
Mereka membeli ayam kurang lebih lima belas kilo, karena memang anak panti cukup banyak. Namun yang hadir di perkirakan tidak sampai delapan puluh orang, makanya mereka hanya beli secukupnya saja. Karena tidak hanya ada ayam, ada cemilan, buah, sosis dan lainnya.
Setelah selesai membeli ayam dan bumbunya jam enam pagi mereka langsung pergi ke panti untuk membersihkan dan membumbui ayam yang mereka beli di pasar. Saat turun dari mobil melihat Pelangi berjalan Okky baru sadar jika jaket Okky begitu besar di tubuh Pelangi yang kecil.
Okky melihat Pelangi seperti memakai sarung di badannya, namun sangat imut di mata Okky, Okky tersenyum dan menghela nafas sebelum akhirnya keluar dari mobil.
Okky dan Pelangi di bantu pengurus panti untuk mengangkat semua ayam dari mobil Okky. Para pengurus panti membantu Pelangi dan Okky membersihkan ayam selagi anak-anak panti belum bangun. Karena jam tujuh anak panti harus mandi dan sarapan semua.
Pengurus panti satu per satu pergi meninggalkan mereka di dapur panti karena harus mengurus anak-anak panti. Kini tinggal mereka berdua membersihkan ayam, syukurnya tadi ayamnya sudah separuh di bersihkan tinggal sedikit lagi. Dan juga disana juga sudah di bersihkan, hanya mencuci sedikit saja agar benar-benar bersih sebelum di ungkep.
"Ky gakpapa mobil kamu bau amis gitu??" tanya Pelangi.
"Kan tinggal di cuci rainbow, masalah gitu aja kamu pikirkan." Ucap Okky.
"Iya aku tau Ky, tapikan hari ini gak mungkin sempat. Jd baunya bertahan sehari dong." Ucap Pelangi kembali.
"Udah ah gausah di pikirkan, biarin aja begitu di mobil juga ada pengharum kok." Jawab Okky.
Mereka pun lanjut membumbui ayam dan merebus ayam, agar nanti jam 12 siang tinggal di panggang. Mereka sekarang tinggal menunggu ayam di rebus sebentar, setelahnya mereka mandi.
"Kamu gak lapar??" tanya Okky.
"Lapar banget." Jawab Pelangi dengan wajah memelas.
Okky langsung berdiri keluar tanpa pamit dengan Pelangi. Pelangi yang memang sudah tidak ada tenaga tidak lagi bertanya pada Okky. Pelangi hanya melihat Okky pergi begitu saja.
Kurang lebih lima belas menit Okky pun kembali ke dapur, membawa satu kantong plastik, dari jauh Pelangi menebak bahwa itu makanan dan minuman. Benar saja Okky membeli makanan, minuman lengkap dengan cemilan.
"Nih ayo makan dulu, kamu belum makan dari pagi kan. Maaf ya tadi aku lupa ajak kamu sarapan dulu." Ucap Okky merasa bersalah.
Pelangi tersenyum ke arah Okky, melihat wajah Okky begitu khawatir.
__ADS_1
"Gakpapa Ky, kamu kan juga belum makan, bukan cuma aku doang yang belum makan." Ucap Pelangi.
Okky tersenyum, mereka makan bersama sambil menunggu ayam setengah matang. Mereka merebus ayam dengan bumbunya agar bumbu meresap dengan sempurna.
Setelah sarapan, Pelangi melihat di bungkusan ada es krim vanila, coklat dan stroberi. Pelangi bertanya dan meminta izin kepada Okky sebelum mengambilnya.
"Ky aku boleh minta es krimnya satu gak??" tanya Pelangi.
"Boleh dong, itu emang aku belikan untuk kamu rainbow. Aku gak tau kamu suka rasa apa jadi aku belikan tiga rasa." Jawab Okky.
"Aku suka stroberi, es krim suka stroberi begitu juga dengan susu. Aku hanya suka susu stroberi." Ucap Pelangi.
"Oke akan aku ingat di hati dan pikiranku." Ucap Okky sambil tersenyum.
Pelangi tersenyum mendengar ucapan Okky, Pelangi mengambil es krim dan memakannya. Pelangi sangat fokus makan es krim sambil melihat ke arah kompor. Sampai-sampai dia mengabaikan Okky yang berada di sampingnya.
"Enak es krimnya??" tanya Okky.
"Enak, aku suka banget sama rasanya." Jawab Pelangi.
Okky melihat es krim yang pelangi makan sedikit berserak di sisi b*b**nya. Dengan spontan Okky mengusap lembut sisa es krim yang di sisi b*b** Pelangi. Jelas Pelangi kaget dan terdiam menatap mata Okky.
"Ah maaf ada es krim di sisi b*b** kamu, makannya jangan fokus banget jadi gak sadar kan belepotan." Ucap Okky.
Kini sikap Okky sangat berubah kepada Pelangi, seperti sudah mendapat lampu hijau dari Pelangi. Okky bersikap sangat lembut kepada Pelangi beda dari biasanya.
"Ah iya, terimakasih Ky.." Jawab Pelangi dengan wajah yang merona.
Jantung Pelangi berdegup sangat kencang, Pelangi langsung menghabiskan es krimnya dengan cepat dan setelahnya berdiri untuk mengecek ayam yang di kukus.
Karena grogi dan salah tingkah, Pelangi tidak berhati-hati. Tanpa sadar Pelangi malah membuka penutup panci yang panas dengan tangannya tanpa pelindung seperti kain lap.
__ADS_1
Jelas penutup panci itu sangat panas, syukurnya Pelangi tidak menggenggam tutup panci itu. Baru hanya ingin menyentuhnya tangan Pelangi sudah terasa sangat kepanasan.
"Aw, duh panas.." Ucap Pelangi lirih.
Okky langsung berdiri menarik Pelangi ke kamar mandi dan membasahi telapak tangan Pelangi dengan air dingin.
"Masih sakit??" tanya Okky khawatir.
Jelas sekali dari wajahnya dia begitu khawatir kepada Pelangi. Pelangi hanya menggelengkan kepalanya mengisyaratkan dia tidak kenapa-kenapa.
"Hati-hati kamu, jangan sembarangan lagi pegang yang panas ya. Nanti tangan kamu luka." Ucap Okky.
"Iya Ky, maaf ya. Terimakasih Ky.." Ucap Pelangi sembari tersenyum.
Mereka kembali mengecek ayam yang ternyata sudah cukup matang. Setelahnya mereka bebersih dan bersiap karena sudah pukul sepuluh pagi. Sebentar lagi tamu-tamu yang lain pasti akan datang, karena ternyata minuman yang di berikan mantan manager tempat Pelangi bekerja dulu sudah sampai.
Dan mereka tinggal menunggu tamu yang lainnya sembari menyiapkan semua bahan dan alat yang akan di gunakan untuk manggang-manggang bersama.
Bersambung..
Terimakasih untuk semua teman-teman yang sudah membaca cerita saya. Dukung cerita saya dengan :
*Like
*Komen
*Vote
*Tambahkan favorit
* Kalau teman-teman suka tolong beri hadiah untuk author ya, terimakasih semoga rejeki teman-teman selalu berlimpah.
__ADS_1
Love you all ❤️.