
"Selamat siang Pak Jamal!Kedatangan keluarga kami kesini bermaksud ingin meminta maaf atas kesalahan putra kami kepada Fathiya sekeluarga atas kesalahan Fatih yang mungkin sangat berat untuk di maafkan.Saya sendiri sebagai orang tua merasa gagal dalam mendidik Fatih hingga dia tak bisa bersikap layak sebagai suami kepada istrinya di masa lalu.Namun,saya yakin putra saya telah menyesali perbuatan buruknya dan hendak memperbaiki diri.Saya mohon dengan sangat, tolong perkenankan putra-putri kita bersatu lagi...Selepas dari permasalahan mereka berdua,saya dan keluarga saya sangat menyayangi Fathiya dan menganggapnya sudah seperti putri kami sendiri...Jadi kami mohon dengan sangat Pak Jamal bisa memaafkan putra saya,Fatih sekaligus kami sekeluarga",pinta Pak Aditya memulai pembicaraan seriusnya kepada besannya dengan hati-hati.Semua keluarga tampak tegang menunggu keputusan Pak Jamal.Jantung Fatih tak henti-hentinya berdegup kencang saat menunggu jawaban dari Bapak mertuanya tersebut.
"Maaf Pak!Tapi saya masih berat memberi maaf pada Fatih",jawab jujur Pak Jamal.Jawaban itu tentunya membuat rasa kecewa di hati Fathiya maupun istrinya.Namun,inilah kenyataannya.Pak Jamal tak ingin putrinya hidup bersama laki-laki yang tak bisa menghargai istrinya seperti Fatih.Baginya saat ini,Fatih memiliki cacat dan minus yang tak bisa ia maafkan dengan begitu mudahnya.
__ADS_1
"Pak Jamal!Tolong beri kesempatan pada cucu saya!Apakah sebagai orang tua Anda tidak peka terhadap apa yang diinginkan oleh Fathiya?Saya tahu Fathiya adalah gadis yang amat penurut kepada orang tua.Namun,apakah Pak Jamal tidak tahu bahwa kebahagiaan Fathiya juga terletak pada cucu saya!Biarkan mereka bisa bersatu kembali apalagi akan ada bayi yang hadir di antara mereka berdua",pinta Nek Nirmala yang ikut membantu putranya untuk membujuk Pak Jamal.
Pak Jamal sekilas memandang Fathiya yang berada dalam dekapan istrinya.Mungkin benar apa yang dikatakan oleh mereka,bahwa Fathiya mungkin telah jatuh cinta pada Fatih.Namun,rasa ketakutan yang menjalar dihatinya saat Fathiya di sia-siakan oleh Fatih masih merebak di hatinya.Ia takut Fatih kembali khilaf dan berlaku semena-mena lagi terhadap putri tunggalnya tersebut.
__ADS_1
Bu Hasna berupaya menguatkan Fathiya yang kini ada dalam dekapannya.Ia tahu kalau suaminya memang memiliki watak yang keras,apalagi bila menyangkut kebahagiaan Fathiya.Maka Pak Jamal akan berada di garda terdepan karena sejatinya Pak Jamal sangat menyayangi putri tunggalnya tersebut.
"Pak tolong maafkan Fatih...Dengan cara apalagi Fatih memohon kepada Bapak?Fatih janji akan menjadi suami yang baik untuk Fathiya bila Bapak memberi kesempatan pada kami untuk bersatu",pinta Fatih seraya mencium tangan Bapak mertuanya.
__ADS_1
Tanpa mereka sadari,Pak Jamal merasa terharu dengan keberanian dan tekad Fatih.Sedikit rasa iba mulai bersarang dihatinya.Pak Jamal mulai mengamati putrinya yang menatap lekat ke arah suaminya dengan perasaan cinta.Ia bingung harus memutuskan seperti apa.Karena sejatinya,ia juga menginginkan kebahagiaan putrinya seperti halnya yang diinginkan oleh besannya ini.Ia juga tak menampik kalau Fathiya juga mendapat kasih sayang yang besar dari mertua ataupun keluarga besar suaminya.Haruskah Pak Jamal egois dengan terus-terusan memisahkan mereka.Jawabannya tentu saja tidak.
"Baik,saya beri satu kesempatan lagi pada kamu!Tapi bila saya sampai mendengar kamu menyakiti Fathiya lagi saya pastikan kamu tidak akan pernah melihat putriku lagi untuk selamanya.Dan tak akan ada kesempatan kedua lagi Fatih...Camkan itu!",jawab Pak Jamal yang membuat semua orang menjadi lega mendengarnya.
__ADS_1