Bintang Untuk Pelangi

Bintang Untuk Pelangi
Episode 62


__ADS_3

Tanpa terasa waktu sudah menunjukkan pukul sebelas malam, namun ayah, Okky dan Ibnu tidak kunjung selesai bicara. Karena besok Okky harus bekerja di rumah sakit, Pelangi datang menghampiri mereka untuk menghentikan pembicaraan mereka malam itu.


"Ayah, mas, besok Okky harus kerja. Kapan-kapan lagi ya bicaranya udah jam sebelas yah.." Ucap Pelangi berdiri di samping ayahnya sembari memegang bahu ayahnya.


"Duh, udah di tegur sama nona kita. Yaudah deh kapan-kapan kita sambung lagi." Ucap ayah Pelangi.


Okky dan Ibnu tersenyum, mereka mengakhiri pembicaraan malam itu. Okky permisi dengan Ibu, ayah, mas dan adik Pelangi. Pelangi mengantarkan Okky sampai di depan rumah dekat Okky memarkir mobilnya.


"Hati-hati ya Ky, sorry jadi malam banget kamu pulangnya." Ucap Pelangi sembari memegang lengan Okky.


Okky mengelus tangan Pelangi yang memegang lengannya, "Kok minta maaf sih, aku senang tau bisa bicara lama di rumah kamu. Di rumah juga aku kesepian." Ucap Okky.


"Iya tau, tapikan kamu besok kerja pagi Ky jangan malam banget tidurnya. Oh iya nanti malam aku tidur sama Shiren, tapi kalau udah sampai di rumah telepon aku ya kalau udah mau tidur." Pelangi memberitahu Okky dan berpesan pada Okky untuk tetap memberinya kabar.


"Siap, yaudah sana masuk, aku jalan dulu ya." Ucap Okky sembari mengusap kepala Pelangi.


"Hati-hati Ky.." Balas Pelangi sembari tersenyum ke arah Okky.


Okky pun membalas senyuman Pelangi dan masuk ke dalam mobil. Okky melajukan mobilnya, Pelangi masuk ke rumah dan langsung menuju ke kamar bersama Shiren. Sesampainya di kamar Shiren langsung rebahan sementara Pelangi bebersih dan mengganti pakaiannya.


Sesudah selesai bebersih, Pelangi duduk di kasur di samping Shiren yang sedang rebahan. Pelangi melihat ponselnya ternyata belum ada panggilan dari Okky, saat Pelangi melihat-lihat ponselnya tiba-tiba Shiren berkata.


"Tadi itu pacar kakak ya??" tanya Shiren sambil menghadap ke arah Pelangi.


"Bukan, itu dokter yang menolong kakak. Emang kenapa??" tanya Pelangi kembali.


"Tatapan kakak dan dokter itu beda. Sama-sama ada rasa, gimana aku mau percaya kakak dan dokter itu tidak pacaran." Ucap Shiren.


Pelangi tertawa, di tengah Pelangi tertawa ponsel Pelangi pun berdering. Ya benar, itu panggilan dari Okky. Seperti tau sedang di bicarakan orangnya langsung muncul seketika.


"Tuh kan bener, pasti pacaran." Ucap Shiren yang kemudian melihat ke ponselnya kembali agar memberi ruang kepada Pelangi untuk menjawab panggilannya.

__ADS_1


Walaupun dulu Pelangi dan Shiren tidak dekat bahkan tidak bicara. Namun setelah Pelangi di terapi oleh dokter Okky, Pelangi berbaur dengan anak-anak panti Pelangi jadi lebih mudah bersosialisasi dan akrab dengan orang lain.


Pelangi menjawab teleponnya, sedikit menjauh dari Shiren namun tetap berada di kamar. Pelangi malu karena tadi pembahasan mereka mengenai hubungan keduanya.


"Halo Ky, udah bebersih??" tanya Pelangi.


"Udah, kamu udah bebersih juga kan??" tanya Okky kembali.


"Sudah kok, tidur gih buruan. Ini sedang di rumah atau di rumah sakit??"


"Di rumah, malas ke rumah sakit jauh sayang.." Lagi-lagi Okky menggoda Pelangi.


"Ky ih, yaudah tidur sana ntar makin ngaco lagi. Mimpi indah ya, see you.." Ucap Pelangi.


"Iya rainbow, kamu juga ya mimpi indah, see you to Pelangiku." Jawab Okky terus menggoda Pelangi.


Pelangi tersenyum dan kemudian mematikan teleponnya, Pelangi melihat ke arah Shiren yang sudah tertidur masih memegang ponselnya.


Pelangi pun mematikan lampu kamar dan tidur di samping Shiren. Malam-malam sebelumnya terasa sepi dan berat, kini berubah bagi Pelangi. Waktu yang dilalui Pelangi kini terasa begitu cepat berputar.


...----------------...


Keesokan paginya Pelangi bangun ketika mendengar suara aktivitas di dapur, yang menandakan bahwa ibunya sudah bangun dan mau memasak.


Karena memang Shiren tidak lagi sekolah dan sedang mendaftar kuliah, Pelangi membiarkan Shiren tidur. Pelangi bangun membasuh wajahnya dan menghampiri ibunya di dapur.


"Shiren mana nak, kok belum bangun dia." Ucap bu Mira.


"Biarkan saja dia tidur bu, kan sekarang ada Pelangi. Biar Pelangi aja ya yang bantu ibu, nanti Pelangi kerja diakan yang di rumah bareng ibu." Ucap Pelangi.


"Wah bakal jadi manja dia sekarang punya kakak kayak kamu sayang." Ucap bu Mira.

__ADS_1


Pelangi tersenyum dan mulai membantu ibunya menyediakan teh dan sarapan pagi mereka. Sesudah mereka selesai masak tak lama Ayah, mas Ibnu dan Shiren bangun. Mereka berkumpul di meja makan, makan bersama sembari ngobrol pagi itu.


Karena harus bekerja, setelah selesai makan Pelangi dan Shiren bebersih di dapur, setelahnya langsung pergi ke kamar untuk bersiap pergi kerja.


Pelangi keluar kamar sesudah bersiap, Pelangi duduk di samping Shiren yang sedang menonton televisi bersama bu Mira.


"Kakak kerja di mana??" tanya Shiren.


"Di panti asuhan anak milik dokter Okky." Jawab Pelangi.


"Kapan-kapan Shiren boleh ikut gak kak??" tanya Shiren.


"Boleh dong, tapi dengar dulu cerita kakak malam ini baru kamu pikirkan mau ikut atau enggaknya ya." Ucap Pelangi.


Mobil Okky pun datang, Shiren menganggukkan kepalanya tanda setuju dengan Pelangi. Pelangi dan Okky permisi kepada ibu, ayah dan Ibnu. Setelahnya mereka langsung pergi ke panti.


Bersambung...


Terimakasih untuk semua teman-teman yang sudah membaca cerita saya. Dukung cerita saya dengan :


*Like


*Komen


*Vote


*Tambahkan favorit


* Kalau teman-teman suka tolong beri hadiah untuk author ya, terimakasih semoga rejeki teman-teman selalu berlimpah.


Love you all ❤️.

__ADS_1


__ADS_2