
Pelangi dan ayahnya pun sudah selesai bicara, ayahnya keluar dan menemui sang dokter. Sementara Pelangi di mintai keterangan oleh kepolisian karena sudah di laporkan anak hilang. Pelangi di dampingi oleh suster saat menceritakan kronologi dirinya yang dianggap hilang. Tentu saya tidak semua hal benar di ceritakannya.
Dokter Okky dan Bram kini berbicara di ruangan dokter, mereka bicara berdua mengenai keadaan dan kondisi Pelangi.
"Apa benar anda ayah biologis dari Pelangi??" tanya Bram.
"Benar dokter." Ucap Bram sambil mengeluarkan beberapa data seperti Kartu keluarga sebelum dia bercerai, akta kelahiran Pelangi sampai surat dia bercerai dengan ibu Pelangi dan hak asuh jatuh ke tangan ibu Pelangi.
Ayah Pelangi sengaja menyiapkan itu semua, karena dia tau tak akan ada orang yang percaya begitu saja jika dia tidak menyediakan berkas-berkas itu. Apalagi anak perempuannya sudah dewasa. Melihat semua berkas dokter Okky pun mempercayainya.
"Saya mengucapkan terimakasih kepada dokter, karena saya dengar dari Mysti anak saya bahwa dokter lah yang menyelamatkannya. Terimakasih sudah menyelamatkan nyawa anak saya, saya tidak tau harus memberikan apa yang pantas untuk dokter." Ucap Bram dengan tulus.
"Sama-sama pak, itu sudah tugas saya sebagai sesama manusia dan dokter pak." Jawab Okky dengan lembut.
__ADS_1
"Begini pak, saya ingin membicarakan kondisi serius mengenai mental Mysti, tapi sebelumnya saya bisa memanggilnya Pelangi?? karena saya sudah terbiasa dengan nama Pelangi namun asing dengan nama Mysti. Boleh pak??" tanya Okky.
"Tentu silahkan dok, senyaman dokter saja." Jawab Bram.
"Setelah saya berbicara dengan Pelangi dan mengenai hasil diagnosa saya dari awal saya mengamati Pelangi. Dia mengalami trauma dan syok yang cukup berat. Saya rasa Pelangi butuh lingkungan baru yang bisa menghidupkan suasana baru serta suasana yang dapat menyentuh hatinya. Dari cerita Pelangi saya simpulkan dia banyak sekali mengalami kehilangan sepanjang hidupnya sampai ada keinginan darinya untuk hilang dari dunia. Jika bapak setuju saya akan melanjutkan pengobatan untuk mentalnya namun saya tidak menggunakan obat untuk kasus Pelangi, karena secara emosi dia cukup stabil hanya saja pikirannya yang terlalu rumit sehingga tidak semua orang bisa mengerti. Saya rasa Pelangi akan cukup dengan terapi di lingkungan yang baru." Ucap dokter Okky.
"Terapi seperti apa yang dokter maksud??" tanya Bram.
"Jika ini semua untuk kebaikan putri saya, saya bersedia mengikuti saran yang dokter sarankan. Saya juga ingin Pelangi membuka kehidupan barunya tanpa luka lamanya." Jawab Bram.
"Baik pak, kalau begitu saya akan lanjutkan terapi untuk mendalami mental Pelangi ya pak. Terimakasih sudah mempercayakan hal ini pada saya." Ucap Okky.
"Bagaimana dengan biayanya ya dok??" tanya Bram.
__ADS_1
"Bapak tidak perlu mengkhawatirkan hal itu. Dari awal saya menemukan Pelangi ini sudah niat saya untuk membantunya. Jadi tolong jangan libatkan uang dalam hal ini, karena ini murni karena hati saya ingin menolong sejak awal saya menyelamatkannya." Jawab Okky.
"Terimakasih banyak dokter, semoga dokter selalu di beri kesempatan dan rejeki dari Tuhan Yang Esa." Ucap Bram.
"Terimakasih doanya pak." Ucap Okky.
Setelah selesai obrolan dokter dan ayah Pelangi, begitu juga pun Pelangi yang sudah selesai di mintai keterangan oleh pihak kepolisian sebagai laporan mereka.
Hari itu, ayah Pelangi meminta Pelangi untuk pulang ke rumahnya untuk istirahat dan tentu saja ingin membicarakan banyak hal kepada Pelangi. Pelangi menuruti perkataan ayahnya dan ikut pulang bersama ayahnya.
Akankah Pelangi mau bekerja dengan dokter Okky??
Ikuti terus kisah selanjutnya ya teman-teman, terimakasih untuk semua teman-teman yang setia dengan membaca cerita saya. Love you all 🥰.
__ADS_1