BUKAN PEMILIK HATI SUAMIKU

BUKAN PEMILIK HATI SUAMIKU
Permintaan Maaf Fatih


__ADS_3

"Fathiya An-nahla lubis!",panggil Bu Sari,pemilik rumah garmen tempat Fathiya bekerja pada salah satu anak buahnya menjelang waktu makan siang tiba.


Fathiya yang semula fokus dengan mesin jahit,kini mendongak saat namanya di panggil"Saya Bu",katanya lalu mulai mendekat ke arah Bu Sari.


"Pergilah ke ruang tamu!Disana ada tamu yang menunggumu!",kata Bu Sari yang membuat kening Fathiya mengernyit.Ia merasa heran,pasalnya selama ini belum pernah kedatangan tamu di tempat kerja.Siapa orang ingin bertemu dengannya?Batin Fathiya.


"Baik Bu",jawab Fathiya patuh.Mana berani Fathiya membantah perkataan bosnya.Tanpa mengulur waktu lagi,kaki Fathiya mulai terseok-seok saat melangkah ke dalam sebuah ruangan yang disebutkan oleh Bu Sari tadi.


Deg,


Fathiya begitu terkejut saat mendapati suaminya tengah berdiri di ruangan yang sama dengannya.Ia mengerjap-ngerjapkan matanya dan mencoba mengusir halusinasinya.Ia merasa wajah suaminya hanyalah halusinasinya semata.

__ADS_1


Namun saat menepuk pipinya,benar-benar terasa sakit.Itu artinya,Fathiya tidak sedang bermimpi.


Batin Fathiya makin berdetak tak beraturan saat menyadari seseorang yang sangat ingin di lupakannya,seseorang yang memberinya kebahagiaan sekaligus luka secara bersamaan dalam hidupnya sedang mematung memandanginya tanpa berkedip sama sekali.Disampingnya ada Dirga,asisten yang sejak dulu mendampinginya dengan menampilkan senyum ramah kepadanya seperti biasa.


"Selamat siang Nona Fathiya!Apa kabar?",sapa Dirga,memecah keheningan diantara mereka bertiga.


"Selamat siang Dirga!Alhamdulillah baik",jawab Fathiya,sementara pandangannya masih tertuju pada sang suami yang masih terdiam dengan aura dinginnya.Meskipun begitu,aura ketampanannya masih melekat di wajahnya.


Batin keduanya terasa bergemuruh saat pandangan mereka saling beradu satu sama lain.


"Mas Fatih",serunya dengan suara lirih dan sedikit bergetar.Ada rasa rindu yang tersirat didalamnya.Ia menatap manik mata pria itu yang kini tengah pula memandanginya dengan mata berkaca-kaca.Wajahnya terlihat memerah seperti tengah menahan penyesalan.Apakah pria itu telah menyesal?Batin Fathiya.

__ADS_1


Langkah Fatih semakin mendekat ke arah Fathiya meskipun perlahan gerakan kaki Fathiya mulai mundur dari pijakannya.Fatih terus mendekat hingga posisi keduanya kini hanya berjarak kurang dari 10 cm.Fatih mulai mencium aroma lavender yang berasal dari tubuh Fathiya.Tangannya mulai terulur,menghapus air mata yang ada di pipi istrinya dengan lembut.Ia menarik pinggang istrinya,mendekap dan memeluk erat wanita kesayangannya dalam waktu yang cukup lama.Tangannya juga mengelus surai istrinya yang memanjang nan hitam itu dengan lembut agar istrinya berhenti menangis,padahal dia sendiri juga ikut terisak.Baru sekali ini,Fatih menangis.


Mereka berpelukan dengan erat,menyalurkan rindu yang mereka rasakan selama tujuh bulan terakhir ini diiringi isakan dari keduanya.Tanpa sadar,Fathiya juga ikut membenamkan kepalanya ke dada bidang milik suaminya.Dan disanalah ia merasakan rasa nyaman yang luar biasa.


"Maafkan Mas Fa!Maafkan suamimu yang bodoh ini!Mas mohon kita kembali ke rumah kita lagi ya!",ucap Fatih dengan suara lirih pada istrinya.


Fathiya menggeleng dengan cepat.


Fathiya yang tersadar dengan euforia pertemuan dengan laki-laki yang pernah menjadi suaminya ini segera melepaskan diri dari pelukan Fatih hingga pelukannya kini telah merenggang.Ia merasa menyesal karena begitu mudah diajak berpelukan oleh orang yang sangat ingin dibencinya ini,meskipun tak pernah bisa.


"Minta maaf?Semudah itu Mas minta maaf padaku?",sinis Fathiya seraya menjauh dari tubuh suaminya.Wajahnya masih penuh dengan air mata.

__ADS_1


"Katakan padaku Fa!Harus dengan cara apa kamu bisa memaafkanku?Aku janji akan memperbaiki sikapku di masa lalu!Kembalilah padaku Fa!Kita mulai semuanya dari awal!",pinta Fatih dengan wajah yang sarat akan penyesalan.Fathiya berupaya mencari kebohongan di mata suaminya.Namun,ia tak menemukannya.Akan tetapi,untuk bisa memaafkan kesalahan suaminya secepat itu,ia tidak akan bisa.


"Tidak Mas!Aku tidak akan kembali",jawab Fathiya tegas.


__ADS_2