
Sesampainya di rumah,Fathiya di sambut hangat oleh ibunya dan juga Ratna.Ratna menggoda Fathiya karena diantar oleh mobil mewah sepulang dari kantor suaminya.
"Cieee.. Cie yang diantar pakai mobil mewah!Rupa-rupanya temen aku sudah balikan lagi nih sama misua tersayangnya he he",celetuk Ratna menggoda sahabatnya.
"Ih Ratna mulai deh..",kata Fathiya mendengus malu.
"Gila Fa!Suamimu ganteng banget lho!Seisi pabrik kita kemarin pada heboh Fa!Pantes aja kamu ga bisa move on sama dia rupanya suamimu seperti aktor Korea",puji Ratna namun membuat Fathiya sedikit jengkel dengan ucapan sahabatnya.Walau bagaimanapun Fathiya tidak suka bila ada wanita lain yang memuji ketampanan suaminya,meskipun sahabatnya sendiri.
"Masak ganteng sih?Biasa aja kayaknya Rat...",jawab Fathiya sembari tersenyum malu pada sahabatnya.Ia tidak ingin terlalu menunjukkan ketidak sukaannya terhadap pujian sahabatnya.Apalagi memang yang dibicarakan adalah kenyataan.Wajah Fatih memang terlihat semakin tampan sekarang.
"Gimana Fa?Kamu udah maafin dia?",tanya Ratna mengarah ke pembicaraan yang cukup serius.
"Sudah Rat!Lagi pula aku tidak ingin menyimpan dendam terlalu lama padanya",jawab Fathiya tulus dari dalam hatinya.
__ADS_1
"Jujur aku seneng Fa kalian baikan gini lagi!Kayaknya suami kamu juga tulus cinta sama kamu Fa!Aku yakin rumah tangga kalian akan baik-baik saja setelah ini",kata Ratna sembari menyemangati Fathiya.
"Semoga Rat!",jawab Fathiya dengan wajah berbinar.
"Amiin",doa Ratna dengan tulus yang juga diaminkan oleh Fathiya dalam hati.
"Oh ya Fa?Gimana caranya kamu ketemu pangeran tampan seperti suamimu?Ayo cerita sama aku",kata Ratna karena sahabatnya ini belum menceritakan awal mula pertemuan mereka.
"Ada apa Nak?Kenapa kamu terlihat gelisah?",tanya Bu Hasna pada putrinya.
"Mas Fatih tadi janji mau kesini Bu!Sampai sekarang kenapa Mas Fatih belum tiba?",tanya Fathiya dengan segudang kekhawatiran di benaknya.Ia takut suaminya kenapa-kenapa.Atau parahnya lagi ia merasa takut bila suaminya beneran main perempuan karena ia tidak memenuhi kewajibannya sebagai seorang istri.Astaga,dapat asumsi darimana otak kecilnya itu.Entahlah.
"Jadi kamu merindukan suamimu?",tanya Bu Hasna sedikit terkekeh pada putrinya.Ia pikir Fathiya memikirkan apa.Rupanya karena rindu pada suaminya padahal baru beberapa jam tak jumpa.Mungkin karena pengaruh hormon kehamilannya saat ini,pikir Bu Hasna.
__ADS_1
"I-ya Eh Ti-dak Bu",jawab Fathiya gugup.Ia bingung harus menjawab hal yang sesungguhnya ia rasakan saat ini.
"Jangan malu Nak sama ibu!Udah terlihat kok dari wajahmu kalau anak ibu yang cantik ini sedang rindu dengan suaminya?",
Blushh...Rona wajah Fathiya kembali memerah.
"Coba di telfon aja Nak!",saran Bu Hasna pada putrinya.
"Ah iya Bu!Kenapa Fa tidak kepikiran ya?",Fathiya pun segera mengambil ponsel ke kamarnya.Namun,alangkah terkejutnya ia ketika mendapati suaminya sudah tertidur nyenyak di ranjangnya.Masih lengkap dengan kemeja kantornya yang dipakai tadi siang dan sepatunya pun belum terlepas.
Fathiya mengerjap-ngerjapkan matanya mencoba mengusir halusinasi bayang-bayang suaminya yang saat ini berada dalam kamarnya.
Fathiya makin mendekat ke arah suaminya.Ia menyentuh seonggok tubuh yang sedang terlelap di ranjangnya tersebut.Dan terasa sangat nyata.Berarti ini bukan mimpi,gumam Fathiya.Sejak kapan suaminya datang?Apa sejak ia keasyikan ngobrol dengan Ratna tadi?Tapi kenapa pula ia tidak menyadarinya?
__ADS_1