
"Mau dilanjut atau ga Fa makannya?Maaf ya aku juga ga tahu kalau tiba-tiba Maya kesini",kata Fatih dengan penuh rasa bersalah pada istrinya.Rencana yang dibuat Fatih untuk dinner romantis bersama sang istri untuk pertama kalinya benar-benar gagal karena kedatangan Maya yang sama sekali tak pernah ia prediksi sebelumnya.Ia tahu Maya itu nekad,tapi Fatih juga heran kenapa wanita masa lalunya itu mau menyusulnya ke tempat ini.
"Sebaiknya kita pulang aja Mas!Aku udah ga mood untuk lanjutin makannya",jawab Fathiya lesu.
"Mau dibungkus makanannya Sayang?Atau kamu bisa pesan makanan baru lagi untuk di makan di rumah?",tanya Fatih mencoba mengembalikan mood istrinya yang turun drastis.
"Ehm...Tidak usah Mas",jawab Fathiya yakin.
Fatih yang merasa bersalah lantas menangkup kedua pipi istrinya dan menyapu wajahnya dengan sorot matanya dalam.
"Kamu ga marah kan Fa sama Mas?Mas beneran ga tahu kalau dia akan kemari!",tanya Fatih serius.Suami Fathiya itu tidak ingin kehadiran Maya ini akan memunculkan masalah baru lagi diantara mereka berdua.
"Sudahlah Mas!Lupakan saja!",
__ADS_1
"Mas tanya beneran Fa!Kamu ga marah kan sama Mas gara-gara tadi?",ulang Fatih dengan penuh khawatir.
"Tidak Mas",jawab Fathiya pada akhirnya.Fathiya memang harus mempercayai perkataan suaminya karena ia yakin kalau suaminya itu memang sudah mencintainya 100%.Dan untuk membina hubungan yang baru lagi,kepercayaan itu sangat dibutuhkan oleh setiap pasangan.
"Syukurlah Sayang!Mas lega mendengarnya",kata Fatih seraya menuntun istrinya keluar dari restoran tersebut usai membayar pesanan mereka di kasir tentunya.
Sementara itu,Maya yang semenjak tadi menyaksikan interaksi antara Fatih dan istrinya merasa tak terima.
"Arghhhhh....",Maya menjerit frustasi di dalam mobilnya.Sungguh,ia menyesal karena telah melepas laki-laki sebaik Fatih dari hidupnya.Dulu,ia merasa bangga memiliki kekasih setampan dan sekelas Fatih.Ia dimanjakan dengan kemewahan dan kasih sayang yang tiada tara oleh laki-laki itu meskipun statusnya hanyalah sebagai seorang pacar.
Ketika perjalanan pulang,di dalam mobil Fathiya terlihat lebih banyak diam dibanding biasanya.Dan Fatih bisa merasakan hawa yang tak biasa seperti saat mereka berangkat tadi.
"Sayang!Kenapa kamu diam sejak tadi?Apa tiba-tiba kamu sariawan?",tanya Fatih seraya melirik istrinya di sela-sela aktifitasnya saat sedang mengemudikan mobil.
__ADS_1
"Aku ngantuk Mas",jawab Fathiya memberi alasan.
"Jangan bohong Fa!Aku tahu kamu lagi cemburu kan?",tanya Fatih dengan tawa cekikikan dan hal itu membuat Fathiya merasa sebal.
"Untuk apa aku cemburu Mas?",Fathiya mengelak tuduhan sang suami,meskipun hal itu tengah ia rasakan saat ini.
"Kau tahu Fa!Wajahmu saat cemburu itu terlihat amat lucu!Dan Mas sangat suka itu",
"Cemburu-cemburu apaan sih!Mas jangan ngaco tau!",
"Cemburu itu tanda cinta Fa!Kalau kamu cemburu berarti kamu beneran cinta sama Mas!Dan Mas merasa beruntung karena mendapat cinta wanita berhati malaikat seperti kamu",balas Fatih yang membuat wajah Fathiya kembali memerah seperti chery.
"Ih...Mas Fatih ngomongnya makin suka ngegombal sekarang",desis Fathiya pada suaminya namun keduanya kembali mencairkan kekakuan diantara mereka berdua.
__ADS_1
Tak terasa mereka berdua sudah sampai dirumah.Dengan tangan saling bertautan dan candaan ringan keduanya melangkah masuk ke dalam rumah.Fathiya membawa satu bungkus makanan sebagai oleh-oleh untuk ibunya.
"Fa!Masuk kedalam!Dan kamu!Segera tinggalkan rumah ini dan jangan temui putriku lagi!",suara interupsi seorang pria membuat degup jantung keduanya menjadi tak beraturan.