BUKAN PEMILIK HATI SUAMIKU

BUKAN PEMILIK HATI SUAMIKU
Pertengkaran Fatih dan Maya


__ADS_3

"Apa yang kamu lakukan May ?Tanpa sadar kamu tadi juga sudah mempermalukan kekasihmu ini didepan umum!Bagaimana bila keluargaku tahu ulah kamu hari ini atau seorang rekan bisnisku melihat pertengkaran kita tadi?Aku pastinya tidak akan memiliki muka lagi May dihadapan mereka!Aku sungguh kecewa sama kamu",ucap Fatih dengan raut wajah frustasi bercampur kesal usai mengantar Maya pulang ke apartemennya.Kebetulan orang tua Maya sedang ada undangan makan malam di luar bersama rekan bisnisnya,jadi Fatih merasa lebih leluasa berbicara dengan Maya.


Ia tidak menyangka Maya akan nekad mempermalukan dirinya,terutama istrinya di depan umum.Segumpal rasa bersalah tiba-tiba datang menyerang ulu hatinya.Apalagi saat melihat bagaimana kesedihan istrinya yang tak berkutik melawan Maya membuat rasa bersalahnya semakin besar.Sedangkan dirinya sebagai seorang suami tak berbuat apa-apa untuk membela istrinya.Mengabaikan dan membiarkannya sendirian di mall padahal ia yang memaksa istrinya itu pergi bersamanya.Kemudian dia pula yang mencampakkannya usai kedatangan Maya tadi.Ia benar-benar merasa sebagai pria yang brengsek.


"Brengsek lo Fatih",gumam Fatih pada dirinya sendiri.Ia menyugar rambutnya dengan kasar untuk meluapkan emosi yang ada pada dirinya.


"Jadi kamu menyalahkan aku Beib?Hah?Perempuan mana yang tidak cemburu bila kekasihnya jalan sama perempuan lain?",sarkas Maya meluapkan emosinya dihadapan Fatih membuat laki-laki itu tersadar dari lamunannya.


"Tapi jangan gitu juga dong May!Orang-orang tahunya dia itu istriku!Beri aku waktu untuk menyelesaikan rumah tanggaku terlebih dahulu!Jangan sakiti siapapun!Aku tidak ingin ada yang terluka diantara kalian!",bujuk Fatih dengan suara lebih lembut seraya memegang kedua bahu kekasihnya agar lebih tenang.


"Kenapa?Apa sekarang kamu sudah mulai suka sama istrimu yang p*nc*ng itu?",sinis Maya dengan tatapan garang pada Fatih.


"Cukup May!Dia itu istriku",bentak Fatih yang sudah siap melayangkan tangannya di udara,namun ia urung melakukannya.Ia tidak terima istrinya dikatai seenaknya oleh orang lain,meskipun itu adalah kekasihnya sendiri.

__ADS_1


"Kenapa Say?Kamu mau nampar aku hanya gara-gara wanita ga penting itu?Kamu tak terima aku mengatainya?Sebenarnya sudah sejauh mana hubungan kalian?",tanya Maya dengan penuh emosi.


"Sayang!Kamu salah paham!Bukan begitu maksudku",bantah Fatih yang masih berupaya menyangkal perasaannya.Baginya Maya masih menjadi yang utama di hatinya,sedangkan perasaannya pada istrinya hanyalah kekaguman semata karena seringnya bersama.


"Salah paham katamu?Jelas-jelas aku melihat sendiri kamu tadi menyentuh tangan wanita itu",kata Maya dengan menggembungkan pipinya,matanya telah memerah dan siap mengeluarkan tangisan.Seingatnya ini adalah pertama kalinya mereka bertengkar hebat.Dan yang paling membuat Maya heran adalah pemicunya wanita yang menurutnya sangat dibawah standartnya.Ia ragu benarkah kekasihnya itu mulai menyukai istrinya?


"Maya aku mohon kendalikan emosimu!Kita bisa bicara baik-baik atau...."Fatih memberi jeda,"Aku akan pergi sekarang!",ancaman Fatih rupanya mampu membuat Maya lebih tenang.Fatih juga meminta Maya minum air putih yang sebelumnya sudah disiapkan oleh pembantu Maya terlebih dahulu untuk menetralisir emosinya yang sudah memuncak.


"Say berjanjilah padaku satu hal",ucap Maya seraya memeluk Fatih dengan posesif setelah ia lebih tenang.


"Apa Sayang?",tanyanya.


"Jangan pernah ninggalin aku!",pinta Maya dengan suara bergetar.Meskipun merasa tidak sekelas,Maya tetap khawatir kekasihnya akan tergoda akan istrinya.

__ADS_1


"Ya",sahut Fatih,meskipun ia ragu saat mengatakannya.


"Ceraikan dia secepatnya!",pinta Maya sekali lagi.


Fatih diam beberapa saat.Ia ragu apakah ia akan mampu berpisah dari istrinya sementara ia sudah merasa nyaman bersama wanita itu.


Hanya mengingat namanya saja,rasa-rasanya ia ingin segera kembali ke rumah dan melihat keadaan wanita tersebut serta meminta maaf atas kesalahannya hari ini.


Ia tahu Fathiya adalah gadis yang pemaaf.Hanya sedikit penjelasan darinya,ia yakin bisa meluluhkan hati istrinya.Ia akan melakukan itu setelah kembali dari sini.


"Sayang!Kenapa diam?Kamu ga keberatan kan dengan permintaanku?",rengek Maya dengan manja.


"Tidak Sayang!Aku akan melakukannya",ucap Fatih demi membuat kekasihnya lega.

__ADS_1


__ADS_2