
Akhirnya mereka sampai di gang menuju rumah Pelangi. Pelangi tidak kepikiran Bintang juga ikut turun bersamanya, Pelangi hanya mengira mereka akan berpisah di dalam angkutan umum.
Saat Pelangi hendak berdiri, Bintang juga ikut berdiri dan turun terlebih dahulu karena Bintang memang Duduk di sisi luar. Melihat Bintang yang ikut turun Pelangi jelas kaget.
Pelangi membayar ongkos mereka berdua karena Bintang juga ikut bersamanya. Pelangi menghitung kembaliannya, Pelangi merasa ada yang aneh namun Pelangi bingung apa hal yang aneh dan mengganjal itu batinnya.
Pelangi mengabaikannya, karena Pelangi lebih heran dengan sikap Bintang yang ikut turun bersamanya.
"Kamu, kok ikut turun juga??" tanya Pelangi.
"Aku antarkan sampai depan rumahmu, udah larut begini dan gangnya gelap gini masa kamu mau sendirian." Ucap Bintang.
"Aku udah biasa tau begini sendirian, lagian di gangku ini syukurnya selalu aman." Ucap Pelangi.
"Syukurlah kalau begitu." Ucap Bintang menanggapi.
Mereka berdua berjalan sambil mengobrol, malam itu memang gang menuju rumah Pelangi terkesan sangat gelap dan sepi. Padahal biasanya atmosfernya tidak begini.
Sampailah mereka berdua di depan rumah Pelangi. Bintang menyodorkan beberapa uang untuk membayar ongkos pada Pelangi.
"Nih ongkos yang tadi." Ucap Bintang.
"Gausah, aku aja yang bayar. Kan kamu harus balik lagi ke arah yang berbeda jadi simpan saja uang kamu untuk ongkos kamu." Ucap Pelangi.
__ADS_1
"Kan aku yang mau antar kamu, bukan kamu yang minta di temani. Jadi tolong terima ya." Ucap Bintang kembali sembari tersenyum.
"Kalau gitu, kamu gak mau masuk dulu?? minum teh dulu," Pelangi menawarkan Bintang untuk singgah.
"Kalau aku masuk, dan tiba-tiba aku nyaman, aku akan menginap di rumah kamu loh." Goda Bintang.
Pelangi yang kaget mendengar ucapan Bintang, mengalihkan pandangannya dari Bintang dan menahan senyumannya. Karena sebenarnya Pelangi sedikit tersipu dengan ucapan Bintang.
"Apaan sih kamu," ucap Pelangi.
Bintang tersenyum melihat tingkah Pelangi.
"Masuk gih, gak baik kalau kamu biarkan aku masuk ke rumah kamu. Akukan juga lelaki dan normal, bisa khilaf tau." Ucap Bintang sambil tertawa.
"Bintang, apaan sih." Gerutu Pelangi karena malu.
"Kamu naik apa?? kalau pesan grab, pesan dulu aja suruh kemari." Ucap Pelangi kembali.
"Aku udah pesan kok tadi, tapi di gang sana. Aku jalan aja sedikit gakpapa kok, kamu masuk aja gih," Ucap Bintang.
"Aku temani ya sampai simpang." Pinta Pelangi.
"Aku antar kamu sampai sini biar aku tenang Pelangi, kok malah mau antar aku ke simpang lagi. Trus nanti aku antar kamu lagi gitu ke rumah?? kalau gitu kapan aku pulangnya. Atau aku nginep disini aja, kalau kamu gak rela aku pulang sendirian begini." Ucap Bintang sambil tersenyum menggoda Pelangi.
__ADS_1
"Bintang,," ucap Pelangi.
"Makanya itu, masuk sana gih, gak boleh nakal loh." Ucap Bintang.
"Apaan sih," gerutu Pelangi.
"Hati-hati kamu ya, makasih udah anterin aku." Ucap Pelangi kembali.
"Iya sama-sama." Jawab Bintang dengan senyum khasnya.
Akhirnya Pelangi pun mengalah masuk ke dalam rumah, begitu Pelangi masuk. Pelangi berdiri di belakang pintu sekitar 2-3 menit, kemudian Pelangi keluar untuk melihat Bintang berjalan sampai di simpang.
Begitu Pelangi melihat ke luar dan melihat ke arah simpang, Bintang sudah tidak ada disana, Pelangi tidak melihat keberadaan orang disana.
"Cepat banget hilangnya, apa ojeknya udah datang ya. Iya kali ya ojeknya masuk ke simpang." Pelangi berdialog dengan dirinya sendiri.
Pelangi kembali masuk ke rumah, memberi makan kucingnya, bebersih dan memutuskan langsung istirahat karena sudah makan malam di cafe tempat dia bekerja tadi.
Saat hendak menutup mata, Pelangi tersenyum karena terbayang sosok Bintang dalam pikirannya. Pelangi selalu terpesona dan ceria saat mengingat senyuman Bintang.
15 menit Pelangi mencoba untuk tidur namun dia tidak bisa tidur, Bintang selalu terbayang dalam pikirannya. Pelangi gelisah ingin tau apakah Bintang sudah sampai dengan selamat atau belum.
Tapi sayangnya, Pelangi tidak memiliki nomor telepon Bintang. Pelangi merasa frustasi karena merasa dirinya bodoh tidak meminta nomor telepon Bintang.
__ADS_1
"Ya Tuhan, bodohnya aku. Kenapa nomor teleponnya gak ku minta sih." Gerutu Pelangi pada dirinya sendiri.
Bersambung..