
Pelangi pergi bersama tante Aisyah mengendarai mobil tante Aisyah. Walaupun Pelangi sangat penasaran mereka akan pergi kemana, namun Pelangi sangat tenang dan gembira karena dia tau akan bertemu dengan Bintang.
"Tante, masih jauh lagikah??" tanya Pelangi yang sudah tidak sabar.
"Sebentar lagi kita sampai." Jawab tante Aisyah dengan senyum lirih.
Tante Aisyah sangat ingin mengatakan bahwa Bintang sedang tidak sadarkan diri. Namun tante Aisyah takut Pelangi jadi panik dan tidak terkontrol. Itulah alasan tante Aisyah belum mengatakan apapun mengenai keadaan Bintang pada Pelangi.
Bagi tante Aisyah lebih baik Pelangi melihat langsung terlebih dahulu, baru setelahnya bibi Bintang akan menjelaskan semuanya pada Pelangi.
Mobil mereka memasuki kawasan rumah sakit, di situ mimik wajah Pelangi berubah seketika. Dari tersenyum menjadi bingung.
Pelangi melihat ke arah tante Aisyah, mereka saling tatap. Namun tatapan tante Aisyah seperti bisa menjawab semua kegelisahan yang ada di pikiran Pelangi. Pelangi yang seperti mengerti bahwa Bintang tidak baik-baik saja, hanya terdiam tanpa bertanya sedikit pun.
Pelangi hanya mengikuti tante Aisyah saja, dari turun mobil sampai di dalam rumah sakit. Pelangi hanya mengikuti tante Aisyah tanpa bertanya sepatah kata pun.
Begitu sampai di daerah yang sepi, dan terlihat pintu besar dengan tulisan ICU. Pelangi menghentikan langkahnya, seperti tidak ingin melangkahkan kakinya kesana. Tante Aisyah yang menyadari Pelangi sedang berhenti, menoleh ke belakang memegang tangan Pelangi.
"Yok sayang, kamu mau bertemu kan dengan Bintang??" tanya tante Aisyah.
__ADS_1
Pelangi hanya menganggukkan kepalanya dengan wajah yang datar, karena hatinya sangat gelisah dan jantungnya yang terus berdegup kencang.
Pelangi di sterilkan terlebih dahulu, baru diizinkan masuk kesana. Karena ruangan Bintang di ICU untuk isolasi, jadi hanya ada dia seorang diri disana dengan dokter dan suster yang khusus menanganinya.
Tidak heran, karena dia adalah keponakan orang penting di daerah tersebut. Begitu Pelangi masuk dan melihat Bintang terbaring tidak sadarkan diri. Air mata Pelangi pun jatuh tanpa aba-aba.
Air matanya mengalir dengan derasnya membasahi pipinya, walaupun Pelangi terus mengusap pipinya. Namun tetap saja air mata itu terus mengalir tanpa henti.
Pelangi merasa sekarang kakinya sangat dingin, seperti sedang tidak menginjak bumi. Begitu sampai di dekat kasur Bintang, Pelangi melihat nama pasien disana tertulis Damarlangit bukan Bintang.
"Tante, nama Bintang sebenarnya bukan Bintang??" tanya Pelangi dengan suara yang berat karena menangis.
"Kenapa di panggil Bintang tante??" tanya Pelangi kembali.
"Karena dia selalu ceria, cerah dan bersinar seperti Bintang bagi kami sayang." Jawab tante Aisyah.
Pelangi tersenyum, Pelangi merasa setuju jika itu alasannya. Karena Bintang yang dia kenal memang begitu adanya. Pelangi langsung menghampiri Bintang dan memegang tangannya. Pelangi begitu kaget ketika dia menyentuh tangan yang di kenalnya begitu hangat kini sangat dingin.
Dengan tangan bergetar serta air mata yang tidak mau berhenti mengalir, Pelangi berkata.
__ADS_1
"Apa kabar, kenapa kamu gak ngabarin aku dalam waktu yang sangat lama. Tau gak aku hampir membencimu, kamu datang membawa bahagia untukku. Dan pergi tanpa pamit padaku." Ucap Pelangi.
"Bangunlah Bintang, aku ingin kita camping lagi. Aku juga ingin melakukan banyak hal pada kamu, emangnya kamu gak kedinginan, kamu gak lapar. Emang sih kemaren kamu makan paling banyak, tapikan udah seminggu yang lalu saat kita bertemu kamu makan banyak. Sekarang kita belum makan apapun lagi."
Pelangi yang tidak tahan tiba-tiba jongkok sambil memegang tangan Bintang karena sudah tidak sanggup berdiri. Dengan tangisan yang semakin kuat, dan air mata yang semakin deras Pelangi berkata.
"Ku mohon bangun, cuma kamu bahagia untukku. Kita belum bahagia dalam waktu yang lama, ku mohon jangan tinggalkan aku seperti ini." Ucap Pelangi.
Karena kondisi Pelangi yang semakin tidak terkontrol, suster dan tante Aisyah membawa Pelangi untuk keluar dari ruangan tersebut. Di luar ruangan tante Aisyah langsung memeluk Pelangi yang menangis.
"Tante Pelangi gimana, Pelangi cuma punya Bintang sebagai teman Pelangi dan keluarga baru buat Pelangi. Bintang selalu antar Pelangi pulang dan temani Pelangi di rumah. Sekarang Pelangi gak punya siapa-siapa lagi, Pelangi sendirian lagi tante." Rintih Pelangi.
"Enggak sayang, sekarang Pelangi punya tante. Bintang yang mempertemukan kita, sekarang Pelangi boleh bergantung pada tante ya sayang." Jawab tante Pelangi.
Untuk pertama kalinya, Pelangi merasakan panas di dadanya dan seketika pandangan Pelangi gelap. Pelangi tidak melihat apapun. Benar, Pelangi pingsan dan tidak sadarkan diri untuk pertama kalinya.
Apa yang terjadi pada Pelangi selanjutnya ya??
Bersambung..
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak ya teman-teman dengan like, komen dan lovenya. Terimakasih 🥰.