
Tangan Fathiya mulai menyapu bagian wajah milik sang suami,mulai dari pipi,dagu,pelipis,bibir hingga hidung mancung Fatih dengan gerakan yang sangat pelan.Jujur,ia sangat merindukan masa-masa ketika ia bisa menyentuh dengan bebas wajah suaminya seperti yang ia lakukan dulu ketika masih hidup bersama.Untuk beberapa saat,Fathiya merasa puas karena bisa memandangi wajah tampan milik sang suami ketika tertidur pulas di ranjangnya saat ini.Sebuah senyuman terbit di bibirnya ketika menyadari kehadiran tiba-tiba sang suami di kamarnya.Apa Mas Fatih sama sekali tak takut sama Ibu,tanyanya dalam hati.
"Ini beneran kamu Mas?",desisnya dengan suara yang teramat lirih dengan pandangan fokus pada sang suami.Tak ingin mengganggu,Fathiya memilih melepas sepatu beserta kaos kaki yang masih melekat di kedua kaki sang suami agar suaminya bisa tidur lebih nyaman.Saat akan berbalik,tangan Fathiya di cekal oleh seseorang.
"Sayang!Jangan pergi!Udah puas ya mandangin wajah ganteng suamimu ini?",tanya Fatih dengan percaya dirinya dan dengan suara khas bangun tidur.
Blush...Fathiya tersipu malu dengan ucapan Fatih.Bagaimana bisa suaminya memergoki dirinya saat memperhatikan wajah suaminya barusan.Apa suaminya itu pura-pura tidur.Ya Tuhan....Fathiya merasa sangat malu.
"Sebentar Mas!Aku hanya ingin meletakkan sepatumu ini di sana!",kata Fathiya seraya menunjuk rak sepatu yang ada di dekat pintu kamar.
__ADS_1
"Jangan mencari alasan Sayang!Duduklah disini",Fatih menepuk sebelah sisi ranjang yang di tempatinya.
Tak ingin berdebat,Fathiya memilih menuruti perkataan sang suami.Ia duduk tepat di samping suaminya berbaring.
"Sejak kapan Mas tertidur di sini?",tanya Fathiya penasaran.
"Sejak kamu asyik mengobrol dengan temanmu itu!Karena terlalu lama menunggumu, aku masuk ke kamarmu dan tertidur di sini",jawab Fatih tanpa rasa bersalah sedikitpun.
"Tenanglah Fa!Ibu sudah mengijinkanku!",jawab Fatih enteng.Seolah tanpa beban sama sekali.Sementara Fathiya malah terpaku dengan jawaban Fatih.
__ADS_1
"Ibu mengijinkannya?Kok bisa Mas?",
"Ibu sudah memaafkan menantu kesayangannya ini Fa!Jadi aku mohon malam ini kita tidur bersama ya!Aku sangat merindukanmu",pinta Fatih dengan wajah memelas.
"Ga bisa Mas!Saat hamil aku butuh ranjang yang luas untuk bisa tidur lebih nyaman!Aku tak bisa tidur di ranjang yang sempit",tolak Fathiya memberi alasan yang tak masuk akal.
Fatih menyeringai dan tertawa begitu mendengar jawaban absurd istrinya yang tak masuk akal itu.Sejak kapan Fathiya tak nyaman tidur berdua dengannya?Bahkan saat matanya terpejam tadi,ia bisa merasakan sentuhan halus dari tangan istrinya di wajahnya.Itu artinya,istrinya itu juga merasakan hal yang sama dengannya.
"Katakan kepadaku apa alasannya kamu menolakku?",tanya Fatih seraya mengecup kening Fathiya.Ia duduk dan mulai memeluk istrinya dari belakang.Fatih mulai membenamkan wajahnya di ceruk leher istrinya yang menimbulkan sensasi geli pada diri Fathiya.
__ADS_1
"Bukankah alasannya sudah jelas Mas?Aku butuh ranjang yang luas untuk tidur ketika hamil besar seperti ini",jawab Fathiya terbata-bata karena rasa gugup yang di milikinya.Tubuh Fatih makin membelit tubuhnya.Bahkan tangan laki-laki itu mulai mengusap perutnya hingga ia tak bisa menolak dengan sentuhan-sentuhan liar yang mulai dilakukan oleh suaminya.
"Jangan tolak suamimu ini Fa!Aku sangat merindukanmu",rancau Fatih di tengah kegelisahannya.