
Pertama kalinya Pelangi kembali pulang ke rumah ayahnya, Sebenarnya Pelangi lupa bagaimana ibu tirinya dulu memperlakukannya karena dalam bayang-bayang nya hanya ada ibu kandung yang kejam baginya.
Begitu Pelangi sampai di rumah ayahnya, ibu tirinya memeluk Pelangi sampai meneteskan air mata dan berkata.
"Nak, kemana saja kamu itu. Ibu dan ayahmu khawatir sekali loh nak. Mulai sekarang tinggal bareng ibu aja ya nak." Ucap Mira ibu sambung Pelangi.
Pelangi yang kaget dan merasa asing dengan perilaku ibu sambungnya hanya bisa menganggukkan kepalanya. Pelangi benar-benar takut salah bertindak, dia takut kejadian masa lalu akan terulang kembali.
Pelangi langsung di antarkan ke kamar, betapa kagetnya Pelangi dalam kamarnya penuh dengan foto kecilnya dan foto dia saat SMP. Ayah Pelangi yang sadar akan putrinya yang heran berkata.
"Kenapa bingung gitu Mysti??" tanya sang ayah.
"Ayah kenapa disini penuh foto aku??" tanya Pelangi.
"Inikan kamar kamu sayang, gimana gak penuh sama foto kamu. Bahkan di lemari itu masih ada baju kamu." Ucap sang ayah.
"Ayah boleh tidak jangan panggil aku Mysti lagi. Panggil aku Pelangi ayah, jika ayah panggil aku Mysti aku jadi takut mama kembali memanggilku dan memukulku." Ucap Pelangi.
Ayah Pelangi yang mendengar putrinya bicara begitu langsung memeluk putrinya.
"Maafkan ayah ya nak, seharusnya ayah membawa kamu dengan ayah." Ucap Bram ayah Pelangi.
"Tidak apa ayah, kita lupakan saja. Seperti kata dokter Okky buka lembaran baru." Ucap Pelangi.
"Iya nak.." Jawab Bram.
Pelangi pun membereskan beberapa pakaian yang sudah dia ambil dari rumah neneknya, dia susun pakaiannya di lemari itu. Pelangi bahkan lupa bahwa dia punya kamar pribadi di rumah ayahnya, Pelangi jadi merasa bersalah karena yang ada dalam ingatannya hanya hal buruk saja.
Setelah beberes ibu Mira memanggil Pelangi dengan mengetuk pintu kamarnya.
"Nak, Pelangi, ayo makan malam ibu udah selesai masak." Ucap ibu Mira.
"Iya bu, ini Pelangi mau lagi ganti baju." Jawab Pelangi.
"Ibu tunggu di meja ya nak." Ucap bu Mira.
__ADS_1
Pelangi langsung bergegas dan keluar dari kamar, Pelangi melihat ayah dan ibunya sudah duduk menunggunya. Pelangi duduk dan mereka pun makan bersama. Di tengah makan, ayahnya membuka pembicaraan.
"Pelangi, kata dokter Okky, dia mau ajak kamu bekerja. Kamu mau??" tanya sang ayah.
"Pelangi sudah bilang yah, tunjukkan dulu pekerjaan seperti apa baru Pelangi mau terima." Jawab Pelangi.
"Jadi kapan kamu mau di tunjukkan oleh dokter Okky??" tanya ayah Pelangi kembali.
"Kata dokter Okky, besok kami akan berkunjung ke tempat aku kerja yah, ayah sama ibu mau ikut??" tanyaku.
"Memangnya Pelangi mau ibu temani??" tanya bu Mira.
"Kalau ibu bersedia, saya juga dengan senang hati." Jawab Pelangi.
"Ya sudah kalau begitu besok ibu temani ya nak, tapi bagaimana dengan kuliah Pelangi??" tanya bu Mira.
"Pelangi tidak ingin kuliah lagi bu, Pelangi ingin bekerja saja." Ucap Pelangi menahan air mata.
Karena setiap mengingat perkuliahan, Pelangi selalu mengingat Bintang, sosok yang sangat dia rindukan kehadirannya. Sosok yang sangat berarti baginya.
"Ya sudah, besok ayah antarkan kalian ke rumah sakit ya. Ayo Pelangi cepat habiskan makanannya. Kamu harus istirahat nak agar besok fit." Ucap ayah Pelangi.
"Baik ayah." Jawab Pelangi.
Pelangi menghabiskan makanannya, setelahnya dia langsung pergi ke kamar, begitu berbaring Pelangi langsung terlelap.
...----------------...
Dalam tidurnya Pelangi kembali bermimpi, namun kali ini mimpi yang berbeda dari yang sebelumnya. Mimpi kebersamaannya dengan Bintang sosok yang dia rindukan.
Dalam mimpinya Pelangi bertemu dengan Bintang namun dari kejauhan. Pelangi mencoba berlari ke arah Bintang, namun semakin dia berlari ke arah Bintang. Bintang terasa semakin jauh, Pelangi berhenti dengan nafas yang tersengal-sengal. Dalam mimpinya Pelangi merasa Bintang sedang mengatakan sesuatu untuk dirinya, namun suara Bintang tidak dapat terdengar olehnya. Hingga akhirnya Pelangi terbangun dengan keringat yang membasahi bajunya.
Pelangi terduduk di kasurnya, dalam bayangannya masih jelas sosok Bintang yang berdiri tegak, tersenyum dan berbicara padanya walaupun dia tidak tau apa yang dikatakan Bintang padanya.
"Aku rindu, sangat rindu padamu. Tolong jangan buat aku tersiksa seperti ini Bintang, aku rindu." Ucap Pelangi dalam tangisannya.
__ADS_1
Bingung dan tidak tau harus berbuat apa, Pelangi kembali tertidur dalam tangisannya. Pelangi terbangun karena ada rasa hangat di atas kepalanya.
Pelangi membuka matanya, dia sudah melihat ibu Mira yang tampak khawatir dan terus mengompres Pelangi. Kepala Pelangi terasa sangat berat.
"Bu, saya kenapa??" tanya Pelangi dengan suara berat.
"Tadi pagi, ibu mau bangunkan kamu. Kamu mengingau terus tapi yang kamu katakan tidak jelas. Ibu pegang kepala kamu panas sekali, ibu jadi panik nak. Tapi ayah mu sedang bicara dengan dokter Okky untuk menunda kunjungan kalian." Ucap bu Mira.
"Iya bu.." Jawab Pelangi yang memang sangat merasa lemas.
"Kamu makan dulu ya nak." Ucap bu Mira.
"Pelangi tidur aja ya bu, kepala Pelangi terasa berat sekali." Jawab Pelangi.
"Baiklah nak." Ucap bu Mira.
Ibu Mira membiarkan Pelangi untuk tidur istirahat.
Dokter Okky yang mendengar kabar bahwa Pelangi sakit seketika panik, sesudah mengakhiri pembicaraan dengan ayah Pelangi. Dokter Okky menghubungi temannya yang seorang dokter juga, dokter umum yang sedang tidak terlalu sibuk.
Okky membawa temannya itu ke rumah Pelangi untuk memeriksa keadaan Pelangi. Ayah Pelangi jelas kaget kedatangan dokter Okky yang sama sekali tidak dia duga.
"Dokter kok bisa sampai disini??" tanya ayah Pelangi yang memang sedang berada di teras bebersih karena hari ini memutuskan untuk tidak kerja karena keadaan Pelangi.
"Iya pak, saya bawa teman saya. Dimana Pelangi biar di periksa pak." Ucap dokter Okky.
Tampak raut wajah yang sangat khawatir terlihat jelas di wajah dokter Okky. Tidak hanya pak Bram, teman dokter Okky pun keheranan dengan tingkah temannya itu.
Okky tidak pernah seperti ini, walaupun memiliki hubungan pasien dan dokter. Bahkan dulu Okky sempat menangani kesehatan mental seorang artis dan model, namun dia tidak pernah berperilaku seperti ini.
Hal itulah yang membuat teman dokter Okky yaitu dokter Riza sangat penasaran. Pasien seperti apa yang bisa membuat dokter Okky menjadi seperti ini.
Sering khawatir, konsultasi kesehatan dengan banyak teman dokter hanya untuk satu orang pasien.
Bersambung...
__ADS_1
Terimakasih untuk semua teman-teman yang sudah membaca cerita saya, jangan lupa tinggalkan jejak ya teman-teman dengan like, komen, dan lovenya. Dan jangan lupa untuk di share ke teman-teman lainnya ya. See you next episode guys, love you all ❤️.