
Pagi ini Pelangi bangun seperti biasanya, Pelangi melihat ponselnya yang ternyata sudah habis baterai. Pelangi sama sekali tidak ingat bagaimana akhir dari telepon mereka semalam. Pelangi mengabaikannya.
Setelah bersiap dan memberi makan kitty, Pelangi berjalan seperti biasa ke kampus sambil makan sepotong roti dan minum sekotak susu.
Semenjak adanya kehadiran Bintang, Pelangi merasa sedikit ringan menjalani hidup. Dimana sekarang dia sudah memiliki tempat untuk menumpahkan segala sesuatu yang ada di pikiran dan hatinya.
Sampainya Pelangi di kelas, Pelangi termenung sejenak dan mengingat Bintang. Pelangi sadar, sampai hari ini dia belum tau Bintang dari jurusan mana. Walaupun hanya menebak, Pelangi menganggap mereka satu fakultas.
Pelangi beranggapan seperti itu, karena mereka selalu bertemu di kampus di fakultas yang sama. Karenanya Pelangi sedikit yakin Bintang dari fakultas yang sama dengannya.
Entah sejak kapan, Pelangi mulai menjadi tidak sabar untuk mengakhiri kelas. Pelangi selalu mengecek jam di tangannya, tanpa sadar mengganggu pandangan sang dosen. Sampai suatu ketika, sang dosen sudah sangat terganggu karena kegelisahan yang terlalu jelas di tunjukkan oleh Pelangi.
"Pelangi, kamu sedang apa??" tanya sang dosen.
"Hah, anu pak, saya sedang lihat jam tadi." Jawab Pelangi sedikit terbata karena kaget.
"Iya saya tau, tapi dari tadi kamu terus lihat jam kamu. Saya lagi menjelaskan, bukankah seharusnya kamu tenang mendengarkan. Jika ada urusan mendesak kamu silahkan keluar, lebih baik keluar dari pada kamu tidak tenang seperti itu. Konsentrasi saya jadi sedikit terganggu." Ucap sang dosen yang kesal pada Pelangi.
__ADS_1
Pelangi yang sadar akan kesalahannya dan tau bahwa dia sudah di usir secara halus. Memutuskan untuk keluar dari ruangan kelas. Pelangi berdiri sambil memegang tasnya.
"Saya permisi keluar pak." Ucap Pelangi.
Sang dosen hanya diam, Pelangi langsung meninggalkan ruangan itu dengan cepat tanpa melihat ke teman-temannya yang lain.
Begitu sampai di luar, Pelangi mendengar suara tawa yang cukup keras dari kanannya. Dengan spontan Pelangi langsung melihat ke arah sumber suara.
Disana Pelangi melihat Bintang tertawa lepas melihat ke arahnya. Dengan tatapan sinis, Pelangi langsung menghampiri Bintang.
"Kok kamu ketawa-ketawa gitu lihat aku, apa yang lucu??" tanya Pelangi.
"Fokus nak, fokus kalau lagi belajar..Jangan mikirin aneh-aneh ntar gak lulus loh.." Ucap Bintang sambil tertawa.
"Ih apaan sih, malah ketawa temannya ketiban sial." Gerutu Pelangi.
Bintang yang tadinya tertawa berubah menjadi tersenyum. Bintang menarik tangan Pelangi.
__ADS_1
"Mau ngapain?? mau kemana??" tanya Pelangi yang bingung karena tiba-tiba di tarik oleh Bintang.
"Udah ayo ikut aja, bawel banget sih." Jawab Bintang.
"Lepasin dulu, kasih tau dulu mau kemana.." Ucap Pelangi.
"Ikut aja dulu, toh kamu gak bakal nyesal kok kalau ikut aku." Jawab Bintang.
Pelangi yang tidak bisa menahan tangan Bintang pun akhirnya pasrah untuk ikut bersama Bintang. Walaupun dia gak tau dia mau dibawa kemana.
Bintang membawa Pelangi dengan naik taksi bersamanya. Dalam perjalanan Pelangi tertidur karena ngantuk yang tidak bisa dia tahan.
Tak lama Pelangi tertidur, Bintang membangunkan Pelangi karena mereka sudah sampai di tujuan. Pelangi yang sepanjang perjalanan tertidur jelas tidak tau mereka sedang berada di daerah mana.
"Ini dimana??" tanya Pelangi.
"Puncak." Jawab singkat Bintang.
__ADS_1
Namun yang Pelangi tau di puncak yang ada di daerah mereka tidak ada tamannya. Namun disana Pelangi melihat taman yang indah. Pelangi terkesima sejenak melihat pemandangan yang indah itu. Di tambah udara sejuk, membuat Pelangi merasa sangat nyaman berada disana, Pelangi tersenyum ke arah Bintang isyarat terimakasih sudah membawanya ke tempat itu.
Bersambung..