Bintang Untuk Pelangi

Bintang Untuk Pelangi
Episode 50


__ADS_3

Mereka pulang dari rumah bibi Aisyah tepat jam sepuluh malam. Begitu sampai di mobil entah mengapa keduanya terasa sangat canggung. Namun bisa-bisanya Okky membuka pembicaraan dengan menggoda Pelangi.


"Bener kok, memang cuma rainbow yang sangat, sangat dekat dengan Okky." Ucap Okky.


Pelangi langsung melihat ke arah Okky, seketika wajah Pelangi merona.


"Apaan sih Ky, idih gak jelas banget." Ucap Pelangi.


Okky tersenyum ke arah Pelangi. Tiba-tiba saja Okky jadi ingin bicara serius dengan Pelangi, tapi kemudian dia berfikir lagi dan mencoba menahan niatnya. Dia tidak ingin Pelangi jadi tidak nyaman di dekatnya.


Okky pun mencoba mengalihkan pembicaraan. Dulu Pelangi akan pergi ke panti tiga kali seminggu, namun kini Pelangi memutuskan untuk bekerja di panti setiap hari.


Anak-anak di panti mulai sayang kepada Pelangi, mereka senang jika Pelangi datang ke panti. Pelangi juga di gaji oleh Okky dan pihak panti, karenanya Pelangi mau lebih serius mengabdi di panti.


"Kamu besok ke panti jam berapa??" tanya Okky mencoba mengalihkan pembicaraan padahal juga biasanya dia yang selalu menjemput dan mengantar Pelangi ke panti.


"Seperti biasa saja Ky, jam delapan pagi perginya." Jawab Pelangi.


"Kamu ada rencana gak buat acara di panti??" tanya Okky kali ini serius.


"Acara seperti apa??" tanya Pelangi.


"Makan bersama, barbeque misalnya.." Usul Okky.


"Sepertinya menarik, apa kita buat saja di akhir pekan ini. Sekalian mengundang teman-teman kamu.." Ucap Pelangi.


"Iya ya, kalau di pikir-pikir aku belum pernah mengundang teman-teman mendakiku ke panti." Ucap Okky.


"Ya sudah bilang saja coba rencana ini ke mereka, kalau mereka ada waktu pasti mereka akan datang. Tapi anak panti kan tidak seperti anak lainnya, apa tidak masalah jika orang baru tiba-tiba datang??" tanya Pelangi yang khawatir.


Karena memang selama ini tidak pernah ada orang baru yang datang ke panti, semua yang ke panti sudah di kenali anak-anak panti.


"Aku rasa tidak masalah, aku sudah amati kok emosional mereka mulai stabil rata-rata. Khususnya yang dewasa sudah mulai mengerti dengan apa yang aku bicarakan. Sepertinya akan baik jika mereka mengenal banyak orang baru." Jawab Okky.

__ADS_1


"Jika menurut dokter Okky begitu, sudah pasti akan baik-baik saja." Ucap Pelangi.


Okky tersenyum ke arah Pelangi dan melirik Pelangi yang juga sedang tersenyum.


"Rainbow gimana aku mau tahan sih, kalau kamu senyum begitu terus di depanku. Kapan kamu tau perasaanku." Batin Okky sambil melihat ke arah Pelangi.


Selama di perjalanan mereka banyak diam, dan ternyata diam mereka membuat Pelangi mengantuk. Pelangi pun tertidur, melihat Pelangi tertidur Okky tersenyum. Namun Okky sadar Pelangi tidak memakai seat beltnya.


"Kebiasaan nih rainbow gak pake seat belt." Gerutu Okky.


Okky menepikan mobilnya, memakaikan seat belt Pelangi. Setelah memakaikan seat belt Pelangi, Okky memandangi wajah Pelangi yang tertidur.


Sampe saat ini sebenarnya Okky masih tidak menyangka, gadis berparas cantik, lembut dan bertubuh kecil ini sudah begitu banyak melewati kesakitan di dunia.


Dari kekerasan verbal, fisik, sampai melukai mentalnya. Okky sangat kagum melihat sosok Pelangi. Walaupun dia begitu banyak melalui kesakitan di dunia, tidak membuatnya menjadi seseorang yang akan melukai orang lain. Dia malah terus memilih untuk melukai dirinya sendiri.


Kini Pelangi sudah dalam genggaman Okky. Okky sangat ingin berada terus di sisi Pelangi, Okky ingin membahagiakan Pelangi. Okky ingin mengubah memori Pelangi, agar semua memori yang penuh di dalam dirinya hanya kebahagiaan.


Tak sadar cukup lama memandangi Pelangi sambil berdialog dalam pikirannya. Tanpa Okky sadari kata-kata keluar dari bibirnya.


Pelangi yang memang sudah sadar Okky berhenti begitu lama, ingin membuka matanya. Tapi begitu dengar namanya di sebut lirih oleh Okky, justru membuat Pelangi ingin tau apa yang hendak di ucapkan Okky.


Betapa kagetnya Pelangi mendengar ucapan itu keluar dari bibir Okky. Kini Pelangi tetap memejamkan matanya pura-pura tertidur. Padahal jantungnya sudah berdegup dengan sangat kencang, sampai dia bisa mendengar suara Jantungnya sendiri.


"Semoga Okky tidak mendengarnya." Batin Pelangi.


Okky pun melajukan mobilnya kembali, begitu sampai di rumah Pelangi Okky tidak membangunkan Pelangi. Tapi malah memilih menunggu Pelangi bangun sendiri, sambil menunggu Pelangi bangun Okky memejamkan matanya.


Okky melakukan itu, tentu saja agar bisa lebih lama bersama gadis yang sudah memenangkan hatinya. Namun hal itu tidak berlangsung lama, karena memang Pelangi tidak benar-benar tidur. Pelangi membuka matanya.


"Eh Kita udah sampe ya Ky.." Ucap Pelangi agar tidak canggung. Padahal hanya dia sendiri yang merasa canggung.


"Hmm iya, mimpi indah gak??" tanya Okky.

__ADS_1


"Mimpi setan tadi aku." Ucap Pelangi.


Spontan Okky melihat ke arah Pelangi.


"Serius??" tanya Okky yang tiba-tiba percaya.


Pelangi tertawa.


"Ya enggaklah Ky, aku bercanda. Yaudah deh aku turun ya, makasih untuk hari ini dokter Okky." Ucap Pelangi.


"Iya, kirim salam sama bapak dan ibu kamu ya. Maaf aku gak bisa singgah soalnya sudah malam banget." Ucap Okky.


"Siap pak dokter, hati-hati di jalan ya Ky. Hubungi aku kalau sudah sampai di rumah." Ucap Pelangi.


Ini pertama kalinya Pelangi mengucapkan itu, tentu saja membuat Okky tersenyum bahagia.


"Iya rainbow, yaudah masuk sana." Jawab Okky.


Pelangi tersenyum dan menutup pintu mobil Okky, Pelangi sedikit berlari sampai akhirnya masuk ke dalam rumah. Di dalam rumah Pelangi memgang jantungnya yang berdebar.


"Oh my god tadi apa yang aku bilang, gila, gila, duh ini bibir gak bisa di rem." Batin Pelangi dengan wajah yang merona.


Bersambung...


Terimakasih untuk semua teman-teman yang sudah membaca cerita saya. Dukung cerita saya dengan :


*Like


*Komen


*Vote


*Tambahkan favorit

__ADS_1


* Kalau teman-teman suka tolong beri hadiah untuk author ya, terimakasih semoga rejeki teman-teman selalu berlimpah.


Love you all ❤️.


__ADS_2