
Hari ini Fathiya merasa lebih bersemangat dari biasanya.Dalam kalender yang telah di lingkarinya,ia mencatat kalau tanggal ini adalah hari spesial,dimana suaminya dilahirkan oleh Mama Erlina 28 tahun yang lalu.
Lebih dari sebulan semenjak kejadian dimalam itu, Fathiya telah lelah mengisi hari-harinya dengan menangis dan menangis.Meratapi kesedihannya seorang diri di rumah ini sendirian.Setidaknya hari ini Fathiya akan melakukan sesuatu yang sedikit berguna untuk suaminya tersebut.
"Hari ini ulang tahun Mas Fatih!Aku ingin membuat cake ulang tahun untuknya",monolog Fathiya dengan wajah berbinar.Ia sedikit meredam kekecawaan yang selama ini selalu di torehkan oleh laki-laki yang berstatus suaminya tersebut.
Fathiya mulai mencatat bahan-bahan yang ia perlukan untuk membuat kue tart.Usai mencatat,Fathiya mengambil mantelnya yang ada didalam kamar untuk menutupi tubuhnya agar tidak terlalu kepanasan karena siang itu udaranya cukup terik.Setelah itu,Fathiya lekas berjalan ke supermarket yang ada di seberang jalan rumahnya.Tidak terlalu jauh memang,jadi Fathiya memutuskan untuk berjalan kaki saja.
Diperjalanan,Fathiya tak sengaja melihat dompet seorang pria yang terjatuh,sementara sang empu tidak menyadari kalau dompetnya terjatuh karena sedang melakukan sambungan telfon dengan seseorang disebrang sana.Dengan tergesa-gesa Fathiya mengambil dompet tersebut dan berupaya mengembalikan pada pemiliknya.
"Tuan...",seru Fathiya dengan langkah tergesa-gesa,berupaya mengejar pemilik dompet yang ada ditangannya.
"Iya Nona",jawab orang asing itu.Ia juga telah mematikan sambungan telfonnya dan menghampiri Fathiya yang berjalan ke arahnya.
__ADS_1
"Maaf...Apa ini dompet Anda Tuan?Tadi saya tidak sengaja melihat dompet Anda terjatuh saat Anda telfonan tadi?",Fathiya memperlihatkan dompet yang di temukannya pada orang asing tersebut.
Laki-laki itu lantas segera memeriksa kantong celananya,rupanya dompetnya benar-benar terjatuh seperti yang dikatakan oleh gadis dihadapannya.
"Benar Nona!Itu dompet saya",jawab laki-laki itu pada Fathiya.
"Ini Tuan",Fathiya pun mengangsurkan dompet tersebut pada sang pemilik dompet.
"Oh ya Nona kenalkan nama saya Nasril Assegaf.Siapa nama Anda Nona?",Nasril mengulurkan tangannya pada Fathiya untuk memperkenalkan diri.
"Fathiya",jawab Fathiya tak kalah ramahnya.
"Nama yang bagus secantik orangnya!",puji Nasril kembali yang membuat Fathiya merasa sungkan.Fathiya merasa perbuatannya tidaklah sebaik itu hingga harus selalu dipuji oleh orang lain.Tindakannya adalah yang wajar.Bukankah mengembalikan sesuatu yang bukan milik kita adalah suatu kewajaran.
__ADS_1
"Bolehkah saya memanggil nama Anda saja kalau kita ketemu lagi?",
"Fathiya!Aku rasa aku akan terus mengingatnya",lanjut Nasril disertai dengan candaan ringan.
"Silahkan Tuan",balas Fathiya dengan canggung.Jujur,Fathiya tidak pernah dekat dengan laki-laki manapun,selain Bapak,Fatih dan juga papa mertuanya.
"Baiklah saya permisi dulu Tuan Nasril!",ucap Fathiya yang teringat akan rencananya ingin berbelanja tadi.
"Mau kemana Fathiya?Biar saya antar!Kebetulan saya sedang tidak sibuk",tawar Nasril yang berupaya membalas kebaikan Fathiya.
"Tidak perlu Tuan!Saya hanya ingin berbelanja di supermarket di depan sana",tolak Fathiya seraya menunjuk swalayan yang ingin dikunjunginya.
"Sekali lagi terima kasih Fathiya!Saya harap kita akan berjumpa lagi",ucap Nasril mengakhiri perjumpaan mereka.
__ADS_1