
"Kamu udah makan Fa?",tanya Fatih setelah ia memperhatikan wajah istrinya cukup lama.
"Belum",jawab Fathiya datar.Perkataannya tidak ramah sama sekali.Meskipun juga tidak bisa dikatakan ketus.Fatih yang melihat pipi cubby istrinya makin merasa gemas ingin menciumnya.
"Ya udah ayo keluar!Kita cari makan diluar!",ajak Fatih seraya menarik tangan istrinya."Kasihan bayi kita kalau kamu kelaparan",tambah Fatih yang membuat dada Fathiya makin bergetar.Pasalnya setiap ada kesempatan,Fatih selalu mengusap-usap lembut kulit perutnya.
"Ini belum waktunya istirahat Mas!Lebih baik Mas pulang dulu!Lagi pula aku membawa bekal!Aku harus kembali ke ruangan kerjaku lagi sekarang!Urusan kita sudah selesai bukan?",kata Fathiya seraya membalikkan tubuhnya hendak meninggalkan suaminya.Namun,pergerakan tubuh Fathiya di hentikan suaminya dengan perlakuan suaminya yang memeluk tubuhnya dari belakang.Tangan Fatih melilit erat di pinggangnya.Mengusap perut istrinya dengan gerakan yang sangat lembut.
"Mas!Tolong jangan seperti ini!Malu dilihat orang",kata Fathiya seraya melirik Dirga yang tampak salah tingkah di depannya.
"Dirga!Kembali ke mobil sekarang!",perintah Fatih yang segera dipatuhi oleh Dirga.
Tanpa berkata apa-apa,Dirga pun segera keluar dari ruangan tersebut,meninggalkan dua orang bucin yang baru bertemu kembali setelah lama terpisah tersebut.
"Sekarang sudah tak ada siapapun Sayang!",bisik Fatih di telinga istrinya yang kembali membuat wajah Fathiya kembali merona.
__ADS_1
Untuk beberapa saat,Fathiya memejamkan matanya karena terhanyut dengan perlakuan romantis yang diciptakan oleh suaminya.
"Cukup Mas!Aku harus bekerja",ucap Fathiya setelah otaknya kembali tersadar beberapa saat kemudian.
"Tidak Sayang!Mulai sekarang berhentilah bekerja!Kamu sedang hamil tua!Biar aku yang mencukupi kebutuhan kalian",kata Fatih seraya memutar tubuh istrinya.Kini posisi mereka berhadap-hadapan satu sama lain.
"Tidak perlu Mas!Bukankah kita sudah ce...",
"Sssstttt...Tidak Fa!Sampai kapanpun aku tidak akan menceraikan kamu!Apapun yang terjadi kita akan selalu bersama sampai tua nanti ",potong Fatih dengan menempelkan jari telunjuknya di bibir istrinya.
"Tidak akan pernah",jawab Fatih dengan tegas.
Karena tak sabar melihat istrinya yang terus terdiam,Fatih segera menggendong istrinya ala-ala bridal style meskipun ia tahu bobot tubuh Fathiya tidaklah ringan.
Fathiya yang diangkat tubuhnya seperti karung beras segera berteriak-teriak.
__ADS_1
"Turunkan aku Mas!Aku ingin kerja",teriak Fathiya yang tak dihiraukan oleh suaminya tersebut.
"Diamlah Sayang!Atau aku akan menciummu dihadapan mereka semua",kata Fatih seraya menunjuk ke arah teman-teman istrinya yang kini tengah memandangi mereka dengan penuh tanda tanya di benak mereka.
'Ckckck selalu saja menggunakan ancaman agar membuatku nurut',decak Fathiya sebal,namun hanya mampu ia ucapkan dalam hati.Fathiya pun mengalah,demi kewarasan otaknya dia harus bisa mengendalikan emosinya dihadapan pria ini.
Fatih tersenyum penuh kemenangan saat istrinya kembali menuruti perkataannya.
"Ada apa ini Pak?Anda ingin mengajak pegawai saya kemana?",tanya Bu Sari bingung saat mendengar sedikit keributan didepan ruang produksi garmen miliknya.Ratna yang penasaran dengan suara sahabatnya,juga ikut-ikutan keluar.Ia tidak ingin Fathiya kenapa-kenapa.
"Maaf Bu!Perkenalkan nama saya Fatih!Saya adalah suami Fathiya.Mulai sekarang saya tidak akan mengijinkan lagi istri saya bekerja dengan Anda karena kandungannya yang sudah tua dan mendekati hari H kelahirannya!Jadi mohon pengertiannya!",kata Fatih tanpa menurunkan Fathiya dari gendongannya,yang membuat Fathiya bertambah malu karena dihadapannya ada bos dan juga sahabatnya.
"Suami????",tanya mereka bersamaan.Mereka tidak menyangka Fathiya memiliki suami yang sangat tampan,gagah dan terlihat sangat kaya seperti ini.
"Benar Bu!Saya suaminya!Saya baru tahu kalau beberapa bulan ini istri saya bersembunyi di kota kecil ini karena sedikit masalah di antara kami",kata Fatih menyindir istrinya yang dibalas pelototan tajam dari Fathiya.
__ADS_1