
Tugas kuliah Pelangi selesai, Pelangi langsung bergegas pergi ke tempat kerjanya. Sampainya disana Pelangi kaget karena cafe yang biasanya tidak begitu ramai hari ini sangat ramai. Begitu Pelangi masuk betapa kagetnya Pelangi melihat seorang lelaki yang menjadi barista disana.
"Bintang, kerja disini.." Batin Pelangi sembari melihat ke arah Bintang.
Pelangi sangat terkejut melihat Bintang bekerja menjadi barista disana. Tanpa sadar Pelangi termenung sambil melihat ke arah Bintang. Pelangi dikejutkan dengan seseorang menepuk pundaknya.
"Kami tau dia sangat tampan, tapi jangan sampai bengong gini dong Mysti. Ketahuan banget tau kamu terpesona." Ucap Sela salah satu rekan kerja wanitanya.
"Ah iya kak, tapi sejak kapan dia bekerja disini??" tanya Pelangi.
"Ini hari pertamanya, namanya juga unik Bintang." Ucap Sela Pelangi.
"Iya kak saya tau," ucap Pelangi spontan.
"Kamu kenal dia??" tanya Sela.
"Kenal kak, kita satu kampus. Makanya aku kaget," jawab Pelangi sambil tersenyum.
"Kalau begitu saya permisi ya kak, ganti baju di loker." Ucap Pelangi kembali.
"Iya Mysti." Jawab Sela.
Pelangi melihat ke arah Bintang, pas sekali Bintang juga sedang melihat ke arah Pelangi. Pelangi menunjukkan wajah dinginnya sedangkan Bintang dengan mudahnya tersenyum sembari mengedipkan satu matanya kepada Pelangi.
__ADS_1
Melihat itu Pelangi langsung mengalihkan pandangannya dan bergegas ke loker untuk mengganti pakaian.
"Wah hebat juga dia, karena dia para gadis mengantri seperti itu. Sepertinya gadis di kota ini matanya harus di periksa, tapi kalau di pikir-pikir siapa juga yang tidak terpesona jika dia terus tersenyum seperti itu. Sepertinya dia tau kalau dia tampan, makanya seperti itu." Gerutu Pelangi bicara dengan dirinya sendiri sambil melipat baju yang akan di simpannya di loker.
Pelangi keluar menuju kasir tempatnya bekerja, disana Pelangi duduk. Posisi kasir dan Barista sangat berdekatan karena saling berdampingan. Entah mengapa hari itu Pelangi sedikit gugup dan terlihat canggung karena adanya kehadiran Bintang.
Sayangnya gugupnya Pelangi seperti bisa terbaca oleh semua orang, sehingga hari itu Pelangi terus dapat godaan dari rekan kerjanya. Bahkan Bintang juga ikut menggodanya, membuat Pelangi merona.
"Wah Mysti kok tumben ngelirik-ngelirik terus ke arah Barista.." Goda Sela salah satu waiters rekan kerja Pelangi.
Pelangi menunduk dan diam karena merasa malu ketahuan.
"Eh beneran ya Mysti jadi malu-malu gitu." Ucap Andre Barista rekan kerja Bintang.
"Aku ngelirik bukannya penasaran mbak, bang. Tapi karena aku juga mengenal Bintang, aku cuma heran aja kenapa dia bekerja disini cuma itu aja kok.." Ucap Pelangi membela dirinya.
"hayoo ada apa di antara kalian, sepertinya ada sesuatu ya." Ucap Sela.
"Enggak kok, gak ada apa-apa." Ucap Pelangi menyangkal.
"Yakin Mysti, kok lirikan dan pandangan kamu mengatakan beda ya." Goda Andre.
"Iya beneran, kita cuma teman kok." Ucap Pelangi.
__ADS_1
"Kita temenan??" tanya Bintang.
Pelangi langsung melihat ke arah Bintang.
"Nah loh, itu si Bintang malah nanya. Gak temenan kalian kan, pasti hubungan kalian lebih dari teman," ucap Sela.
"Bintang, apaan sih.." Gerutu Pelangi.
"Kan aku tanya Pelangi, emang kita teman?? kemaren kan kamu belum jawab pertanyaan ku. Mau gak berteman denganku." Ucap Bintang sambil tersenyum ceria.
Pelangi yang mendengar ucapan Bintang mulai sedikit frustasi, karena dari tadi ucapan Bintang menggiring opini yang lain.
Pelangi hanya menatap tajam Bintang, Bintang tersenyum seperti puas sudah berhasil menggoda Pelangi.
"Udah ah, terserah deh mbak Sela dan Bang Andre mikirnya apa. Aku mau kerja dulu." Ucap Pelangi dan langsung memeriksa data penjualan di komputernya.
Mereka semua tertawa, puas berhasil menggoda Pelangi yang biasanya tidak bisa di ganggu itu. Kini mereka punya bahan untuk mengganggu Pelangi.
Walaupun mereka sebenarnya tau bahwa Pelangi dan Bintang memang hanya teman kampus. Karena pada saat Bintang melamar bekerja kemarin dia sudah menjelaskannya pada rekan kerja Pelangi.
Saat melamar kerja Bintang tidak hanya di wawancara oleh manager disana, namun juga di wawancara langsung dengan karyawan wanita disana. Karena memang sosok Bintang yang tampan dan ramah berhasil membuat mereka semua terpana.
Bintang juga sosok yang sangat ceria, dan humoris. Hanya dengan 1 menit banyak orang akan merasa dekat dan akrab dengannya.
__ADS_1
Itu salah satu hal yang membuat Pelangi terpesona sejak awal, Pelangi terpesona akan keceriaan dari senyuman Bintang. Bagi Pelangi Bintang sosok yang bersinar.
Bersambung..