
Hari ini pasien Okky tidak terlalu banyak, Okky menyelesaikan tugasnya lebih cepat dari biasanya. Karena besok acara manggang-manggang yang di rencanakan Okky dan Pelangi. Sebelum pergi menjemput Pelangi ke panti Okky menghubungi teman-temannya untuk datang ke acara besok. Karena acara di adakan dari jam makan siang sampe jam delapan malam.
Syukurnya semua teman-teman Okky menyambut antusias undangan Okky untuk berkunjung dan makan-makan di panti miliknya. Okky juga mengundang teman-teman Pelangi yang bekerja di kafe dan tante Aisyah tanpa sepengetahuan Pelangi.
Manager kafe ingin ikut berpartisipasi mengadakan minuman untuk acara besok. Okky sangat bersyukur semua orang yang di undangnya begitu antusias ingin hadir di acara panti.
Setelahnya Okky langsung menjemput Pelangi, sampai di panti Pelangi belum selesai bekerja. Karena memang Okky lebih cepat pulang dari biasanya, Okky menunggu Pelangi sambil ikut bermain dengan anak panti.
Setelah semua anak panti beres, Pelangi dan Okky pun akhirnya permisi untuk pulang sedikit lebih cepat dari biasanya, Okky berencana mengajak Pelangi berbelanja untuk besok. Mereka berdua masuk ke dalam mobil milik Okky.
"Rainbow hari ini kita ke mall dulu ya belanja, hubungi dulu gih ibu atau ayah supaya gak khawatir sama kamu." Ucap Okky.
"Emang sampai malam banget Ky??" tanya Pelangi.
"Ya gak tau, mudah-mudahan enggak. Tapi untuk jaga-jaga bilang aja sama ibu atau ayah." Jawab Okky.
Tanpa membantah Pelangi langsung menghubungi ayahnya untuk meminta izin berbelanja untuk acara besok di panti. Tidak lupa Pelangi juga mengajak ibu dan ayahnya untuk hadir besok di acara panti.
Sesampainya di mall Okky bingung harus berbelanja apa, dan apa yang disediakan untuk besok. Minuman sudah beres tinggal makanan yang membuat Okky bingung. Mereka berkeliling tanpa mengambil barang apapun, Pelangi yang heran berhenti berjalan dan memandang Okky.
"Ky kita ngapain sih dari tadi muter tapi gadak yang mau di beli, kamu kenapa sih??" tanya Pelangi yang setengah kesal karena sudah berkeliling gak jelas.
"Aku bingung rainbow harus beli apa, apa ya makanan yang cocok untuk besok. Apa kita pesan aja ya.." Ucap Okky seketika.
"Ya Tuhan kenapa gak bilang dari tadi si Ky, besok kan kita rencananya mau manggang-manggang kan Ky??" tanya Pelangi.
"Iya rainbow, kita manggang-manggang rencananya sih." Jawab Okky.
"Ya sudah kalau gitu ayo kita belanja ikuti aku." Ucap Pelangi sambil menatap tajam Okky.
Okky hanya merespon ucapan Pelangi dengan senyumannya. Pelangi membeli sosis cukup banyak, membeli jagung dan buah-buahan. Pelangi juga membeli cemilan dua macam untuk di bagikan ke anak-anak panti.
Namun mereka tidak membelinya perpcs, mereka membeli perkardus. Karena belanja mereka sangat banyak, mereka dapat layanan antar barang menggunakan mobil dari mall tersebut. Jelas saja belanja mereka tidak sedikit yang akan datang besok kurang lebih seratus orang.
__ADS_1
Mereka membawa semua belanjaan ke panti, dalam perjalanan ke panti Okky sudah memberitahukan bahwa akan ada banyak barang yang masuk ke panti. Pengurus panti pun sudah bersiap menunggu di aula panti, karena semua barang dan bahan akan di masukkan ke dalam aula.
Sesampainya mereka di panti, Okky dan Pelangi membantu para pengurus menyusun semua barang-barang. Okky juga berpesan kepada pemgurus panti kalau besok akan datang minuman untuk acara besok, jadi besok mereka hanya menyediakan makanan.
"Oh iya, besok kita ada manggang ayam tidak??" tanya ibu Ida kepala panti.
Okky dan Pelangi saling tatap, ternyata itu yang mereka lupakan.
"Oh iya bu, belum di beli gimana ya bu.." Ucap Pelangi.
"Ya sudah besok pagi aja di beli kan bisa yakan bu." Ucap Okky dengan polosnya.
"Hah, besok, harus di bumbui dulu Ky baru bisa di panggang. Kalau besok pagi belinya ibu dan lainnya mana sempat kan harus ngurus adek-adek." Ucap Pelangi.
"Kan ada kita, kita bisa belanja besok pagi, bersihkan ayam dan bumbui kan jadi selesai." Ucap Okky dengan mudahnya.
"Yakin kamu sanggup Ky, kita berdua yang ngerjain??" tanya Pelangi memastikan.
"Iya yakin rainbow.." Ucap Okky.
"Iya rainbow.." Jawab Okky.
Setelah berdebat akhirnya mereka memutuskan untuk pulang ke rumah, sampainya di rumah Pelangi langsung beristirahat begitu juga dengan Okky. Malam ini Okky kembali ke rumah, karena besok pagi sekali mereka harus ke pasar untuk membeli ayam. Jarak dari rumah sakit ke rumah Pelangi cukup jauh namun dekat dengan rumah Okky, karenanya Okky memilih untuk tidur di rumahnya malam ini.
...----------------...
Keesokan paginya jam empat lima pagi Okky menjemput Pelangi di rumahnya, Okky permisi dengan ibu dan ayah Pelangi untuk pergi ke pasar membeli ayam.
Begitu sampai di pasar Pelangi yang langsung turun seketika kedinginan, karena memang dia hanya memakai kaos dengan pedenya. Sementara Okky mengenakan jaket karena tau akan dingin.
Okky yang melihat Pelangi hanya mengenakan kaos menggelengkan kepalanya. Begitu turun dari mobil Okky langsung membuka jaketnya dan memakaikannya kepada Pelangi.
"Udah tau kita keluar jam lima pagi, dengan santainya hanya pakai jaket. Kamu pikir gak dingin apa rainbow.." Ucap Okky.
__ADS_1
"Aku pikir kan gak terlalu dingin.." Jawab Pelangi.
"Dingin atau enggaknya harus pakai jaket ini masih oagi banget kalau masuk angin sakit gimana, ntar ayah kamu marah sama aku tau." Okky mengomel pada Pelangi.
"Iya, iya maaf dokter Okky.." Ucap Pelangi sambil memeluk lengan Okky dan mereka berdua berjalan.
"Makasih ya jaketnya, emang kamu gak dingin??" tanya Pelangi.
"Enggak lagi, sekarang udah panas karena cewe di sampingku begitu sepele tidak tau menjaga kesehatannya." Ucap Okky.
"Ihh kan udah minta maaf, jangan marah-marah dong dokter." Gerutu Pelangi dan melepaskan pelukannya dan berjalan lebih cepat dari Okky.
Okky yang melihat itu mengejar Pelangi dengan spontan meraih tangan Pelangi dan menggenggamnya. Bukannnya menarik tangan atau bajunya, yang dilakukan Okky malah menggenggam tangan Pelangi.
Pelangi yang kaget hanya bisa memandangi Okky dalam diam, jantung Pelangi berdegup dengan kencang. Begitu juga dengan Okky, namun anehnya Pelangi tidak berontak atau melepaskan genggaman Okky.
Okky yang memang dengan sadar melakukannya dengan sengaja sebenarnya menunggu reaksi Pelangi. Pelangi yang tidak bereaksi dan tetap diam saat tangganya di genggaman Okky, Okky pun tersenyum.
Okky semakin menggenggam tangan Pelangi dengan erat, Pelangi pun tersenyum saat merasakan genggam tangan Okky yang semakin kuat. Mereka berjalan berdampingan seperti tidak merasa aneh saling menggenggam tangan, mereka sama-sama seperti tidak sadar padahal sadar melakukan hal itu.
Bersambung...
Terimakasih untuk semua teman-teman yang sudah membaca cerita saya. Dukung cerita saya dengan :
*Like
*Komen
*Vote
*Tambahkan favorit
* Kalau teman-teman suka tolong beri hadiah untuk author ya, terimakasih semoga rejeki teman-teman selalu berlimpah.
__ADS_1
Love you all ❤️.