BUKAN PEMILIK HATI SUAMIKU

BUKAN PEMILIK HATI SUAMIKU
Bab 69


__ADS_3

Fathiya yang melihat suaminya di tampar dihadapan para tetangganya menangis tergugu di balik tirai jendela kamarnya dalam diamnya.Dadanya terasa begitu sesak saat melihat dua orang yang ia cintai harus berselisih paham seperti ini.Namun,di dalam hati Fathiya mulai percaya bahwa apa yang dikatakan oleh suaminya sungguh-sungguh dan murni dari lubuk hatinya.Fathiya tak lagi menyangkal cinta tulus dari seorang Fatih untuknya.Ia mengusap perutnya yang telah membesar dengan penuh kasih sayang.


"Doakan ayah ya Nak!Semoga Ayah bisa mendapat maaf dari kakek secepatnya agar kita bisa berkumpul lagi",kata Fathiya dengan suara gemetar menahan isak tangis yang hendak keluar dari bibirnya.Meskipun demikian,air matanya kembali menganak sungai tanpa mampu ia tahan.Lututnya terasa gemetar menahan kepiluan yang kembali mengguncang badai rumah tangganya.Tak lama kemudian,pintu kamar Fathiya di ketuk dari luar.


"Fa!Ini Bapak dan Ibu!",Pak Jamal berseru dari luar kamar putri tunggalnya.


Fathiya segera menghapus air mata yang menetes di pipinya dengan kedua tangannya secepat mungkin.Ia tidak ingin kedua orang tuanya melihat dirinya sedih.


"Masuk Pak",kata Fathiya setelah merasa tampilannya rapi.

__ADS_1


Ceklek,


Pintu terbuka dan terlihat Bapak dan Ibunya berjalan mendekatinya.Sebisa mungkin Fathiya harus bersikap biasa saja agar tak kelihatan kalau hatinya saat ini sedang sedih.Pak Jamal dan Bu Hasna duduk di sisi ranjang milik putrinya.


"Kandunganmu sudah sangat besar Fa!",kata Pak Jamal memulai pembicaraan.Tangannya mengusap perut putrinya dengan sayang.


"Sudah lebih dari tujuh bulan Pak!Sebentar lagi Fa lahiran!",jawab Fathiya dengan memaksakan senyumnya pada kedua orang tuanya.


"Tidak bisakah Bapak memaafkan Mas Fatih?",tanya Fathiya hati-hati tanpa bermaksud menyinggung perasaan Bapaknya.

__ADS_1


"Tidak Bisa Fa!",


"Kenapa Pak?Fa ingin kembali pada Mas Fatih!Anak Fa juga pasti butuh ayahnya Pak!",bujuk Fathiya dengan sabar.Ia sungguh berharap pemikiran Bapaknya bisa berubah bila ia yang meminta.Ia tahu kalau selama ini Bapaknya memiliki prinsip yang kuat dan sulit untuk di rubah.Namun,Fathiya ingin sekali Bapaknya mengubah keputusannya agar rumah tangganya bisa kembali membaik seperti yang ia harapkan.


"Bapak tak rela kamu di perlakukan buruk di rumah suamimu Nak!Kamu kami besarkan dengan penuh kasih sayang dan seenaknya saja suamimu berlaku buruk kepadamu!Bapak tidak terima Fa!Sebentar lagi kamu akan melahirkan!Dan disaat menjadi seorang ibu kamu akan bisa merasakan bagaimana sedihnya bila putramu di perlakukan buruk oleh orang lain!Tolong jangan bujuk Bapak lagi Fa!Bapak ingin kamu menerima keputusan Bapak meskipun ini akan berat untuk kamu jalani!",kata Pak Jamal dengan suara tegas namun tetap lembut pada putrinya.Putri yang ia cintai sejak Fathiya masih kecil.


"Pak!Dengarkan Ibu!Selama ini Fatih sudah menunjukkan perubahan yang besar pada putri kita!Ibu rasa Nak Fatih sudah mulai mencintai Fathiya!Tolong pertimbangkan hal ini Pak!",Bu Hasna mulai mengeluarkan suara karena semenjak tadi hanya diam.


"Tolong Bu!Hormati keputusan Bapak!Bapak juga melakukan hal ini untuk putri dan cucu kita",kata Pak Jamal yang tetap kekeuh dengan pendapatnya.

__ADS_1


"Pak!Tolong jangan egois!Biarpun Fatih punya kesalahan yang besar!Namun kita tetap harus memberikannya maaf dan memberi kesempatan kedua",pinta Bu Hasna sekali lagi namun tetap tak diindahkan oleh Pak Jamal.


__ADS_2