
Pagi ini mereka semua bangun pukul 6 pagi, mereka bersiap untuk memulai pendakian jam 7 pagi. Mereka sarapan sambil mengobrol.
Sebelum mereka mendaki, Okky sudah memberitahu bahwa Pelangi adalah pasiennya. Jadi jika suatu hal terjadi saat mereka mendaki yang berhubungan dengan emosional Pelangi, dokter Okky mohon agar teman-teman lainnya dapat mengerti.
Mereka mendaki berenam dengan empat laki-laki dan dua perempuan. Dua perempuan yaitu Gea dan Pelangi, Sedangkan keempat lelaki yaitu Okky, Andre, Toni dan mas Agus seorang tour leader untuk menemani pendakian mereka agar tidak tersesat.
Mas Agus merupakan warga lokal daerah tersebut, rumahnya tepat di bawah kaki gunung yang akan mereka daki hari ini. Kami menyelesaikan sarapan kami dengan cepat dan memulai pendakian setelah istirahat makan 15 menit.
Kami mendaki masih beriringan karena jalan masih lebar, kami berjalan santai sambil menikmati pemandangan gunung yang sangat indah. Pelangi merasa sangat bahagia, pertama kalinya mendaki namun membuatnya sama sekali tidak menyesal.
Mereka akhirnya sampai di pos pertama, mereka istirahat dengan minum air mineral yang dingin karena udara gunung yang sangat dingin.
Namun bagi mereka yang mendaki bukan malah dingin, tapi jadi panas karena keringat yang muncul. Walaupun tidak banyak namun tetap membuat gerah. Pelangi pun melepaskan jaketnya dan menyimpannya di tas ransel yang hanya berisi baju dan makanan. Karena barang yang berat di bawa oleh rombongan lelaki.
"Gimana Pelangi, masih sanggup gak??" tanya Okky.
"Masih dong Ky." Jawab Pelangi.
"Kamu udah pernah mendaki ya??" tanya Andre.
"Belum bang, ini pertama kalinya." Jawab Pelangi.
"Wah stamina kamu bagus juga ya, karena kamu ringan kali ya." Ucap Andre.
"Bisa jadi sih bang. Habisnya sebelum mendaki, di suruh olahraga yang berat nih sama dokter Okky." Ucap Pelangi.
"Wah ngeluhnya sekarang kamu itu ya." Okky membalas perkataan Pelangi.
Aku tersenyum ke arah Okky, setelah istirahat 10 menit kami melanjutkan perjalanan. Kali ini aku berjalan beriringan dengan Gea, Gea yang sedari tadi terus menempel pada Toni akhirnya menemaniku dalam perjalanan kali ini menuju pos 2.
"Hai Pelangi, gimana senang??" tanya Gea.
"Senang kak, kakak udah sering mendaki ya??" tanya Pelangi.
"Iya, kakak dan teman-teman ini sudah sering mendaki. Ini pendakian kami yang ke 9 kayaknya." Jawab Gea.
__ADS_1
"Wah, seru juga ternyata mendaki ya kak. Aku baru pertama kali soalnya." Ucap Pelangi.
"Kalau kamu mau nanti ikut aja sama Okky kalau kami mendaki lagi." Tawar Gea.
"Iya kak " Jawab Pelangi sambil tersenyum.
Pelangi mulai merasa lelah, jalan yang semakin kecil membuat mereka tidak bisa jalan beriringan. Jadi formasi mereka saat ini adalah Mas Agus, Andre, Gea, Pelangi, Okky dan Toni.
...----------------...
Trek menuju pos 2 memang cukup sulit dan semakin menanjak, sehingga memerlukan tenaga yang ekstra. Di tengah perjalanan hampir sampai ke pos dua, Pelangi hampir terjatuh karena tersandung.
Kaki Pelangi mulai merasa lemah, Melihat Itu Okky dengan cepat menahan tubuh Pelangi.
"Kita istirahat dulu aja deh kalau gitu." Ucap Okky pada Pelangi.
Okky mengisyaratkan yang lain untuk duluan, karena memang pos dua sudah sangat dekat. Mereka pun mengiyakan maksud Okky agar mereka bisa menyediakan makanan sebelum akhirnya Pelangi dan Okky sampai di pos.
Okky menyandarkan tasnya di dekat batu besar, disana Pelangi duduk dan melipat kakinya. Okky melihat Pelangi melipat kakinya langsung menghampiri Pelangi dan meluruskan kaki Pelangi.
"Kalau baru habis jalan itu, kaki di luruskan rainbow. Bukan di tekuk gitu, nanti kram loh." Ucap Okky.
Pelangi memang kelihatan sangat kelelahan, Okky pun mengurut kaki Pelangi secara perlahan sambil menahannya agar tetap lurus.
"Gausah Ky, gakpapa kok. Kamu kan juga capek." Ucap Pelangi.
"Aku udah biasa mendaki, ini kan pertama kali bagi kamu. Jadi cukup diam dan terima saja perlakuan istimewaku ini ya." Ucap Okky sambil terus mengurut pelan kaki Pelangi.
"Wah beruntung banget ya calon istri dokter Okky. Kapan nikahnya dok, kayaknya udah pengen ngurus istri banget nih." Goda Pelangi.
"Gimana mau nikah, calonnya aja gak ada." Jawab Okky.
"Wah dokter Okky bisa aja, masih rahasia ya. Seorang dokter Okky tidak punya pasangan?? mana mungkinlah."
"Kok gak mungkin, ya sudah kalau gak percaya. Menurut kamu deh, kalau aku punya pasangan dan aku izin mendaki ada dua wanita di dalamnya apa mungkin pasanganku mengizinkannya tanpa dia ikut bersamaku??" tanya Okky.
__ADS_1
"Gak mungkin sih kalau pasangan dokter Okky sepertiku. Tapi kalau pasangan dokter Okky mirip kak Gea ya mungkin-mungkin saja." Jawabku.
"Ternyata kamu posesif ya." Ledek Okky.
"Kalau iya emangnya kenapa, gak boleh apa." Ucap Pelangi sambil menatap Okky.
"Boleh, boleh aja sih. Yaudah nih minum dulu supaya kita lanjut naik ke pos. Kayaknya makan siang kita udah selesai nih." Ucap Okky.
Pelangi menganggukkan kepalanya dan berdiri melanjutkan perjalanan bersama Okky. Lima menit mereka berjalan, mereka sampai di pos dua.
Disana teman-teman yang lain sudah menyediakan makan siang untuk bersama, Pelangi yang melihatnya merasa tidak enak dan meminta maaf.
"Kak, bang, maaf ya saya gak bantu siapkan makanan. Tadi saya beneran gak sanggup. Sebenarnya saya juga jadi bingung ikut ke puncak gak ya bareng kakak-kakak semua." Ucap Pelangi dan duduk di dekat Okky.
"Pelangi, santai aja. Gakpapa kok, nanti ini kita menuju pos 3 dan 4 kita bakal banyak istirahat kok. Kalau capek bilang aja ya, jangan di paksain oke." Ucap Gea.
"Iya kak, makasih ya kak." Jawab Pelangi.
"Wah Pelangi orangnya peduli sesama ya, udah jelas belum hubungannya dengan Okky??" tanya Toni sambil makan.
"Hah, maksudnya bang??" tanya Pelangi yang bingung dengan ucapan Toni.
"Kalian berdua pacaran kan??" tanya Toni menggoda Pelangi.
Padahal jelas Toni tau hubungan keduanya tidak seperti itu.
"Heh Ton, apa-apaan sih." Ucap Okky.
"Eh, enggak kok bang. Aku ini pasiennya dokter Okky, aku yang memang mau ikut dengan dokter Okky." Jawab Pelangi polos.
"Oh ya, berarti belum jadian ya. Semoga cepat jadian ya." Ucap Toni kembali sambil tersenyum.
Pelangi yang bingung, hanya bisa tersenyum dan melanjutkan makan siangnya. Okky hanya bisa menggelengkan kepalanya, melihat Toni menggoda Pelangi.
Andre yang tau Toni hanya menggoda Pelangi, ikut tersenyum melihat ke arah Okky yang memberikan pandangan tajam untuk membalas Toni. Toni hanya tersenyum melihat ekspresi temannya itu.
__ADS_1
Bersambung..
Jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komen, vote dan lovenya ya teman-teman. Terimakasih para pembaca setiaku, Love you all 🥰❤️.