
Pelangi dan Okky pun bebersih dan bersiap untuk menyambut tamu. Setelah mereka mandi, mereka membantu pengurus panti serta team dari kafe untuk membantu persiapan acara.
Betapa kagetnya Pelangi melihat teman-teman dulu tempatnya bekerja ada di sana semua. Pelangi langsung melirik ke arah Okky, Okky yang paham langsung tersenyum ke arah Pelangi.
"Mysti, kita datang.." Ucap Sela.
"Kapan Okky bilang ke kakak dan yang lainnya??" tanya Pelangi.
"Kemaren melalui manager kita, awalnya Okky mau pesan minuman akhirnya manager kita kasih untuk anak-anak panti." Jawab Sela.
"Jadi kafe sekarang tutup??" tanya Pelangi.
"Iya kan lagi disini semua pekerjanya." Jawab Sela.
"Baik banget sih pak manager." Ucap Pelangi.
"Begitu kalau lagi senang." Ucap Sela sambil tertawa kecil.
Pelangi dan Sela tertawa bersama, perlahan semua tamu datang satu per satu. Anak-anak panti begitu antusias menyambut tamu yang datang.
Mereka bermain bersama tamu-tamu yang datang, Minuman di urus oleh dua pekerja kafe sedangkan makanan di urus oleh Pelangi, Okky dan dua pengurus panti. Karena panggangan cuma dua jadi mereka di bagi dua tim.
Pelangi dan Okky mendapat pekerjaan manggang ayam, keduanya tampak sangat serius tanpa sadar banyak mata melihat mereka dan merekam momen langka itu.
Banyak juga yang memfoto Pelangi dan Okky dari berbagai sudut, sehingga tampak mereka seperti sepasang kekasih. Banyak mata yang melihat, terutama teman-teman Okky. Namun mereka bahagia melihat Okky terlihat nyaman dengan Pelangi, karena memang sudah lama sekali Okky tidak pernah berkencan.
Kedekatan mereka menjadi harapan teman-teman Okky, agar mereka dapat bersatu. Karena mereka berdua tampak sangat serasi di mata teman-teman Okky dan Pelangi. Di sela memanggang ayam, Okky mencicipi ayam yang mereka panggang.
"Gimana enak gak bumbunya??" tanya Pelangi.
"Enak kok, mau coba??" tanya Okky kembali.
Pelangi menganggukkan kepalanya, Okky menyuapi sepotong ayam yang sudah di panggang dan di dinginkan oleh Okky. Begitu masuk ke mulutnya, Pelangi tersenyum bahagia karena memang ayam yang sudah di bumbuinya berhasil. Pelangi merasa sangat lega.
__ADS_1
Niat awalnya ingin manggang bersama namun acaranya gagal karena anak-anak di panti sangat bahagia bermain dengan tamu yang datang. Okky tidak tega menyuruh mereka berkumpul untuk membantu melihat anak-anak panti begitu antusias bermain.
Pelangi dan Okky tanpa berhenti memanggang ayam begitu juga dengan team lainnya, sampai akhirnya semua selesai acara makan bersama pun di buka. Mereka semua duduk di aula untuk makan bersama.
Okky yang melihat Pelangi seperti kelelahan tidak tega dan akhirnya menarik piring Pelangi. Pelangi bingung di buat Okky, dan melihat ke arah Okky.
"Kenapa Ky??" tanya Pelangi.
"Dari tadi aku lihat kamu hanya lihat piring aja, gak makan sama sekali. Tangan kamu pegal kan, biar aku suapin aja dan jangan bantah." Jawab Okky.
"Malu Ky sama yang lain, tenang aja aku bisa kok." Jawab Pelangi.
Okky menghela nafas, walaupun berat tapi Okky paham jika Pelangi malu dengan banyak orang disini. Okky akhirnya membiarkan Pelangi makan sendiri, tapi Okky menyuir ayam di piring Pelangi untuk memudahkan Pelangi makan.
Melihat hal itu Pelangi tersenyum sumringah, Okky begitu baik padanya. Kini Pelangi mulai menyadari perasaannya kepada Okky, Pelangi ingin sekali menjadi orang yang spesial bagi Okky.
Di tengah itu, tiba-tiba teman dekat Okky berkata di depan orang banyak.
"Ky, aku harap segera ya. Kami tunggu undangan bahagia darimu. Calon sudah ada, tinggal tanggal saja kan aku yakin tabungan sudah cukup untuk nikah mewah sekalipun." Ucap Toni teman Okky.
Pelangi yang merasa namun takut ke gran menundukkan kepala. Jujur saja Pelangi malu, tapi Pelangi juga takut jika dia terlalu merasa dan ternyata bukan dirinya yang di maksud.
"Udah cocok kok, cocok, kita restuin.." Ucap yang lainnya secara serentak.
Kini tawa menggema di aula, membuat Pelangi dan Okky merona. Okky melirik ke arah Pelangi dan tersenyum, begitu juga Pelangi yang ternyata melirik Okky dan tersenyum. Kini pandangan mereka bertemu, mereka saling tatap seperti sedang menyampaikan perasaan satu sama lain.
...----------------...
Setelah selesai acara makan bersama, mereka berkumpul dan saling mengobrol. Disana juga ada ibu dan ayah Pelangi, namun yang di bahas bukannya panti malah kedekatan Okky dan Pelangi.
Pengurus panti juga berusaha menjodohkan keduanya di depan orangtua Pelangi. Pelangi hanya bisa diam menahan malu dan degup di jantungnya. Okky yang melihat Pelangi mulai gelisah membawa Pelangi keluar untuk bermain dengan anak-anak panti.
Sedangkan yang lainnya, asik mengobrol untuk menyatukan hubungan Pelangi dan Okky. Saat mereka berdua Pelangi berkata kepada Okky.
__ADS_1
"Maaf ya Ky, kita jadi canggung begini."
"Enggak tuh, aku gak canggung. Kamu jadi canggung sama aku??"
"Enggak sih, tapi aku malu karena di jodoh-jodohkan begitu."
"Tapi kamu risih gak??"
"Enggak, kenapa harus risih??"
"Bagus deh, berarti aku ada peluang kan ya.."
Mendengar perkataan Okky seketika jantung Pelangi berdegup dengan kencang, lebih kencang dari sebelumnya. Pelangi menelan salivanya.
"Kok diam, apa aku boleh lebih dekat lagi denganmu??" tanya Okky.
"Boleh, asalkan kamu gak jadi seperti Bintang." Jawab Pelangi.
"Aku dan Bintang berbeda rainbow. Bintang datang untuk mengenalkanmu apa itu bahagia, aku datang untuk membahagiakanmu melanjutkan tugas Bintang. Tugas kami berbeda."
Pelangi langsung melihat ke arah Okky dan tersenyum dengan mata yang berkaca-kaca. Kini Pelangi mau lebih dalam lagi masuk ke kehidupan Okky. Sepertinya sudah waktunya untuknya membuka hatinya kembali.
Bersambung..
Terimakasih untuk semua teman-teman yang sudah membaca cerita saya. Dukung cerita saya dengan :
*Like
*Komen
*Vote
*Tambahkan favorit
__ADS_1
* Kalau teman-teman suka tolong beri hadiah untuk author ya, terimakasih semoga rejeki teman-teman selalu berlimpah.
Love you all ❤️.