
"Bu saya izin masuk ya bu." Ucap dokter Okky dan masuk ke kamar Pelangi bersama dokter Riza dan ayah Pelangi.
Pelangi yang mendengar suara orang-orang terbangun, Pelangi kaget melihat dokter Okky datang bersama teman dokternya.
"Pelangi kamu di periksa dulu ya dengan doker Riza. Jangan takut dia adalah teman saya." Ucap dokter Okky meyakinkan Pelangi.
Tanpa menjawab Pelangi menuruti perkataan dokter Okky dan membiarkan dokter Riza untuk memeriksa keadaannya.
Setelah memeriksa keadaan Pelangi, dokter Riza mengatakan bahwa Pelangi sepertinya kena radang pencernaan. Bisa jadi penyebabnya karena menelan terlalu banyak air laut, dokter Riza memberikan obat untuk meredakan radangnya.
Setelah itu dokter Riza memberi ruang untuk dokter Okky memeriksa keadaan mental Pelangi, karena di curigai itu ada kaitannya dengan kondisi hati dan pikirannya.
Sekarang hanya ada dokter Okky dan Pelangi di kamar Pelangi.
"Bagaimana keadaan kamu sekarang??" tanya dokter Okky.
"Sudah mendingan kok dok." Jawab Pelangi.
"Kamu lupa kita teman?? panggil saja aku Okky atau Iky, lupa lagi kan." Ucap Okky.
"Aku gak lupa Ky, tapikan saat ini ada teman kamu." Jawab Pelangi.
"Diakan sekarang sedang di luar, kan sekarang hanya ada kita berdua." Ucap Okky.
"Baiklah, baiklah." Jawab Pelangi.
"Perasaan kamu, apa yang kamu rasakan hari ini?? kita sudah saling berjanji kan untuk jujur mengenai perasaan kita masing-masing." Ucap Okky.
Pelangi tersenyum.
"Hmm hari ini aku merasa rindu pada seseorang, sebenarnya sudah sejak tadi malam. Sejak merindukannya aku tidak bersemangat lagi memikirkan hal lain." Ucap Pelangi.
"Sama, aku juga sedang mengkhawatirkan seseorang sekarang, rasanya sangat khawatir sampai aku hampir terbawa emosiku." Sambung Okky.
"Siapa yang kamu khawatirkan??" tanya pelangi.
"Rahasia." Jawab Okky.
"Kok rahasia sih??" tanya Pelangi.
__ADS_1
"Kamu sendiri aja belum bercerita denganku sepenuhnya, masih ada yang kamu rahasiakan. Sama dong, aku juga punya rahasia." Jawab Okky.
"Ternyata kamu emang beneran dokter ya Ky." Ucap Pelangi.
"Kenapa ngomong gitu?? jadi dari kemarin kamu kira aku bohong??" tanya Okky.
"Aku sedikit meragukan kamu, bahkan dengan melihatku saja kamu tau masih ada yang ku sembunyikan." Ucap Pelangi sambil tersenyum.
"Aku juga sama kok, masih ada yang ku sembunyikan. Berteman kan juga butuh waktu untuk percaya dan saling cerita." Jawab Okky.
"Bagus deh kalau kamu peka." Jawab Pelangi.
"Mana handphone kamu??" tanya Okky.
"Hilang." Jawab Pelangi.
Okky mengeluarkan satu handphone dari sakunya.
"Ini untuk kamu, dan ini handphone lama kamu. Udah ku coba untuk perbaiki katanya tidak bisa lagi." Ucap Okky.
Pelangi mengambil handphone lamanya, namun masih memandangi handphone barunya.
"Iya Pelangi, aku butuh tau kabar kamu dan waktu kamu supaya kita bisa terus komunikasi." Jawab Okky.
Pelangi mengambil handphonenya.
"Nanti akan aku bayar, setelah aku sudah bekerja ya Ky." Ucap Pelangi.
"Tidak perlu." Jawab Okky.
"Jangan begitu dong Ky." Ucap Pelangi.
"Ya sudah deh, terserah kamu aja mau gimana." Jawab Okky pasrah, karena dia juga ingin Pelangi menerima pemberiannya.
"Terimakasih dokter Okky." Ucap Pelangi dengan tulus.
"Iya sama-sama Pelangi." Jawab dokter Okky.
Dokter Okky permisi kepada Pelangi untuk keluar dari kamarnya, Pelangi duduk di kasurnya dan mengamati handphone barunya. Handphone lama yang tidak bisa menyala lagi Pelangi masukkan ke dalam laci tepat di samping tempat tidurnya.
__ADS_1
Dokter Okky melanjutkan pembicaraan dengan kedua orangtua Pelangi. Mereka juga mengatakan bahwa Pelangi telah bersedia ikut kunjungan bersama dengan dokter Okky ketika dia pulih nanti. Namun ayah Pelangi meminta agar Pelangi tetap di temani oleh ibunya saat kunjungan nanti, dokter Okky dengan senang hati menyambut tawaran itu.
...----------------...
Setelah 3 hari terbaring di rumah, hari ini akhirnya Pelangi melakukan kunjungan dengan dokter Okky. Pelangi pergi bersama dokter Okky dan ibunya, begitu sampai di tempat yang di tuju Pelangi terdiam karena yang mereka kunjungi sebuah panti.
Banyak pertanyaan di kepala Pelangi, namun Pelangi masih memilih untuk diam dan mengikuti arahan dokter Okky. Awalnya Pelangi hanya mengira itu panti biasa seperti panti pada umumnya yang isinya anak-anak remaja dan dewasa.
Memang isinya adalah anak kecil, remaja dan dewasa. Namun ternyata mereka bukan anak-anak seperti pada umumnya. Begitu Pelangi masuk lebih dalam lagi, dia melihat ada beberapa anak yang bicara sendiri, berbicara sambil menangis dengan pohon bahkan ada yang marah-marah dengan rumput atau pun semut yang berada di tanah.
Melihat hal itu Pelangi terdiam, bingung namun ada rasa sesak di dadanya. Tanpa sadar air mata Pelangi menetes melihat situasi dan keadaan seperti itu.
Tiba-tiba masa kecilnya, percobaan b***h d**i yang dulu dia lakukan, bahkan yang baru dia lewati semuanya teringat kembali. Membuat Pelangi tersungkur dan terduduk di tanah, kakinya bahkan tidak bisa dia rasakan. Pelangi menundukkan kepalanya dan menangis sejadi-jadinya.
Dokter Okky yang kaget melihat Pelangi terduduk bergegas membantu Pelangi berdiri, begitu juga dengan ibu Pelangi yang kaget dan membantu dokter Okky mengangkat Pelangi untuk duduk di bangku yang ada di sana.
Begitu Pelangi duduk, dokter Okky langsung memeluk Pelangi. Dokter Okky sangat tau apa yang sedang di pikiran Pelangi, dokter Okky terus memeluk Pelangi sampai dia bisa menenangkan dirinya kembali.
Setelah melihat situasi disana, mereka singgah ke kantor yang ada di pantai itu. Disana Pelangi bertemu dengan kepala panti dan banyak berbincang mengenai panti yang tidak biasa itu.
"Kamu ya yang namanya Pelangi, dokter Okky banyak cerita tentang kamu dengan saya." Ucap bu Ida pengurus panti.
"Iya bu." Jawab Pelangi tersenyum.
"Panti ini milik dokter Okky, baru kamu loh yang di bawa kemari untuk bekerja disini. Biasanya dokter Okky akan memperkerjakan orang-orang yang memang sudah profesional di bidang ini." Ucap bu Ida.
Pelangi langsung melihat ke arah dokter Okky, karena sebelumnya dokter Okky tidak pernah cerita bahwa pantai ini adalah miliknya.
"Suatu kehormatan untuk saya bisa berpartisipasi disini, walaupun saya bukan ahli dalam bidang Jiwa." Ucap Pelangi.
Mendengar ucapan Pelangi dokter Okky langsung melihat ke arah Pelangi.
"Pinter ini anak, punya potensi ternyata." Gumam dokter Okky di dalam hati.
Bu Ida pun mulai bercerita tentang panti, bagaimana dia mengurus panti dan mengabdikan dirinya untuk anak-anak yang kurang beruntung itu.
Mendengar semua penjelasan bu Ida ternyata menggerakkan hati kecil Pelangi dan ingin mengabdi sebagai bentuk penebusan dosanya selama ini pada hidupnya sendiri.
Bagaimana Pelangi menjalani kehidupan barunya, akankah dia dapat menjadi pribadi yang jauh lebih baik dari hari ini..
__ADS_1
Bersambung..