BUKAN PEMILIK HATI SUAMIKU

BUKAN PEMILIK HATI SUAMIKU
Untuk Pertama Kalinya


__ADS_3

Malam itu Fatih mabuk berat.Laki-laki yang tak pernah menyentuh alkohol itu terpaksa menenggak minuman keras karena rayuan dari Maya,kekasihnya.Hanya karena merasa tidak enak dengan ajakan sang kekasih,Fatih minum minuman yang dicap haram tersebut.


Untunglah,Dirga bisa membawa pulang bosnya tanpa perlawanan yang berarti.Usai mengantarkan Maya ke apartemennya,Dirga juga membawa kembali Fatih ke tempat dimana istrinya berada.


Tepat pukul 11 malam,Fathiya merasa terganggu tidurnya karena mendengar suara bel yang terus berbunyi dari luar.Dengan langkah berat,Fathiya pun segera mendekati pintu utama apartemennya.


Matanya terbelalak,saat mendapati sang suami yang terlihat acak-acakan,matanya memerah,rambutnya berantakan dan di bajunya ada bekas lipstik perempuan.


"Mas Fatih kenapa?",tanya Fathiya dengan mengatupkan tangan pada bibirnya pertanyaan itu ia tujukan pada sang asisten yang sedang menyangga tubuh tegap suaminya tersebut.


"Dia habis minum Nona!Bisa saya antar beliau ke kamarnya sekarang?",tanya Dirga usai melihat wajah keterkejutan dari istri bosnya tersebut.Ekspresi Fathiya memang tidak aneh,karena selama ini Fatih memang hampir tidak pernah terlihat menyentuh minuman keras.Ini juga pertama kalinya Fathiya melihat suaminya minum.


"Oh ya silahkan Dirga...",seru Fathiya seraya menyingkirkan tubuhnya dari tengah pintu untuk membuka akses masuk bagi suami dan juga asisten suaminya.


"Terima kasih Nona",ucap Dirga dengan sopan yang segera diangguki oleh Fathiya.


"Kamu bawa Mas Fatih ke atas dulu,biar aku buatin teh jahe untuk kalian",instruksi Fathiya pada Dirga usai ia menutup pintu.


"Baik Nona",

__ADS_1


Fathiya pun menuju ke dapur.Ia segera membuat minuman teh jahe untuk menghangatkan tubuh suaminya sekaligus menghilangkan efek pusing dan mual usai mengkonsumsi minuman keras.


'Ada apa denganmu Mas?Bukankah kamu sedang bahagia karena kekasihmu telah kembali?Tapi kenapa seperti ini?',gumam Fathiya di sela-sela aktifitasnya didapur.


Usai menyelesaikan urusannya didapur,dengan membawa nampan yang berisi minuman hangat,Fathiya mulai melangkah ke arah kamar suaminya berada.Rupanya Dirga telah melepas sepatu yang menempel dikaki Fatih dan juga telah mengganti baju atasannya tersebut.


"Dirga ini teh jahe untukmu!Terima kasih karena telah mengurus Mas Fatih",ucap Fathiya tulus seraya mengulurkan nampan yang dibawanya pada Dirga.


Karena kehausan,Dirga pun meminum secangkir teh jahe tersebut serta kembali mengucapkan terima kasih pada Fathiya.Setelah itu,Dirga pun undur diri dari kediaman mereka.


Fathiya masih membeku disamping suaminya yang kini telah tertidur lelap dibawah gulungan selimut tebal yang membungkus tubuhnya.Tangan Fathiya tanpa ia sadari menyentuh wajah Fatih dan mengusapnya pelan-pelan.Fathiya ingin mengamati wajah suaminya di detik-detik terakhir di rumah ini.


Puas menatap wajah tampan sang suami,Fathiya menghentikan sentuhannya.Ia segera beranjak,hendak kembali ke kamarnya.Namun,langkahnya tertahan saat tangannya di tarik oleh seseorang.Kini Fathiya sudah ada dibawah kungkungan Fatih.


"Mas...Kamu mau apa?",tanya Fathiya gugup.Ia bisa melihat sorot merah memancar dari mata sang suami.Entah sejak kapan suaminya itu sadar.


"Aku ingin meminta hakku sekarang",jawab Fatih yang membuat bola mata Fathiya hampir keluar.Rasa panas yang menyerang di tubuh Fatih ingin segera ia lampiaskan pada wanita yang berstatus istrinya tersebut.Ia merasa ada yang tidak beres dengan tubuhnya,tidak mungkin karena efek karena minuman,pikirnya.


"Hah???",

__ADS_1


"Aku ingin kamu menyerahkan kesucianmu padaku",ulang Fatih pada istrinya.


"Tidak Mas!Jangan...",desis Fathiya,berusaha menolak keinginan Fatih.Ia memukul-mukul dada Fatih dengan kedua tangannya,namun semua itu tak berarti apa-apa untuk Fatih karena tenaganya yang jauh lebih kuat dari Fathiya.


"Maaf Fa!Aku sedang butuh tubuhmu sekarang...Tubuhku terasa terbakar!Dan aku hanya bisa melakukannya denganmu",desis Fatih dengan sorot mata elangnya,meminta persetujuan dari istrinya.


Tanpa mendengar penolakan Fathiya lagi,Fatih segera mencumbu bibir Fathiya.Bibir tipis Fathiya terasa manis di indera pengecapnya.Sentuhan lembut,ia lakukan pada Fathiya,hingga gerakan gadis itu mulai memudar,tak menyakitinya lagi.


Perlahan Fatih melepaskan atasan istrinya.Matanya terpana melihat dua gundukan yang ada pada tubuh mulus istrinya.Tanpa aba-aba ia menyentuh dan menghisapnya seperti koala.


"Mas hentikan",rancu Fathiya dengan air mata berlinang.Ia tak tahu lagi harus memperingatkan Fatih seperti apa.Ia yakin suaminya akan menyesal bila telah sadar nanti.


"Sayang aku menginginkanmu",


Deg,


Hati Fathiya melemah hanya karena panggilan sayang dari suaminya.


Tangan Fatih mulai mengular ke seluruh tubuhnya dan tanpa aba-aba Fatih segera memasuki gowa yang ada pada istrinya karena sudah tak tahan dengan hawa panas yang ada pada tubuhnya.

__ADS_1


Fathiya menangis pilu dibawah kungkungan sang suami.Darah segar keperawanannya tersebar diatas sprei tersebut.Tubuhnya remuk karena ulah suaminya.Sementara Fatih,semalaman itu ia melakukannya pada Fathiya,tidak hanya satu ronde tapi lebih dari lima ronde.Hingga tubuh Fathiya lemas tak berdaya.


__ADS_2