
Sinar mentari yang menembus tirai kamar,membuat Fatih mengerjapkan netranya yang terasa masih lengket dipagi itu.Ia terbelalak begitu mendapati sesosok tubuh yang terlelap,memeluk dan membelit tubuhnya,yang tak lain adalah istrinya sendiri.
"Fathiya",gumamnya berjengkit kaget.Spontan ia melepaskan tangannya yang semula ia gunakan sebagai penyangga kepala wanita itu dengan hati-hati.Fatih juga meneliti keadaan mereka yang sama-sama polos tanpa seutas kainpun di atas ranjang miliknya.
Bayangan demi bayangan mulai bermunculan di benak Fatih.Rupanya hal yang disangkanya mimpi semalam bukanlah bunga tidur,melainkan hal nyata yang benar-benar terjadi.Ia benar-benar menggauli istrinya semalaman suntuk karena pengaruh obat yang membuat tubuhnya terasa terbakar.Ia sungguh menyesali perbuatannya sendiri karena telah merusak Fathiya padahal ia berniat untuk menceraikannya sesegera mungkin.
'Sial!Apa yang telah aku lakukan padanya?',gumam Fatih seraya mengamati wajah polos wanita yang ada disebelahnya.Meskipun jauh dari kata cantik,tapi Fathiya memiliki sifat lembut dan sabar yang jarang dimiliki oleh wanita lain.Juga tubuhnya memiliki proporsional yang pas hingga ia merasa kecanduan menyentuhnya beberapa kali semalam.
'Apa aku tega meninggalkannya setelah mengambil kesuciannya',gejolak didada Fatih mulai bergemuruh.Rasa bersalah itu mulai menghujam dadanya.Kedua tangan Fatih kini ia gunakan untuk mengacak rambutnya sendiri dengan kasar.
__ADS_1
"Mas Fatih",seruan Fathiya menyadarkan kegiatan Fatih yang berupaya menyakiti dirinya sendiri.Wanita itu kembali menangis seraya memandangi suaminya yang terlihat emosi disampingnya.Tangannya ia gunakan untuk mencengkram sprei untuk menutupi tubuhnya yang polos.
"Maafkan aku",ucap Fatih dengan kepala menunduk.Ia merasa bersalah atas hilangnya kesucian Fathiya akibat perbuatannya,meskipun ia berhak sepenuhnya atas diri wanita itu.
"Tak apa Mas!Kamu berhak melakukannya!Kamu adalah suamiku",sahut Fathiya dengan bibir bergetar.Ia mengabaikan rasa sakit yang dirasakannya,terutama diantara kedua pahanya demi menenangkan suaminya yang terlihat kacau.
"Aku akan bertanggung jawab bila terjadi sesuatu denganmu",hibur Fatih pada istrinya.
"Iya!Tapi aku telah merusakmu",balas Fatih frustasi.
__ADS_1
"Tidak perlu dipikirkan Mas!Aku bisa melalui semua ini!Teruskan saja proses perceraian kita!Aku akan menanggung resikonya sendirian",Fathiya perlu mengatakan ini pada Fatih karena ingin suaminya bahagia bersama wanita pilihannya.Ia yakin Maya bisa membuat suaminya ini bahagia setelah mereka bercerai nanti.Untuk apa bertahan dalam ikatan tanpa cinta.Meskipun Fatih mau bertanggung jawab,tidak akan menjamin kebahagiaan dalam rumah tangganya kelak.
"Apa maksudmu?",tanya Fatih dengan sorot tatapan tajam pada istrinya.
"Kembalikan aku pada orang tuaku sekarang Mas!Aku ingin kita berpisah secepatnya!",pinta Fathiya tanpa ragu lagi.Gadis itu telah memikirkan hal ini berulang kali semenjak pembicaraan mereka di restoran itu.Ia akan mengalah demi kebahagiaan Fatih,ia akan mundur dari pernikahan ini
Meskipun terjadi sesuatu pada dirinya semalam,namun itu tak akan pernah mengubah keputusannya.Fathiya akan menganggap semuanya ini sebagai ujian dalam hidupnya.Dirinya tidak akan menyalahkan Fatih ataupun dendam kepadanya.Bahkan,dia tidak akan menuntut tanggung jawab bila ia nantinya hamil.
"Kau gila?Setelah aku menyentuhmu semalam bagaimana bisa aku langsung menceraikanmu?",berang Fatih pada istrinya.Ia sama sekali tak tahu apa yang ada dalam benak istrinya itu.
__ADS_1
"Aku juga tidak ingin menjadi istrimu lagi Mas!Aku mohon lepaskan aku!",kali ini Fathiya benar-benar memohon pada suaminya.Ia tidak ingin sakit hati lagi dengan kelakuan suaminya.Apalagi setelah ini akan ada Maya.Entah kenapa ia menjadi pesimis dan insecure seperti ini.