Bintang Untuk Pelangi

Bintang Untuk Pelangi
Episode 45


__ADS_3

Okky semakin kuat memeluk Pelangi mengusap punggung gadis itu dengan lembut namun cepat, agar Pelangi bisa menyadarkan dirinya. Okky sangat takut jika Pelangi tiba-tiba jatuh pingsan jika terus berlarut merasakan sesak sedihnya.


Teman-teman yang lain juga sudah melihat hal itu, namun mereka tau hanya Okky yang bisa mengatasi hal ini. Mereka membiarkan Okky dan Pelangi di dalam, namun mereka juga tak jauh dari tenda untuk tetap mengawasi Okky dan Pelangi.


Okky yang memang juga ikut menangis, mengeluarkan suaranya yang sudah serak untuk menanyakan keadaan Pelangi.


"Kamu kenapa Pelangi, kenapa tiba-tiba seperti ini??" tanya Okky dengan lembut.


"Aku merindukannya Ky, sangat merindukannya." Jawab Pelangi lirih.


"Jadi aku harus bagaimana, aku harus bagaimana membuatmu lebih baik??" tanya Okky.


Pelangi mencoba menenangkan dirinya, Pelangi menarik diri dari pelukan Okky mencoba mengatur nafasnya dan menghapus air matanya.


Melihat Pelangi melakukan hal itu, Okky spontan membantu Pelangi menghapus air matanya. Namun saat Okky menatap mata sendu Pelangi, justru air mata mengalir di pipinya.


Dalam hati Okky berkata, "Kenapa kamu harus pergi Bintang, lihat kamu menyiksanya sedalam ini." Batin Okky.


Akhirnya Pelangi pun sedikit membaik dan kesadarannya pun kembali. Okky menatap lembut Pelangi malam itu.


"Ceritakan apapun yang kamu rasakan padaku." Ucap Okky.


"Tidak sengaja buku ini terbuka saat aku sedang menyusun bajuku, aku membaca kembali pesan Bintang untukku dan ternyata aku masih sangat merindukannya. Padahal aku berusaha sekuat tenaga melupakannya." Ucap Pelangi.


"Boleh aku beri saran untukmu??" tanya Okky.


"Boleh.." Jawab Pelangi.


"Jangan mencoba melupakan seseorang yang pernah berarti dalam hidupmu. Namun kenang lah dia dengan baik, rasakan setiap kerinduan yang tiba di hatimu. Saat itu datang, cobalah menarik nafas dan mendoakannya, maka kerinduan mu akan sampai padanya." Ucap Okky.


"Dari mana kamu tau kerinduan itu akan sampai padanya??" tanya Pelangi.


"Yakin saja di dalam hatimu, kalau dia menerima kerinduan mu. Aku tau saat bicara itu gampang, tapi aku sudah mempraktekkannya. Aku selalu melakukan hal itu ketika sangat merindukan ibuku yang telah pergi sejak aku SMA. Cara itu berhasil membuatku berdamai dan akhirnya mengenang semua kebaikannya. Aku tau caraku belum tentu bisa membuatmu lebih baik, tapi aku berdoa agar caraku juga bisa membantumu." Jawab Okky.


Pelangi tersenyum mendengar perkataan Okky.


"Baiklah akan ku coba dengan caramu, tapi malam ini bisakah kamu pergi setelah aku tertidur??" tanya Pelangi.

__ADS_1


"Bisa, tidurlah aku akan menjagamu disini." Jawab Okky.


Karena lelah Pelangi membaringkan tubuhnya melakukan seperti yang Okky katakan. Menarik nafas dan mengingat hal indah saat dia bersama dengan Bintang.


Tak lama setelahnya, Pelangi tertidur dengan pulas. Okky yang memang sudah lelah tidak sadar juga ikut tertidur di samping Pelangi.


Okky seperti di hipnotis, tertidur dengan lelap. Hal ini juga pasti karena Okky yang lelah mendaki. Teman-teman yang lain, yang tadinya ingin mengecek mereka kaget, melihat keduanya sudah terlelap.


Karena kasian dan mereka percaya kepada Okky, mereka membiarkan Okky tidur disana bersama Pelangi. Mereka menutup tenda mereka. Akhirnya Gea pun tidur dengan Andre malam itu.


...----------------...


Lelah yang menghantam tubuh semua pendaki membuat mereka bangun kesiangan. Mereka bangun jam tujuh pagi, yang tadinya ke puncak untuk melihat matahari terbit, namun sekarang harapan mereka untuk melihat matahari terbenam.


Dari tempat mereka camp ke puncak sekitar empat jam lagi normalnya, namun jika mereka terlalu bersantai akan sampai dalam waktu lima sampai enam jam.


Pelangi terbangun, begitu dia membuka matanya dia melihat wajah Okky tepat di sampingnya. Pelangi kaget namun berusaha untuk tidak bersuara agar tidak membangunkan Okky pikirnya saat itu.


Namun Pelangi terpesona melihat wajah tampan yang sedang tertidur di sampingnya itu. Bulu mata yang lentik, hidung mancung, bibir merah dan kulitnya yang tidak terlalu putih namun juga tidak terlalu gelap. Membuat sosok itu terlihat gagah walaupun dalam mata terpejam.


Pelangi mengamati wajah yang sedang tertidur tenang itu dan bergumam dalam hati.


Pelangi tidak sadar kalau dia termenung mengamati wajah itu, Pelangi di sadarkan oleh suara Okky yang ternyata sudah bangun.


"Mau sampai kapan menatapku seperti itu rainbow, kita tidak akan keluar tenda jika kamu tetap menatapku seperti itu." Ucap Okky.


Sontak Pelangi kaget dan tiba-tiba bangun membuatnya lupa kalau dia sedang di dalam tenda. Pelangi hampir jatuh ke belakang karena kehilangan keseimbangan, dengan cepat Okky menarik tangan Pelangi dan memeluknya dalam dekapannya.


Mereka tidak tau bahwa teman-teman yang lain sudah pada bangun, mereka sedang membuat sarapan. Otomatis mereka kaget melihat guncangan dari dalam tenda Pelangi dan Okky.


Mereka semua kaget dan terdiam melihat tenda Pelangi dan Okky terguncang hebat. Gea yang takut Pelangi di terkam oleh Okky otomatis berdiri ingin membuka tenda namun di tahan oleh Toni dan Andre.


"Jangan, jangan berpikiran buruk oke. Ingatlah ini gunung, Okky tidak bodoh walaupun sangat tertarik dengan gadis itu." Ucap Toni.


"Jika benar si mesum itu berbuat aneh, akan ku habisi dia setelah turun gunung." Ucap Gea berapi-api.


Teman-teman cowonya yang lain tau bagaimana Gea menelan saliva mereka melihat seperti ada kobaran api di mata Gea. Bukan karena cemburu, namun Gea sudah menganggap Pelangi seperti adik kecilnya.

__ADS_1


Tak lama setelahnya Pelangi dan Okky keluar dari tenda, wajah keduanya terlihat canggung. Alhasil membuat Gea yakin kalau Okky sudah berbuat aneh kepada Pelangi.


Tatapan mata Gea pun tajam menatap Okky, Okky yang sadar akan tatapan temannya itu berkata.


"Apa, kenapa menatapku begitu??" tanya Okky ke Gea.


Toni dan Andre langsung menarik tangan Okky.


"Udah bro duduk aja yuk, kita makan dulu biar muncak udah mau jam 8 ini bro." Ucap Andre.


Pelangi pun yang aneh dengan tatapan semuanya, hanya bisa melihat dan duduk sarapan bersama dengan tatapan polosnya. Dia lupa bahwa mereka sudah mengguncangkan tenda dan membuat semuanya salah paham.


Dengan cepat mereka sarapan dan membereskan semua barang-barang mereka. Akhirnya mereka memulai perjalanan mereka menuju puncak jam delapan pagi.


"Pelangi di puncak akan jauh lebih dingin, jadi kamu harus aktif bergerak ya agar tidak kedinginan." Gea mengingatkan Pelangi.


"Iya kak, terimakasih informasinya." Jawab Pelangi.


"Sama-sama, makin hari sama kamu. Kamu makin manis aja ya." Ucap Gea mulai gemas melihat Pelangi.


"Ih kakak ada-ada aja deh, makasih kakak." Ucap Pelangi.


Pelangi selalu mencuri pandang untuk melirik Okky, kejadian tadi terus terngiang di pikirkan Pelangi membuat wajahnya terasa semakin panas.


Bersambung..


Terimakasih untuk semua teman-teman yang sudah membaca cerita saya. Dukung cerita saya dengan :


*Like


*Komen


*Vote


*Tambahkan favorit


* Kalau teman-teman suka tolong beri hadiah untuk author ya, terimakasih semoga rejeki teman-teman selalu berlimpah.

__ADS_1


Love you all ❤️.


__ADS_2