memang terus di genggam oleh Pelangi.
__ADS_1
Apakah Bintang akan kembali pulih??
Bersambung..