Bintang Untuk Pelangi

Bintang Untuk Pelangi
Episode 29


__ADS_3

Saat semua rekan kerjanya sudah pulang, kini tinggallah Pelangi dan Sela di rumah. Saat mereka berdua duduk di ruang tengah tiba-tiba ponsel Sela berdering. Sela mengangkat telefon yang ternyata dari ayahnya.


Ternyata ibu Sela sedang sakit keras, ayahnya meminta Sela untuk pulang karena tidak ada yang membantu mereka lagi di rumah. Setelah selesai menelfon wajah Sela terlihat panik.


"Kenapa kak??" tanya Pelangi.


"Ibuku Mysti, sedang sakit keras. Ayah memintaku untuk pulang." Jawab Sela.


"Tapi aku belum permisi atau resign dari kantor sepertinya aku akan lama di sana merawat ibu." Ucap Sela.


"Coba kakak telepon saja manager kita dulu, besok aku yang antar surat resign kakak kalau emang sudah di setujui sama mereka." Ucap Pelangi.


"Bener kamu besok yang antar??" tanya Sela memastikan.


"Iya kakak." Jawab Pelangi.


Sela memutuskan menelepon atasannya, dan syukurnya atasannya memberi izin Sela untuk cuti satu bulan. Jika dalam satu bulan Sela juga tidak bisa balik, maka dia akan di anggap resign.


Begitulah atasan kami, sangat toleransi terhadap banyak hal. Kami semua sangat bersyukur bekerja dengan atasan yang sangat dermawan seperti itu.


Sela pun tidur di kamarnya, karena harus beberes dan packing. Sebenarnya Sela sangat berat meninggalkan Pelangi. Sela takut terjadi sesuatu kepada Pelangi karena keadaannya yang belum cukup stabil. Tapi mau tidak mau Sela harus pulang ke kampungnya.


Saat Pelangi memasuki kamar dan menguncinya, Pelangi tidak sengaja menjatuhkan buku diarynya yang berada di ujung meja. Membuat buku diary itu terbuka. Sayangnya buku diary itu terbuka pas di halaman Bintang menuliskan pesan untuk Pelangi.


Pelangi mengambil buku diary itu dan membaca pesannya. Saat membacanya Pelangi menangis kembali, Pelangi menangis tersedu tanpa suara, Pelangi sangat terpukul. Rasanya hatinya sangat sakit dan semuanya telah hilang.


Pelangi merasa hidupnya tidak akan pernah lagi bahagia tanpa ada Bintang di sisinya. Setelah menangis cukup lama, Pelangi yang lelah tertidur di lantai. Pelangi tidur di lantai satu malaman tanpa alas atau selimut.


Pagi harinya Sela membangunkan Pelangi, melihat Pelangi kacau dengan mata sembab sudah sangat biasa bagi Sela. Sela berpamitan dengan Pelangi.


"Mysti aku tau sekarang kamu lagi hancur, tapi please bangkit lagi oke. Aku harap kamu bisa bahagia, aku gak tau kapan bisa kembali. Tapi Please hiduplah dengan baik oke, aku rasa Bintang akan sangat bahagia jika kamu bahagia." Ucap Sela.


"Iya kak, terimakasih kak. Kakak hati-hati ya di jalan. Kirim salam dengan ibu dan ayah kakak di kampung. Semoga ibu cepat sembuh ya kak." Ucap Pelangi.


"Terimakasih Mysti, kamu juga ya semoga cepat sembuh. Jaga diri, jaga kesehatan. Aku permisi pergi pulang ya." Pamit Sela.


"Iya kak, maaf gak bisa antar kakak sampe terminal. Dan terimakasih sudah menemani aku dan mau tinggal denganku, aku tidak akan melupakan kebaikan kakak." Ucap Pelangi.

__ADS_1


Pelangi pun memeluk Sela sebelum Sela berangkat naik ojek sampai terminal. Pagi itu, Pelangi membuat surat resignnya dan membawa kucing kesayangannya ke cafe.


Sampai di cafe Pelangi menyerahkan surat resign dan memberikan kucingnya kepada Hendra.


"Kak aku boleh izin titip gak??" tanya Pelangi sambil menggendong kucingnya.


"Mau nitip apa?? kucing??" tanya Hendra.


"Iya kak, boleh ya." Pinta Pelangi.


"Kenapa kamu titip, kenapa gak kamu bawa aja??" tanya Hendra.


"Aku mau ke rumah ayah kak, ayahku alergi bulu kucing. Kalau aku tinggal di rumah beberapa hari nanti dia gak makan. Ini udah ada aku bawakan makanan dan susunya." Ucap Pelangi.


Manager Pelangi yang sudah menerima surat resign Pelangi pun turun.


"Mysti, kucing kamu biar di cafe saja. Saya yang akan rawat, tapi ingat ambil kembali ya." Ucap manager mereka.


"Terimakasih banyak pak bos, iya pasti saya ambil kembali kok." Ucap Pelangi.


Saat Pelangi meninggalkan cafe salah satu rekan kerja Pelangi bergumam.


"Kok Mysti aneh banget ya, aku jadi merinding deh kayak mau pisah selamanya aja dia begitu." Gerutu Hendra.


"Hush kamu itu gak boleh begitu, kali aja dia mau lama di rumah ayahnya." Ucap manager mereka yang berusaha berfikir positif.


Pelangi berbohong, dia bukannya mau pergi ke rumah ayahnya. Namun Pelangi pergi ke bukit dimana dia dan Bintang terakhir kali bersama. Disana Pelangi duduk tidak menyewa apapun, Pelangi hanya duduk di rumput sambil menikmati pemandangan.


Pikiran Pelangi benar-benar sangat kosong, dia tidak tau harus apa dan kemana. Dia seperti tidak punya tujuan dan arah lagi. Baginya dunia yang terlalu besar ini sangat dingin padanya yang hanya setitik di bumi.


Pelangi merasa sangat lelah, Pelangi ingin semuanya berakhir dengan tenang. Pelangi kembali menulis di buku diarynya.


"Hai dunia, kau tau perjalananku, kau tau betapa lelahnya aku berjuang hidup. Aku sangat lelah, aku memohon pada langit, tanah dan bumi tolong terima aku kembali."


Setelah menuliskan itu, Pelangi turun dari bukit itu berjalan tanpa arah sampai akhirnya dia menemukan taksi. Pelangi meminta taksi itu mengantar Pelangi ke salah satu pantai terindah dan terdekat disana.


Pelangi tidak tau dia harus kemana, namun satu yang Pelangi inginkan. Ketenangan, Pelangi mencari ketenangan untuk jiwanya yang berantakan.

__ADS_1


"Mau ngapain neng ke pantai siang-siang begini??" tanya pak supir taksi.


"Mau liburan pak, saya lagi libur kerja jadi pengen liburan." Jawab Pelangi.


"Kalau begitu akan saya antarkan ke tempat yang paling bagus di daerah ini." Ucap pak supir taksi.


"Terimakasih pak." Ucap Pelangi sembari tersenyum.


Pelangi melalui perjalanan yang cukup panjang, dia menghabiskan waktu hampir 3 jam di perjalanan menuju pantai tersebut. Pelangi membayar taksi itu cukup mahal untuk sampai ke sana.


Sesampainya disana hari sudah menjelang sore, Dari pagi sampai sore Pelangi belum makan apapun, dia terus minum air mineral untuk mengurangi laparnya.


Di pantai itu Pelangi duduk tepat di pinggir pantai dekat dengan air laut, setiap ombak yang datang dapat menyapu kaki Pelangi.


Pelangi membuka buku diarynya dan kembali menulis disana.


"Di tengah keindahan bumi ini, kenapa harus ada aku yang begitu tersisksa. Aku ingin hilang dalam dekapan keindahan dunia milik Tuhan ini."


Pelangi tersenyum setelah menuliskannya, Pelangi menaruh kembali buku diarynya ke dalam tasnya namun tidak menutup kembali tasnya.


Pelangi memejamkan matanya, hati Pelangi yang kosong seketika di penuhi dengan rasa yang menggebu. Namun sayang, rasa itu seharusnya tidak ada di dalam hatinya.


Pelangi mulai berdiri, berjalan sambil memejamkan matanya. Pelangi hanya mendengarkan dan mengikuti suara alunan ombak yang baginya sudah memikat hatinya.


Dengan senyuman Pelangi jalan perlahan menuju laut yang luas dengan lirih dia berkata.


"Aku pulang.." Ucap Pelangi.


Dengan memejamkan matanya Kini Pelangi sudah hampir berada di tempat yang dalam, ombak besar pun datang dan menyambut dirinya.


Pelangi kini masuk ke dalam lautan yang dingin dengan senyumannya. Pelangi membuka matanya dan melihat bahwa dia sudah berada di tengah lautan, disana Pelangi mengingat senyuman Bintang.


"Bintang, aku datang.." Ucap Pelangi sebelum dia menutup matanya kembali.



Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2