BUKAN PEMILIK HATI SUAMIKU

BUKAN PEMILIK HATI SUAMIKU
Ke Mall Bersama


__ADS_3

Fatih mengembangkan senyumnya kearah sang istri yang telah tertidur pulas disampingnya usai pergumulan mereka yang dilakukan barusan.Tiba-tiba saja Fatih lupa diri,hasrat gilanya muncul hanya dengan memeluk dan menghirup aroma lavender dari tubuh sang istri meskipun belum ada cinta di hatinya.Ia beruntung karena istrinya yang polos itu masih mau melayaninya di atas ranjang.


"Kamu sangat cantik Fa!Terima kasih karena telah mau bertahan disampingku selama ini",gumam Fatih lirih seraya menciumi puncak kepala istrinya yang telah tertidur lelap disampingnya selama kurang lebih dua jam yang lalu.Tubuh mereka masih sama-sama polos,hanya selimut tebal yang membalut tubuh mereka berdua.


Fatih segera melirik ke arah jam dinding yang ada di dalam kamarnya.Rupanya masih jam lima sore.Ia terbersit ide ingin mengajak istrinya jalan-jalan ke mall untuk membeli kebutuhan bulanan mereka.


"Sayang...Bangunlah",Fatih merasa geli pada mulutnya sendiri yang bisa-bisanya memanggil sayang hanya untuk membangunkan sang istri.

__ADS_1


"Ehm...I..Ya Mas!",mata Fathiya mulai mengerjap-ngerjap,membuka rekatan matanya yang masih saling menempel karena rasa kantuk yang terasa luar biasa.


"Mandilah Fa!Habis ini kita ke mall ya untuk belanja kebutuhan bulanan di rumah kita",ajak Fatih dengan senyum tersungging dibibirnya.Ia berharap istrinya itu akan setuju dengan ajakannya.Sungguh lucu bukan bila ia menghabiskan liburan akhir minggunya ini hanya di dalam kamar saja.Alasan lain pastinya karena ingin melihat istrinya merasa bahagia.Entah dapat pikiran asing dari mana,Fatih juga merasa heran dengan jalan pikirannya sendiri akhir-akhir ini.Ia sudah tidak lagi menjadikan Maya sebagai pusat dunianya.Justru sebaliknya,ada perasaan asing menyusup dalam kalbunya yang belum disadarinya.


"Mas serius?",tanya Fathiya dengan wajah berbinar karena ini akan menjadi momen pertama kalinya ia pergi bersama suaminya ke tempat umum.Rasa insecure karena keadaannya kembali menguasai pikiran Fathiya.


Tanpa memperulur waktu lagi,Fathiya segera bergegas ke kamar mandi.Setelah keduanya siap,Fatih segera menuntun Fathiya ke arah mobilnya.Fathiya juga terheran pada suaminya yang mau membukakan pintu mobil untuknya.Laki-laki tampan itu mulai berlari,mengitari mobil lalu membukakan pintu untuk dirinya sendiri.Namun begitu,Fathiya tidak ingin besar kepala.Ia tidak boleh salah menafsirkan sikap baik suaminya ini sebagai rasa cinta seperti halnya yang diungkapkan oleh kedua adik kembarnya kemarin.

__ADS_1


"Mas beneran ga malu jalan sama aku?",tanya Fathiya seraya menarik ujung celana panjang sebelah milik suaminya sebelum sang suami menjalankan mobil Alphard kesayangannya.


"Enggak Fa!Kenapa harus malu?Hem?",tanya Fatih dengan suara lembut,sorot matanya menghunus menatap sang istri.


"Sekali lagi aku tegaskan Fa kalau saranku tadi bukan karena aku malu tapi karena aku ingin kamu menjadi sempurna dimata orang lain nanti!",ucap Fatih dengan tegas dan penuh penekanan di setiap katanya.Satu hal yang kembali membuat hati Fathiya seperti di gelitiki oleh ribuan kupu-kupu.


Kali ini mereka berdua sudah terlihat lebih akrab .Sepanjang perjalanan,mereka banyak membicarakan hobi atau hal lain yang belum diketahui diantara mereka.Rupanya Fathiya merupakan pendengar yang baik,berulang kali Fatih membicarakan masalah di keluarganya,Fathiya mampu memberikan saran yang bagus.Kini Fatih sedikit paham,kenapa Nek Nirmala mau menjodohkannya dengan Fathiya.Selain baik,Fathiya juga sangat sabar.Tentunya sangat sulit untuk mendapatkan wanita sebaik itu di dunia ini.

__ADS_1


__ADS_2