
Di perjalanan menuju rumah, tiba-tiba Bintang merasakan nyeri di perutnya. Tapi hanya sedikit, masih bisa di tahan oleh Bintang. Sesampainya di rumah Bintang kaget karena di tegur oleh seorang wanita.
"Kemana semalam, kok gak pulang kamu??" tanya wanita tersebut.
Ya benar dia adalah bibi Aisyah, bibi kandung Damarlangit yang biasa di sebut Bintang.
"Bibi juga tumben pulang??" Ucap Bintang yang malah bertanya kembali kepada bibinya.
"Dasar ndak sopan, di tanya bibimu kok malah nanya balik. Jawab dulu baru ditanya balik." Ucap bibi Aisyah.
Bintang langsung duduk di depan bibi Aisyah, walaupun perutnya lagi nyeri Bintang berusaha menyembunyikannya karena tidak ingin di bawa ke rumah sakit.
"Maaf bibiku yang cantik, kemaren aku camping sama teman baruku yang selalu ku ceritakan pada bibi di chatting kita. sialnya kemaren hujan deras jadi aku gak bisa pulang dan menginap di rumahnya bersama anak-anak tetangganya." Ucap Bintang menjelaskan.
"Oh si Pelangi ya." Ucap bibi memastikan.
"Iya bi, bibi belum jawab pertanyaanku." Ucap Bintang mengingatkan.
"Dasar perhitungan. Bibi pengen istirahat saja capek kerja terus." Jawab bi Aisyah.
__ADS_1
"Bagus deh kalau udah ngerasa capek, aku kirain bibi gak normal." Ucap Bintang.
"Idih, yaudah sana bebersih bau kamu tuh. Kok si Pelangi tahan banget dekat kamu, heran bibi." Ucap bi Aisyah.
"Bibi tuh yang bau." Gerutu Bintang sambil berjalan menuju kamarnya.
Begitu sampai di kamarnya, Bintang mulai merasakan perutnya semakin nyeri. Dulu jika merasakan hal seperti ini Bintang selalu pasrah, bahkan tidak jarang dia ditemukan pingsan di kamarnya. Tapi hari ini entah mengapa Bintang merasa takut, Bintang mencoba dengan merangkak untuk keluar kamarnya.
Begitu dia berhasil membuka pintu kamarnya, Bintang langsung terjatuh. Bi Aisyah yang memang masih duduk di ruang tengah mendengar hal itu, bi Aisyah langsung menoleh ke belakang. Bi Aisyah melihat Bintang meneteskan air mata saat menahan sakit untuk pertama kalinya.
Dengan lirih Bintang berkata, "bi tolong aku."
Bintang dibawa ke rumah sakit oleh bi Aisyah, Bintang kritis. Bintang masuk ke ruangan ICU, bi Aisyah menangis dan panik seorang diri. Bi Aisyah sangat takut kehilangan ponakan satu-satunya itu. Dengan perasaan frustasi dan kalut bi Aisyah berkata dalam tangisannya.
"Tuhan, jangan renggut dia di masa mudanya. Tolong, biarkan dia menikmati masa mudanya." Rintih bi Aisyah dalam ratapannya.
...----------------...
Hari ini Pelangi bekerja seperti biasanya, karena memang tidak ada hari libur di tempat Pelangi bekerja. Karena cafe mereka selalu ramai di hari-hari libur. Namun mereka diizinkan off seminggu sekali, Pelangi baru menggunakan jatah itu sekali semalam.
__ADS_1
Pelangi mencari ke segala arah di dalam cafe. Dia mencari keberadaan Bintang, namun tidak dia temukan. Pelangi sedikit heran, karena biasanya Bintang selalu sampai terlebih dahulu darinya. Namun hari ini dia tidak melihat keberadaan Bintang.
Pelangi langsung ke loker untuk mengganti pakaiannya, setelahnya Pelangi langsung duduk di kasir. Pelangi ngecek ponselnya berharap ada pesan dari Bintang. Namun Pelangi tidak mendapatkannya.
Pelangi ingin mencoba menelepon Bintang. Saat hendak menelepon Bintang, Pelangi di kagetkan oleh rekan kerjanya.
"Bintang kemana?? tumben banget dia gak masuk padahal kamu masuk??" tanya Sela rekan kerja mereka.
"Iya nih kak, dia juga gak bilang apa-apa padaku." Jawab Pelangi.
"Kamu gak coba hubungi??" tanya Sela.
"Ini mau aku hubungi kak.." Jawab Pelangi.
Sela pun kembali melanjutkan pekerjaannya karena memang sela adalah waiters di cafe tersebut. Pelangi mencoba menghubungi nomor yang Bintang pakai untuk menelepon pelangi. Namun nomor tersebut tidak aktif.
Pelangi tidak merasakan firasat apapun, Pelangi hanya berfikir mungkin Bintang kelelahan dan ketiduran. Itu yang ada di pikiran Pelangi, sehingga sedikit pun Pelangi tidak merasakan hal lain di dalam hatinya.
Bersambung..
__ADS_1
Terimakasih untuk semua teman-teman yang sudah singgah membaca cerita saya, semoga selalu di berikan rejeki yang berlimpah serta kesehatan.