Bintang Untuk Pelangi

Bintang Untuk Pelangi
Episode 16


__ADS_3

Benar saja kekhawatiran Pelangi, begitu mereka beberes karena sudah selesai memanggang hujan gerimis pun turun. Walaupun tidak terlalu deras tapi udaranya cukup dingin karena hujan yang mulai turun.


Pelangi dan Bintang pun masuk ke dalam tenda dan mengancing tenda mereka agar mereka dapat tetap hangat. Walaupun mereka berdua di dalam tenda, namun di sekeliling mereka masih ada beberapa orang yang juga camping disana.


Hal itu yang membuat mereka tidak terlalu khawatir, walaupun nanti tidak bisa pulang. Namun hanya satu yang jadi pikiran Pelangi, yaitu Kitty. Pelangi khawatir jika Kitty sakit telat makan.


Mereka lanjut makan, makanan yang sudah mereka panggang. Mereka makan sambil mengobrol.


"Bintang, gimana ya kalau kita gak bisa pulang??" tanya Pelangi khawatir.


Bintang yang tau apa yang di khawatirkan Pelangi pun langsung menebaknya.


"Kamu khawatir dengan Kitty kan??" tanya Bintang.


Pelangi menganggukkan kepalanya sambil mengernyitkan dahinya.


"Kita akan pulang kalau memungkinkan, tenang ya jangan khawatir." Ucap Bintang kembali mencoba menenangkan Pelangi.


"Iya.." Jawab Pelangi.


Baru mereka mengkhawatirkan hujan deras, tiba-tiba hujan deras langsung turun tanpa aba-aba. Pelangi dan Bintang terdiam sesaat sambil memegang sosis panggang di tangan mereka. Dengan cepat Bintang membuka tenda untuk mengecek apakah benar hujan begitu deras.


Ternyata benar saja, hujan sangat deras di luar. Mereka berdua terbengong dan kemudian saling tatap, mereka kembali masuk ke dalam tenda.


"Yah gimana kita mau pulang kalau begini." Gerutu Pelangi.


"Iya ya gimana, malah udah jam 6 sore lagi. Kitty jadi gimana ya.." Ucap Bintang.


"Itu yang aku takutkan, gimana ya Tang.." Ucap Pelangi.


"Tang??" tanya Bintang.

__ADS_1


"Kenapa??" tanya Pelangi.


"Kamu manggil aku tang??" tanya Bintang.


"Iya, kan nama kamu Bintang. Apa aku panggil Bin aja??" tanya Pelangi.


"Panggil kamu aja, gausah di potong-potong gitu manggilnya. Aneh banget tau Pelangi.." Gerutu Bintang.


Baru kali ini Pelangi melihat lagi sisi lain dari Bintang, Pelangi tertawa karena melihat ekspresi Bintang saat mengeluh namanya di panggil sepenggal-sepenggal oleh Pelangi.


"Kok ketawa sih, aku serius loh ini.." Ucap Bintang dengan ekspresi kesalnya karena di ketawai oleh Pelangi.


"Maaf, habisnya kamu lucu.." Ucap Pelangi.


Mereka asik berdebat dan bercanda di dalam, ya begitulah mereka. Walaupun sudah berusaha makan terus menerus ternyata mereka tidak sanggup menghabiskan makanan yang terlalu banyak mereka pesan.


Alhasil mereka membungkus makanan yang masih tersisa dan memasukkannya ke dalam tas Pelangi. Tanpa terasa kini sudah jam 8 malam, hujan mulai mereda. Mereka memutuskan untuk menembus hujan yang tinggal rintik saja di malam yang dingin ini.


Mereka berdua memang tidak begitu prepare soal pakaian karena tidak satu pun dari mereka yang menggunakan jaket. Mereka membayar sewa tenda dan makanan mereka, syukurnya teman dari pemilik tempat tersebut hendak pulang menuju kota yang sama dengan mereka.


"Gausah Bintang, kamu pulang aja. Kamu gak lihat langit mendung banget begitu. Nanti bakal turun hujan lagi, kamu gak bisa pulang. Aku sudah terbiasa pulang malam begini sebelum mengenal kamu." Ucap Pelangi.


"Gakpapa Pelangi, aku kan bisa pesan ojek seperti biasanya." Ucap Bintang tak mau kalah dari Pelangi.


"Please kali ini dengerin aku, orangtua kamu nanti khawatir. Aku akan ngerasa bersalah sama mereka nantinya kalau mereka kenal dan tau aku. Karena aku kamu jadi repot begini." Ucap Pelangi yang mulai kesal karena Bintang sangat keras kepala.


"Mereka akan bangga padaku, jika karenamu aku menjadi seperti ini. Karena aku berniat menjaga kamu." Ucap Bintang.


Pelangi yang menyerah sampai tidak tau harus berkata apa, memutuskan untuk mengalah dengan wajah kesalnya. Ya begitulah Bintang, tidak ada satu orang pun yang bisa menghalangi niatnya itu.


Sepanjang perjalanan menuju rumah Pelangi mereka hanya diam tak saling bicara, karena Pelangi kesal dengan Bintang. Sebenarnya Pelangi bersyukur sekali Bintang selalu mengantarnya pulang ketika malam, karena sejujurnya Pelangi selalu merasa ketakutan melewati gangnya yang sepi namun terkadang ada segerombolan lelaki disana.

__ADS_1


Namun semenjak Bintang terus mengantarnya, Pelangi tidak pernah lagi melihat segerombolan lelaki itu. Pelangi merasa bersyukur tapi juga merasa terlalu membebani Bintang, oleh karena itu dia bersikeras hari ini kepada Bintang untuk tidak di antar. Tapi percuma saja, Bintang ternyata lebih keras kepala di luar perkiraannya.


...---------------...


Akhirnya sampailah mereka di rumah Pelangi, sepanjang perjalanan menuju rumah Pelangi di gang rumahnya, hujan juga sudah turun walaupun tidak terlalu deras. Siapa sangka hujan ternyata turun dengan deras kembali saat mereka sampai tepat di depan rumah Pelangi.


"Apa aku bilang, kamu keras kepala sih.." Ucap Pelangi sambil membuka pintu rumahnya.


Sejujurnya Bintang lumayan panik, karena malam itu tidak memungkinkan untuknya pulang ke rumah. Apalagi sudah hampir jam setengah 12 malam.


"Malam ini kamu bisa menginap di rumahku. Ada dua kamar, satu kamar lagi di kamar belakang. Akan aku antarkan kamu ke kamar kamu nanti, untuk sekarang kita makan sisa makanan yang kita bawa. Tidak baik jika di buang, bantu aku habiskannya." Ucap Pelangi.


Bintang hanya mengikuti setiap langkah Pelangi dan apa yang di perintahkan Pelangi. Bintang duduk di sofa di ruang tengah, kini dia hanya bisa pasrah tidak bisa pulang dan tidak mungkin menolak kebaikan Pelangi yang sudah mengizinkannya untuk bermalam.


Pelangi memberi makan kitty, walaupun sudah lewat jam makan malamnya, namun ternyata kitty masih menunggu makanannya.


"Maafin aku ya kitty, tadi kami terjebak hujan. Maaf ya karena aku kamu jadi lapar." Ucap Pelangi sambil mengelus kucingnya yang sedang asik makan.


Sedari tadi Bintang hanya diam, tidak seperti biasanya cerewet dan banyak cerita. Pelangi pun duduk di hadapan Bintang, mengambil sosis sisa makanan mereka sembari berkata.


"Kamu kenapa, kok dari tadi diam saja??" tanya Pelangi.


"Aku merasa tidak enak, karena harus menginap di rumah seorang gadis. Aku takut kami jadi bahan omongan tetanggamu sudah mengizinkan seorang pria menginap di rumahmu." Ucap Bintang.


"Baiklah kalau kamu kurang nyaman, aku akan telepon anak dari RT disini untuk menemani kita." Ucap Pelangi yang kemudian mengambil ponselnya.


Pelangi menelepon bu RT tempatnya tinggal.


"Bu, maaf saya mengganggu malam-malam. Saya ada keperluan mendesak, bolehkan Ayu dan Dimas menginap di rumah saya malam ini. Teman saya seorang lelaki akan menginap di rumah saya, karena hujan yang cukup deras. Saya tidak enak hati, kalau hanya berdua dengannya." Ucap Pelangi kepada Bu RT.


Bintang tidak dapat mendengar perkataan Bu RT, tapi Bintang dapat menyimpulkan bahwa anak Bu RT akan menemani mereka bermalam, malam ini.

__ADS_1


Ada sedikit kelegaan di hati Bintang, mengingat dia tidak hanya berdua dengan Pelangi di rumahnya. Jika saja Pelangi tidak tinggal seorang diri, pastilah hal seperti ini tidak terjadi.


Bersambung..


__ADS_2