BUKAN PEMILIK HATI SUAMIKU

BUKAN PEMILIK HATI SUAMIKU
Bab 49


__ADS_3

Fatih menghimpit tubuh Fathiya yang kini tampak membesar karena efek kehamilannya.Laki-laki itu sengaja menghilangkan dan semakin memangkas jarak diantara mereka berdua tak perduli dengan segala penolakan yang selalu dilayangkan oleh istrinya.Membenamkan dagunya di ceruk leher Fathiya dan mencari tempat ternyaman disana.Ia sama sekali tak memperdulikan tatapan Dirga kepadanya.Baginya saat ini,permohonan maafnya bisa di kabulkan oleh istrinya.Itu adalah yang terpenting menurutnya.Terserah bila ia dikatakan terlalu bucin pada istrinya sekarang karena itulah memang kenyataannya.


"Sayang!Maafkan aku!Aku janji akan berubah",ucapnya yang membuat Fathiya tak bisa terlalu mengabaikan suaminya.Diam-diam wanita itu cukup menikmati segala sentuhan Fatih,meskipun hatinya masih merasa dongkol dengan perbuatan suaminya dimasa lalu.


"Mas Tolong jangan seperti ini!Aku malu!Ada Dirga di depan kita!",pinta Fathiya karena tak ingin mengumbar kemesraan di depan orang lain.


"Aku tak perduli!Jawab dulu permintaan maafku baru aku lepasin",katanya di sertai sedikit ancaman.


'Ckck Dasar pemaksa',batin Fathiya sebal.Ia heran kenapa suaminya ini selalu punya seribu cara agar orang lain bisa memaafkannya dengan mudah.


"Baiklah!Aku memaafkanmu Mas!Tapi lepasin dulu pelukannya!Aku risih",kata Fathiya dengan terpaksa,namun permintaannya di turutin juga oleh Fatih.Pria itu melonggarkan pelukannya,namun tangan kanannya menelusup kesela-sela jari milik Fathiya dan *******-***** tautan jari mereka dengan lembut.


Cup,


"Terima kasih Sayang!"',kata Fatih yang dengan sengaja mencuri sebuah kecupan di pipi istrinya.Hal yang makin membuat Fathiya merasa salah tingkah dan rona pipinya kini bersemu merah.

__ADS_1


Setelah drama yang dibuat Fatih,kini keduanya sudah tiba di sebuah resto yang cukup mewah yang ada di pulau tersebut.


Usai mematikan mesin mobil,Dirga segera memutari pintu mobil,berniat hendak membukakan pintu mobil untuk Bos dan istrinya.


"Silahkan Bos",


"Terima kasih Dirga!",jawab Fatih dan Fathiya hampir bersamaan.


"Kompak amat Bos!Non!Berarti kalian emang berjodoh!",celetuk Dirga yang membuat Fatih terkekeh sedangkan Fathiya makin terlihat salah tingkah.


Fatih segera membantu istrinya turun dari mobil,menggenggam tangannya dengan lembut dan mengapit lengan istrinya dengan posesif saat memasuki area resto tersebut.


Fathiya terlonjak kaget saat rambutnya di sentuh oleh suaminya saat sedang terlena memandangi pemandangan indah yang ada di resto tersebut.Fathiya mengakui kalau semenjak pindah ke kota ini,ia dan ibunya tidak pernah liburan.Yang ia pikirkan hanyalah kerja dan kerja.


"Ehm.....Kenapa Sayang?Kamu tidak suka dengan restonya?Kalau ga suka kita bisa pindah!",tanya Fatih dengan lembut.Bola matanya selalu fokus memandangi wajah istrinya yang sekarang masih sering menunduk dihadapannya.

__ADS_1


"Suka kok Mas!",jawab Fathiya jujur.


"Beneran?",


"Bener",jawab Fathiya seraya mengerucutkan bibirnya yang membuat Fatih makin gemas ingin mencolek pipi Fathiya yang kini terlihat menggembung itu.


Beberapa saat kemudian,pelayan datang.Kali ini Fatih sengaja memesan banyak makanan karena ia ingin istrinya makan banyak.Ia sempat mendengar bahwa orang hamil pasti banyak membutuhkan banyak nutrisi agar bayi mereka tetap sehat di dalam sana.


"Banyak sekali Mas pesanannya?Untuk siapa semua ini?",tanya Fathiya saat pesanan mereka telah datang.


"Ya untuk kita Sayang?Untuk siapa lagi",jawab Fatih dengan sabar.


"Makanlah!Aku tahu porsi makanmu pasti bertambah saat sedang mengandung anakku seperti ini!",tambah Fatih yang segera diangguki oleh Fathiya.


Tanpa rasa jaim lagi,Fathiya pun menyantap makanan yang telah tersedia di atas meja.Memang benar apa yang dikatakan Fatih,semakin hari semakin bertambah nafsu makannya,sejak tahu kalau ia mengandung.

__ADS_1


Sudut bibir Fatih melengkung ke atas membentuk sebuah senyuman di bibirnya saat memandangi istrinya yang sedang lahap makan seperti ini.Perasaan bersalah kembali menyerang ulu hati Fatih saat melihat betapa lahapnya sang istri makan didepannya.


'Maafkan aku Fa!Aku janji setelah hari ini kamu dan anak-anak kita akan menjadi prioritas utama dalam hidupku',janji Fatih dalam hati.


__ADS_2