BUKAN PEMILIK HATI SUAMIKU

BUKAN PEMILIK HATI SUAMIKU
Memperbaiki Kesalahan


__ADS_3

Lamat-lamat Fathiya mulai membuka bola matanya di pagi itu.Dahinya mengernyit kala menyadari langit-langit kamar yang ditempatinya sekarang begitu berbeda dengan langit-langit kamar miliknya yang biasa ia tempati sehari-hari.Ia juga baru menyadari tubuhnya sedang dililit oleh tangan kekar seseorang dengan erat dari belakang tubuhnya.


"Mas Fatih",gumam Fathiya usai merotasikan bola matanya ke arah lelaki tampan yang tampak membelit tubuhnya.Mendadak,Fathiya segera meneliti kondisi pakaiannya.Ia merasa bersyukur karena masih mengenakan pakaian yang lengkap.


Fathiya segera menyingkirkan tangan kekar suaminya tersebut dari atas perutnya.Sungguh,ia merasa sangat kecewa dengan sikap Fatih kemarin yang tak menghargai usahanya sama sekali.Fathiya berjanji,mulai sekarang ia akan semakin membentangkan jarak dengan suaminya tersebut.


"Woam....Kamu sudah bangun Fa?",suara Fatih menghentikan kegiatan Fathiya yang memandangi wajah sang suami.Wajah laki-laki itu tampak biasa saja,tanpa menampakkan rasa bersalah sama sekali.Dan Fathiya sangat membenci itu.Fathiya mungkin tak bisa membenci Fatih terlalu besar karena rasa cintanya yang terlalu besar.Namun,ia membenci kebodohannya sendiri yang masih berusaha untuk menarik perhatian suaminya dengan membuat kue dan nasi kuning kemarin.Toh akhirnya juga akan berujung pada tempat sampah seperti makanan yang ia pernah buat sebelumnya.


"Iya",jawab Fathiya singkat,menahan air matanya yang hampir lolos namun tetap ia tahan.Ia tidak perlu berbasa-basi lagi dengan suaminya.Fathiya juga membuang muka ke arah lain agar tidak melihat wajah sang suami yang menyebalkan tersebut.


"Mau pergi kemana Fa?",tanya Fatih saat melihat istrinya yang hendak beranjak dari ranjang yang di tempati mereka berdua saat ini.

__ADS_1


"Kamar mandi",


Melihat perubahan wajah istrinya yang kentara marah,Fatih segera menarik kedua tangan Fathiya dan menggenggamnya dengan lembut.


"Kamu marah Fa?",tanya Fatih pada sang istri yang tak mau menatapnya.Tak ada lagi pandangan memuja dari wanita ini yang ia rasakan seperti sebelum-sebelumnya.Akan tetapi memang wajar juga bila istrinya semarah ini,pasalnya ia sudah sering kali mengecewakan wanita berstatus istrinya ini berkali-kali.


"Tidak Mas",sahut Fathiya singkat.


"Maafin aku Fa!Semalam aku tidak tahu kalau kamu menungguku dan menyiapkan kejutan itu untukku",ucap Fatih dengan suara yang amat lembut hingga membuat Fathiya mendongak menatap sang suami.Kali ini,ia bisa melihat raut bersalah dari wajah sang suami.


Melihat manik mata Fathiya yang sayu dan memerah,entah kenapa membuat hati Fatih merasa iba.Entah sudah berapa kali ia mengecewakan dan menyakiti wanita yang ada dihadapannya ini dengan mulut kasarnya.Dan selama itu pula,Fathiya selalu bersikap sabar kepadanya.Sampai kapan ia akan setega itu pada istrinya sendiri?

__ADS_1


"Ayo kita bangun Fa!Dan makan kue ulang tahun yang kamu buat!",ajak Fatih seraya membantu menegakkan tubuh istrinya dari posisi duduknya yang sekarang.Kemudian menuntunnya ke arah dapur.Mungkin hal yang dilakukannya sekarang,akan sedikit mengobati rasa kecewa di hati istrinya tersebut.


"Tidak usah Mas!Mungkin makanannya sudah tidak enak!Aku lupa menaruhnya di kulkas kemarin",jawab Fathiya.


"Aku sudah menaruh semua masakanmu di kulkas.Kamu tinggal memanaskannya saja!Dan kita akan memakannya berdua",ujar Fatih yang membuat Fathiya tersentak.Sejak kapan suaminya mengurusi makanan yang telah dibuatnya,pikirnya.


"Tidak perlu Mas!Jangan dimakan!Aku tahu kamu tidak suka pada makanan yang dipanaskan",kilah Fathiya berupaya mencari alasan.Ia sedang tidak ingin berdekatan dengan suaminya.Melihat sekilas kotak kado yang berisi jam tangan mewah diatas nakas suaminya tadi seolah mengingatkannya untuk sesegera mungkin menjauh dari Fatih.Kini ia telah berasumsi kalau semalaman suaminya pasti menemui Maya,pacarnya dan mengabaikan dirinya yang hanyalah istri yang tak dianggap.


"Kamu ngomong apa Fa?Aku tidak pernah berkata seperti itu!Aku suka makanan yang dipanaskan ataupun yang baru!",ucap Fatih dengan suara tegas pada sang istri.Ia tahu kalau istrinya hanya sedang mencari alasan untuk bisa menjauh darinya.Semarah itukah istrinya itu semalam?Hingga berdekatan dengannya saja,Fathiya tak mau?


"Maaf Mas!Tapi aku ingin ke kamarku!Aku...."

__ADS_1


"Cukup Fa!Jangan membantah lagi!Ayo ikut aku",Fathiya tak melanjutkan perkataannya karena dipotong oleh Fatih.


Mau tak mau,akhirnya Fathiya memilih mengikuti langkah suaminya yang tak suka di bantah itu.


__ADS_2