
Di saat Pelangi memejamkan matanya dan Okky mengelus kepala Pelangi. Saat air matanya mulai mengalir Pelangi pun bertanya kepada Okky.
"Ky aku jahat ya jadi anak??"
"Siapa yang bilang begitu, kan cuma kamu yang merasa begitu."
"Buktinya aku gak tau kalau ibu kandungku menderita seperti itu. Aku hanya memikirkan diriku sendiri Ky, aku sama sekali tidak pernah memikirkan perasaan ibu yang ternyata lebih hancur dari perasaanku sendiri."
Okky langsung menuntun Pelangi untuk duduk, kini mereka duduk dan saling berhadapan.
"Waktu itu kamu masih kecil rainbow, kamu bersikap layaknya usia kamu. Apa yang kamu lakukan sesuai dengan insting kamu sebagai manusia untuk menyelamatkan diri. Seharusnya mereka yang dewasa, yang menyelamatkan kamu, yang melindungi kamu saat itu. Jadi itu bukanlah kesalahan kamu, bukan juga kesalahan ibu kamu. Itulah proses hidup yang kamu lalui. Bukankah sekarang kamu menjadi sosok yang lebih kuat, lebih percaya diri dan lebih menyayangi sesama. Semua yang sudah terjadi jangan kamu sesali rainbow, kamu hebat sudah melaluinya."
Mendengar perkataan Okky, Pelangi langsung memeluk Okky. Dalam pelukan Okky, Pelangi menangis kembali hatinya sungguh hancur melihat ibu kandungnya menderita sendiri seperti itu. Setelah selesai menangis, Pelangi kelelahan akhirnya dia pun tertidur.
Aroma masakan memenuhi ruangan, Pelangi terbangun karena mencium aroma sedap yang membuat perutnya lapar. Pelangi melihat ke belakang ternyata Okky sedang memasak disana.
Pelangi melihat jam di ponselnya ternyata sudah pukul delapan malam, Pelangi ketiduran sangat pulas. Pelangi bangkit dari sofa membasuh wajahnya di kamar mandi.
Setelahnya Pelangi langsung menghampiri Okky yang sedang menyiapkan makan malam di meja makan. Pelangi duduk di meja makan sembari melihat Okky menata meja makan.
"Wah aku gk nyangka kamu bisa masak begini Ky." Ucap Pelangi.
Okky tersenyum mendengar ucapan Pelangi.
"Aku sudah lama tinggal sendiri rainbow, semua ku lakukan sendiri." Jawab Okky.
Pelangi tersenyum ke arah Okky.
"Sepertinya enak nih.." Ucap Pelangi kembali.
"Semoga kamu suka ya.." Ucap Okky.
Mereka duduk bersama di meja makan, malam ini mereka makan malam di rumah Okky. Makan pasta bersama, Pelangi mencicipi pastanya, betapa terkejutnya Pelangi rasa dari pasta itu sangat enak.
Entah karena dia sedang lapar atau memang masakan Okky seenak itu. Pokoknya saat ini bagi Pelangi masakan Okky sangat enak.
"Wah enak banget Ky, aku mau dong di masakin yang lain sama kamu." Ucap Pelangi spontan.
"Sekarang kamu lamar aku nih??" tanya Okky tiba-tiba.
__ADS_1
Pelangi bingung mengapa Okky mengatakan hal itu, sementara Pelangi tidak pernah berfikir sampai ke sana.
"Hah, maksudnya Ky??" tanya Pelangi kembali.
"Tadi kamu bilang apa. Mau di masakin aku yang lainnya kan." Ucap Okky menegaskan.
"Iya, terus hubungannya??" tanya Pelangi.
"Ya kamu harus hidup sama aku, kalau mau merasakan masakanku yang lainnya. Jadi aku anggap tadi kamu sedang melamar ku." Ucap Okky.
"Kok gitu, gak adil banget harus kamu dong yang lamar aku." Ucap Pelangi spontan.
"Mau??" tanya Okky.
Seketika Pelangi terdiam menatap Okky dengan pasta di dalam mulutnya. Jadi saat itu kedua pipi Pelangi penuh dengan pasta, karena kaget Pelangi terdiam menatap Okky.
Okky mengambil ponsel yang memang berada di sampingnya, dengan cepat Okky langsung memotret Pelangi dengan keadaan seperti itu.
Pelangi yang tau Okky memotretnya, memanyunkan bibirnya karena dia tidak bisa menggerutu karena mulutnya sedang penuh dengan makanan.
Okky tertawa melihat ekspresi Pelangi yang sangat menggemaskan baginya. Dan baru kali ini juga Okky terlihat tertawa bahagia sangat natural membuat Pelangi juga senang melihatnya.
Seperti itulah seharusnya cinta, kasih sayang dan rasa suka. Hanya ada bahagia di dalamnya, tidak ada luka. Karena hidup yang sulit hanya memerlukan cinta dan kasih yang tidak lagi menyakiti, hidup di dunia ini sudah penuh dengan rasa sakit. Seharusnya cinta adalah penyembuhnya.
...----------------...
Setelah makan malam bersama, tepat pukul setengah sepuluh malam Okky mengantarkan Pelangi pulang. Di perjalanan pulang mereka mengobrol.
"Nanti malam mau aku temani tidur tidak??" tanya Okky.
"Mau kalau kamu gak sibuk." Ucap Pelangi.
"Baiklah, nanti akan aku telepon setelah aku selesai bebersih ya, jadi kalau aku sedikit lama kamu tidur aja, nanti aku telepon." Ucap Okky.
"Iya Ky." Jawab Pelangi.
Begitu sampai di rumah Pelangi, ayah Pelangi masih duduk di depan. Mereka berdua pun turun dari mobil, Okky memberi salam kepada ayah Pelangi dan meminta maaf.
"Selamat malam om, maaf ya om hari ini saya gak permisi tapi pulang larut begini." Ucap Okky.
__ADS_1
Okky pun duduk di samping ayahnya Pelangi, sedangkan Pelangi memberi salam kepada ayahnya dan berdiri di samping ayahnya.
"Gakpapa Ky, tadi Pelangi sudah permisi kok dengan om. Om percaya sama kamu." Ucap Bram ayah Pelangi.
"Terimakasih om sudah percaya kepada saya." Jawab Okky.
"Singgah dulu Ky, minum teh." Tawar Bram.
"Terimakasih om, tapi sudah sangat larut. Lain kali saya akan singgah." Jawab Okky.
"Baiklah Ky, hati-hati ya." Ucap Bram.
Okky langsung memberi salam kepada ayah Pelangi.
"Terimakasih om, saya kirim salam sama ibu ya om. Saya permisi." Ucap Okky.
"Iya Ky, terimakasih ya sudah antar Pelangi.." Jawab Bram.
Okky tersenyum, setelah itu Okky langsung pulang, di perjalanan pulang Okky melajukan kendaraannya dengan cepat. Dia tidak mau Pelangi terlalu lama menunggu telepon darinya.
Sementara Pelangi sedang bebersih di kamarnya, mengingat makan malam bersama Okky sambil senyum-senyum sendiri. Begitu mengingat perkataan Okky mengenai lamaran jantung Pelangi berdegup dengan kencang dan wajahnya pun penuh dengan senyuman malam itu.
Begitulah kehidupan kesedihan dan kebahagiaan harus pada porsinya. Maka hidup akan terasa lebih indah dan berwarna.
Bersambung..
Terimakasih untuk semua teman-teman yang sudah membaca cerita saya. Dukung cerita saya dengan :
*Like
*Komen
*Vote
*Tambahkan favorit
* Kalau teman-teman suka tolong beri hadiah untuk author ya, terimakasih semoga rejeki teman-teman selalu berlimpah.
Love you all ❤️.
__ADS_1