Bintang Untuk Pelangi

Bintang Untuk Pelangi
Episode 64


__ADS_3

Setelah membuat Okky sedikit lebih tenang, Pelangi dan Okky memutuskan akan menginap di panti sampai besok penguburan dilaksanakan. Saat Pelangi hendak masuk ke kamar, dia melihat ayah dan ibunya duduk di meja makan.


Pelangi menghampiri keduanya untuk permisi menginap di panti malam ini. Bram dan Mira yang memang sudah tau kabar tersebut dari Okky, langsung menyetujui niat Pelangi. Bram dan Mira juga berpesan akan datang besok pagi sebelum penguburan.


Pelangi bersiap dan setelahnya mereka berdua pergi ke panti. Sesampainya di panti, anak-anak sudah banyak yang tidur. Yang masih bangun dan menangis hanya anak-anak panti yang memang sudah dewasa bersama pengurus panti.


Pelangi yang melihat hal itu mencoba menenangkan mereka. Anak panti yang meninggal memang masih balita, itu yang membuat mereka sangat sedih. Setelah Pelangi mencari penyebabnya ternyata sejak awal datang ke panti ini, anak itu sudah sering sakit.


Pengurus panti terlihat begitu tenang karena memang sudah mengikhlaskan kepergian sang anak. Semasa hidupnya mereka lebih sakit lagi melihat anak itu terus menerus sakit. Jam dua pagi dini hari semua sudah tenang dan tertidur.


Entah mengapa Pelangi sama sekali tidak bisa tidur, namun juga tidak menangis. Padahal perasaannya juga tidak enak dan sedih melihat si kecil yang tergeletak dengan wajah tersenyum. Seketika Pelangi mengingat bagaimana Bintang pergi dengan tenang dan tersenyum seperti itu.


Karena tidak bisa tidur, Pelangi keluar dan duduk di depan. Okky yang tadinya golek berusaha untuk tidur, mendengar gerak gerik Pelangi. Okky melihat Pelangi tidak berada di ruangan lagi, Okky pun bangun dan keluar dari ruangan itu untuk mencari Pelangi.


Begitu menemukan Pelangi Okky langsung berkata, "kenapa di luar, kok gak tidur di dalam??" tanya Okky.


"Gak bisa tidur aku Ky. Oia, apa semua yang pergi dari dunia itu begitu tenangnya ya. Sudah dua orang aku lihat tersenyum di akhir hidupnya. Dulu Bintang juga tersenyum tanpa beban seperti anak itu saat pergi dari dunia. Seperti tidak ada rasa bersalah, dia tersenyum dengan tenangnya meninggalkan orang-orang yang sangat merasa pedih karena kehilangannya."


"Hmm iya ya, kakak Perempuanku dulu juga pergi begitu tenangnya. Padahal dia merasa kesakitan selama hidupnya, mengapa mereka begitu ya. Dingin sekali hati mereka kepada kita ya."


Pelangi kaget mendengar ucapan Okky, karena memang Okky tidak pernah menceritakan kehidupan pribadinya dengan Pelangi. Pelangi menatap Okky seperti mengisyaratkan agar Okky menceritakan segalanya padanya.


Okky yang memang paham akan tatapan Pelangi langsung tersenyum dan menceritakan kisahnya kepada Pelangi.

__ADS_1


"Aku punya seorang kakak perempuan, sebenarnya anak mama itu ada dua, aku dan kakak perempuanku Naila. Dari kecil kakak sudah sakit-sakitan, parah saat aku masuk SMA dan akhirnya meninggal di rumah sakit setelah koma dua hari. Ya begitu, kakak tersenyum di akhir hidupnya, cantik sekali seperti sedang tidur dan tidak ada beban. Aku menganggap kakak bahagia pergi, karena lelah menahan sakit selama hidupnya."


"Kakak sakit apa Ky??"


"Gagal ginjal saat masuk usia remaja 11 atau 12 tahun gitu."


Pelangi menghela nafasnya, sekarang Pelangi sangat paham mengapa Okky menjadi seorang dokter. Pelangi juga paham kenapa Okky berusaha menyelamatkannya saat tenggelam.


Okky sangat berusaha untuk membantu seseorang hidup, karena sang kakak tidak di beri kesempatan hidup lebih lama di dunia. Tidak ada kesempatan untuk menikmati indah dan pahitnya dunia.


Setelah mereka berbincang beberapa saat, udara dingin mulai menusuk ke kulit mereka. Mereka memutuskan untuk masuk ke dalam dan tidur sebentar, agar besok tidak begitu lelah.


Tak lama setelah mereka berbaring, Pelangi dan Okky pun tertidur dengan lelap.


Keesokan paginya mereka bangun mempersiapkan acara, acara doa pun di mulai dan kemudian melangsungkan penguburan. Saat acara penguburan di situlah semua tangis anak panti pecah, beberpaa anak panti yang dewasa ikut menguburkan jenazah.


Setelah acara penguburan selesai, semua pulang ke rumah masing-masing begitu juga dengan Pelangi dan Okky. Saat di perjalanan menuju rumah Pelangi, Pelangi melihat Okky berbeda.


Memang dari kemarin Okky lebih banyak diam, tapi kini Pelangi melihat Okky sangat pucat dan lesu. Karena khawatir Pelangi memegang dahi Okky, syukurnya saat itu sudah sampai di rumah Pelangi.


Saat Pelangi memegang dahi Okky, suhu tubuhnya sangat panas. Ya benar, Okky jatuh sakit karena kelelahan dan juga syok karena merasa sangat kehilangan.


Pelangi melarang Okky untuk pulang, akhirnya Pelangi meminta izin untuk Okky tidur di kamar mas Ibnu, sementara mas Ibnu tidur di kamar Pelangi. Melihat keadaan Okky keluarga menyetujui niat Pelangi untuk Okky tinggal di rumah mereka sementara mengingat Okky hanya seorang diri.

__ADS_1


Hari itu Okky sudah seperti setengah sadar, apapun yang di katakan Pelangi. Apapun yang di lakukan Pelangi padanya, Okky tidak membantah sedikit pun atau bertanya sedikit pun.


Akhirnya Okky istirahat di kamar mas Ibnu di temani Pelangi, melihat Okky yang rapuh hati Pelangi terasa sesak. Ketakutan Pelangi pun muncul, mengingat Bintang yang meninggalkannya tanpa pamit.


Hari itu Pelangi menjaga Okky dengan sangat hati-hati. Bahkan Pelangi tidak meninggalkan Okky sedetik pun, semua yang di butuhkan Pelangi selalu di mintanya oleh Shiren agar dia tidak meninggalkan Okky sendirian.


Sepanjang Okky tidur, Pelangi terus memegang tangannya. Pelangi tidak melepaskan tangan itu sangking takutnya Okky kenapa-kenapa dia tidak cepat tau. Seperti dahulu saat dia tertidur Bintang pergi meninggalkannya untuk selamanya.


Bersambung...


Terimakasih untuk semua teman-teman yang sudah membaca cerita saya. Dukung cerita saya dengan :


*Like


*Komen


*Vote


*Tambahkan favorit


* Kalau teman-teman suka tolong beri hadiah untuk author ya, terimakasih semoga rejeki teman-teman selalu berlimpah.


Love you all ❤️.

__ADS_1


__ADS_2