
Hari ini Pelangi tidak bisa pulang bersama Okky, karena ada pekerjaan yang harus di selesaikan Okky hari ini. Pelangi pulang dengan memesan ojek online, tepat pukul enam sore Pelangi sampai di rumah.
Di ruang televisi hanya ada mas Ibnu, bu Mira dan Shiren. Pelangi memberi salam kepada bu Mira dan mas Ibnu, Shiren menyambut dan memeluk Pelangi.
"Kak hari ini makan di luar yuk naik mobil mas sama aku." Pinta Shiren.
"Hmm mau kemana kamu ajak Pelangi, jangan ke tempat aneh-aneh ya Shiren." Ucap Ibnu.
"Emangnya aku pernah aneh-aneh selama tinggal sama mas kan enggak, gausah ngadi-ngadi deh mas. Mas mau buat ibu gak kasih izin aku keluar kan." Gerutu Shiren.
Mas Ibnu tersenyum puas berhasil membuat adiknya kesal. Sedikit cerita mengenai mas Ibnu dan Shiren. Mereka anak bu Mira dari pernikahan bu Mira yang pertama, bu Mira adalah janda yang di tinggal meninggal oleh suaminya. Mereka di kenal pak Bram dalam keadaan yang sangat sulit.
Awalnya untuk membantu mereka Bram menikah dengan bu Mira, seiring berjalannya pernikahan perasaan Bram dan Mira pun tumbuh, dan sekarang saling menyayangi dan mencintai.
"Mau keluar kemana dek??" tanya Mira menengahi.
"Mau ajak kak Pelangi makan di luar sekalian jalan-jalan. Adek bosan di rumah aja bu." Ucap Shiren.
"Yaudah kakak siap-siap dulu ya dek, biar kita keluar habis ini." Ucap Pelangi.
"Bener ya kak, Shiren mau mandi juga deh." Ucapnya sembari senyum sumringah.
Akhirnya Shiren dan Pelangi bersiap untuk keluar bersama, sebelum keluar kamar Pelangi memberikan pesan kepada Okky bahwa dia akan makan di luar bersama Shiren. Seperti yang sudah di duga oleh Pelangi, Okky belum membaca dan membalas pesannya.
Setelah selesai bersiap, Pelangi keluar kamar menunggu Shiren di ruang tv bersama ibu dan masnya. Pelangi memang masih sedikit canggung oleh mas Ibnu, karena mereka hanya beda dua tahun.
__ADS_1
Tak lama Pelangi duduk di samping bu Mira, Shiren pun selesai dan datang menghampiri Pelangi. Mereka berdua permisi kepada ibu dan mas Ibnu, saat itu ayah mereka belum pulang karena ada urusan bersama keluarga.
"Kalian berdua, jam delapan udah di rumah ya mas gak mau tau." Ucap Ibnu dengan tegas.
"Iya mas.." Jawab Pelangi.
Sedangkan Shiren hanya memanyunkan bibirnya karena kesal akan peraturan masnya. Ibnu memang sosok abang yang cukup tegas dan disiplin soal adik perempuannya.
Mereka berdua berkeliling kota, membeli beberapa kosmetik dan makan di angkringan di pinggir jalan. Mereka sangat menikmati waktu yang mereka habiskan berdua untuk pertana kalinya. Pelangi sangat bahagia akan hidupnya yang sekarang, dia memiliki adik, abang dan bahkan sekarang dia memiliki orang yang spesial di hatinya.
Shiren yang memang terbiasa hidup dengan ketatnya peraturan masnya sangat takut jika sedikit saja melewatkan waktu yang sudah di tetapkan masnya. Tepat pukul setengah delapan Shiren mengajak Pelangi untuk pulang.
"Kak udah setengah delapan nih kita pulang yuk. Mas serem kalau kata-katanya gak di turutin, aku takut kak." Ucap Shiren.
Pelangi tertawa melihat ekspresi adik tirinya itu, "yaudah yuk kita pulang." Ucap Pelangi.
"Itu mobil Okky ya, tapikan dia lembur. Ah salah lihat kali aku." Batin Pelangi.
Begitu sampai di depan rumah benar saja, mobil Okky sudah parkir disana. Pelangi dan Shiren langsung turun dan masuk ke rumah. Pelangi melihat Okky duduk di ruang tengah sambil bicara dengan ibu.
"Ky, tapi kamu lembur kok udah balik??" tanya Pelangi.
Okky tersenyum ke arah Pelangi, "Iya ada yang mau aku bicarakan sama kamu." Ucap Okky.
Karena Pelangi sudah datang, bu Mira langsung permisi ke dalam dan memberikan ruang untuk Pelangi dan Okky bersama. Pelangi sudah merasakan firasat yang tidak enak, karena dari raut wajahnya Okky terlihat sedih.
__ADS_1
Pelangi yang masih berdiri di samping Okky, langsung mengambil posisi duduk tepat di samping Okky.
"Ada apa Ky, kok wajahnya sendu gitu." Ucap Pelangi.
"Tadi aku di kabarin bu Ida, salah satu anak panti pulang ke surga." Ucap Okky dengan wajah yang menunduk, namun terlihat tangannya gemetar.
Pelangi kaget, karena tadi saat di panti semua baik-baik saja. Baru dia pulang dari panti, sudah mendapat kabar duka seperti ini. Namun melihat keadaan Okky yang rapuh, Pelangi langsung memeluk Okky untuk menenangkannya.
Begitu dalam pelukan Pelangi, Okky meneteskan air matanya. Okky menangis tanpa suara namun terasa tangisannya terisak dan begitu pilu. Pelangi paham apa yang dirasakan Okky, bagaimana pun dia ingin selalu anak-anak panti yang di asuhnya baik-baik saja dan dapat bertumbuh normal saat dewasa kelak.
Saat hal seperti ini terjadi, pastilah hati Okky merasa sangat pilu. Menganggap dirinya gagal dalam merawat anak-anak yang dia asuh sepenuh hati. Okky berharap semua anak disana dapat tumbuh dengan baik dan normal suatu saat ketika mereka dewasa.
Namun dalam perjalanannya ada yang pergi lebih dulu, membuat Okky sangat terpukul. Dan ini pertama kalinya Okky rasakan, kehilangan anak yang sangat dia jaga dan rawat sepenuh hatinya.
Bersambung..
Terimakasih untuk semua teman-teman yang sudah membaca cerita saya. Dukung cerita saya dengan :
*Like
*Komen
*Vote
*Tambahkan favorit
__ADS_1
* Kalau teman-teman suka tolong beri hadiah untuk author ya, terimakasih semoga rejeki teman-teman selalu berlimpah.
Love you all ❤️.