Bintang Untuk Pelangi

Bintang Untuk Pelangi
Episode 48


__ADS_3

Satu tahun berlalu, Pelangi bekerja di panti milik dokter Okky. Kini Pelangi sudah kembali menjadi sosok yang berbeda, lebih ceria, lebih aktif bersosialisasi dan lebih bisa mengendalikan emosinya.


Hari ini Pelangi ingin mengunjungi kafe dan kucing kesayangannya Kitty yang di titipkan Pelangi di kafe. Penampilan Pelangi juga kini sudah jauh berubah, Pelangi menjadi sosok yang lebih feminim dan suka mengenakan gaun simpel kemana pun dia pergi. Rambut Pelangi yang semakin panjang terurai dengan indah, sudah terawat dengan rapi membuatnya lebih terlihat anggun.


Pelangi pergi ke kafe hari ini bersama Okky, setelah Okky pulang kerja dari rumah sakit. Okky dan Pelangi juga berencana ingin makan malam bersama di kafe tersebut. Sesampainya di depan kafe, Pelangi menatap lama kafe itu dari dalam mobil milik Okky.


"Kenapa rainbow, masih ragu untuk ketemu mereka??" tanya Okky.


"Bukan ragu Ky, gak tau kenapa jantungku deqdeqan banget." Jawab Pelangi.


"Yaudah yuk kita turun kalau gitu, aku lapar nih rainbow." Gerutu Okky.


"Iya, iya, yaudah ayo.." Ucap Pelangi sembari membuka pintu mobil Okky.


Begitu sampai di dalam kafe, Sela memandangi Pelangi. Mereka saling tatap namun Sela seperti tidak yakin bahwa itu memang Pelangi.


"Kak Sela.." Ucap Pelangi sedikit berlari ke arah Sela.


"Eh Mysti, Mysti kan??" tanya Sela dengan antusias.


Otomatis terdengar oleh pekerja lain, mereka pun melihat ke arah Pelangi dengan wajah tersenyum namun berkaca-kaca. Melihat Pelangi dari dekat Sela langsung memeluknya dengan erat.


"Alhamdulillah neng geulis udah kembali, makasih ya Mysti udah ingat lagi sama kita. Kamu lama banget sih hilangnya, kita semua mikir aneh-aneh tau." Ucap Sela sambil mengusap matanya yang sedikit berarir.


Hari itu kafe memang sepi tidak terlalu ramai, salah satu pekerja memberi kabar kepada manager kedatangan Pelangi. Akhirnya manager mereka turun dan menutup kafe, mereka semua berkumpul dan mengobrol bersama malam itu.


Melihat sosok lelaki tampan berdiri di belakang Pelangi, Sela pun langsung bertanya kepada Pelangi.


"Mysti , yang itu di belakang kamu gak niat di kenalin ke kita??" tanya Sela.


Pelangi tersenyum mendengar ucapan Sela.


"Oh iya, perkenalkan kak, mas, pak ini dokter Okky. Dokter psikiater pribadi saya. Dokter kenalkan ini teman-teman saya." Ucap Pelangi.


Mereka pun saling berkenalan satu dengan yang lain.


"Yakin Mysti cuma dokter pribadi, kok aku kayaknya gak sekedar gitu ya." Ucap Sela.


Okky hanya tersenyum mendengar perkataan Sela.

__ADS_1


"Kak Sela.." Ucap Pelangi.


"Udah, udah, kita makan dulu yuk. Kita makan sepuasnya hari ini." Ucap manager.


"Tapi tidak gratis ya Pelangi, kamu harus menceritakan kemana saja kamu selama ini kepada kami. Tuh lihat kucing kamu sudah besar, awalnya kamu tinggal dia tidak makan seminggu syukurnya dia tidak mati dan bertahan sampai sekarang." Ucap pak manager.


Memang kafe mereka sedikit berbeda, di kafe itu jadi ada enam kucing yang berkeliaran. Awalnya agar Kitty kucing Pelangi tidak kesepian, namun banyak Pelanggan yang suka sehingga kucing semakin bertambah di kafe ini.


"Sekarang makin banyak kucingnya ya pak." Ucap Pelangi.


"Banyak Pelanggan yang suka Mysti dengan kehadiran kucing-kucing lucu ini. Jadi sekarang mereka magnet yang menarik pembeli untuk datang." Ucap pak manager.


"Oia bibi Aisyah terus mencari kamu kemari, sampai terakhir sebulan yang lalu bibi Aisyah kembali mencari kamu. Sebaiknya kamu temui dia secepatnya, sepertinya dia khawatir dengan kamu Mysti." Ucap pak manager kembali.


"Iya pak, saya juga sudah berniat untuk menemui bibi Aisyah. Saya terlalu lama mempersiapkan diri sendiri sampai lupa dengan orang-orang yang menunggu saya. Saya merasa sangat buruk sekarang." Ucap Pelangi menundukkan kepalanya.


Makanan pun datang, semua di hidang dengan baik oleh mereka. Akhirnya mereka makan bersama.


"Udah lupain aja, yang penting sekarang kamu baik-baik saja. Dan yang terpenting kamu sudah memiliki niat bertemu kembali dengan bibi Aisyah. Sekarang kita nikmati saja makanan ini ya." Ucap pak manager.


Akhirnya kami semua makan bersama sedikit demi sedikit Pelangi mulai menceritakan kisahnya dengan semua yang ada di situ. Di bantu Okky yang juga menjelaskan dari pandangannya saat pertama kali menemukan Pelangi di pantai.


...----------------...


Keesokan harinya, setelah mengunjungi kafe dan membiarkan Kitty kucing kesayangannya tinggal disana. Pelangi memutuskan untuk pergi ke rumah bibi Aisyah, awalnya Pelangi ingin pergi ke makam Bintang terlebih dahulu untuk memastikan keadaan hatinya.


Namun Okky melarangnya, Okky memberi saran alangkah baiknya jika Pelangi pergi ke makam Bintang bersama bibi Aisyah. Bagaimana luka yang dirasakan Pelangi sama dengan luka yang ada di hati bibi Aisyah.


Pelangi menyetujui perkataan Okky dan pergi lebih dulu mengunjungi bibi Aisyah. Sampainya di rumah bibi Aisyah, Pelangi mengetuk pintunya.


Tok tok tok


"Permisi.." Ucap Pelangi.


Bibi Aisyah membukakan pintu, dan betapa kagetnya bibi Aisyah melihat Pelangi kembali. Bibi Aisyah langsung memeluk Pelangi dan meneteskan air matanya.


"Terimakasih sayang, kamu hidup dengan baik dan kembali menyapa tante." Ucap bi Aisyah.


Setelah berpelukan akhirnya mereka masuk ke dalam rumah bibi Aisyah. Syukurnya Pelangi jauh lebih kuat dari sebelumnya, Pelangi hanya terharu sedikit melihat bibi Aisyah. Walaupun hatinya masih merindukan Bintang namun rasa sedih dan sesak di hatinya sudah menghilang.

__ADS_1


"Pelangi ini siapa yang di samping kamu, kamu belum kenalkan ke tante loh." Ucap bi Aisyah.


"Perkenalkan tante, ini Okky. Dia yang membantu Pelangi sembuh dari trauma Pelangi, Okky dokter psikiater Pelangi tante." Jawab Pelangi.


"Oh seorang dokter, syukurlah kalau begitu. Terimakasih ya nak sudah menjaga Pelangi, tante yakin kamu bukan hanya sekedar penyembuh tapi pondasi." Ucap bi Aisyah.


Okky yang mengerti maksud bibi Aisyah tersenyum.


"Terimakasih tante.." Ucap Okky.


"Pelangi, tante sudah lama sekali tidak ke makam Bintang, tante takut tidak sanggup sendirian kesana. Maukah Pelangi ke makan Bintang hari ini??" tanya bi Aisyah.


"Mau tante, Pelangi juga berencana ingin mengajak tante pergi ke makam Bintang. Sudah satu tahun Pelangi tidak ke makam Bintang." Jawab Pelangi.


"Baiklah, tante siap-siap dulu ya sayang.." Ucap bi Aisyah.


Pelangi menganggukkan kepalanya, mereka bertiga pun akhirnya pergi ke makam Bintang. Walaupun sudah susah payah menahan air matanya, namun ketika berdoa di makam Bintang air mata Pelangi mengalir dengan derasnya.


Namun tidak seperti dulu, Pelangi sangat histeris jika menyangkut Bintang. Kini Pelangi sudah jauh lebih tenang, namun hati dan kerinduannya memang tidak bisa dia hilangkan sepenuhnya dari hati kecilnya.


Bintang adalah sosok yang sangat istimewa bagi Pelangi, walaupun kehadirannya begitu singkat namun memberi cahaya yang sangat terang bagi Pelangi.


Bintang cinta pertamanya, tidak akan pernah bisa dia hilangkan dari hatinya. Bagi Pelangi Bintang akan selalu hidup di hatinya.


Bersambung..


Terimakasih untuk semua teman-teman yang sudah membaca cerita saya. Dukung cerita saya dengan :


*Like


*Komen


*Vote


*Tambahkan favorit


* Kalau teman-teman suka tolong beri hadiah untuk author ya, terimakasih semoga rejeki teman-teman selalu berlimpah.


Love you all ❤️.

__ADS_1


__ADS_2