BUKAN PEMILIK HATI SUAMIKU

BUKAN PEMILIK HATI SUAMIKU
Saran Berobat


__ADS_3

Fatih merasa sedikit lega saat melihat senyum Fathiya yang sedikit mengembang karena kunjungan keluarganya.Meskipun tak berlangsung lama,tapi kehadiran mereka cukup mampu mengurangi ketegangan diantara keduanya.Kesedihan dan tangis yang ditampakkan oleh Fathiya sebelum keluarganya datang tampak memudar.


Fatih menatap punggung Fathiya yang sedang berdiri tegak di depan wastafel dengan penuh perasaan bersalah.Ia sadar betul bahwa ia telah banyak menorehkan luka pada wanita yang berstatus istrinya itu.Kini ia berpikir sejenak memikirkan hal yang bisa mengurangi rasa bersalahnya pada sang istri.


"Fa!",panggil Fatih pada istrinya usai mencuci piring didapur.


"Iya Mas",Fathiya mendekat ke arah Fatih.Dulu Fatih merasa sangat benci dengan cara jalan Fathiya,namun sekarang entah kenapa ia merasa kasihan.Ia merasa menyesal karena pernah mengolok-olok cara jalan istrinya yang tak normal.


"Duduklah Fa!Aku ingin bicara sebentar denganmu",ucap Fatih seraya menepuk sofa disebelahnya yang kosong.


"Iya Mas!",jawab Fathiya patuh.


"Bagaimana kalau kamu berobat Fa?",tanya Fatih dengan serius.Ia merasa perlu membantu wanita ini agar sembuh seperti wanita lainnya.Mungkin dengan demikian,Fathiya bisa mendapat suami yang bisa membanggakannya kelak usai berpisah darinya.

__ADS_1


Fathiya menaikkan alisnya,dahinya tampak berkerut menatap suaminya yang kini juga tengah menatapnya.Pandangan mereka saling beradu.


"Maksudnya Mas?",tanya Fathiya ragu.


"Aku punya banyak kenalan dokter hebat di negeri ini.Kalau kamu mau aku bisa mengantarmu pada salah satu dokter kenalanku untuk menyembuhkan kakimu",jawab Fatih hati-hati.Ia tidak ingin membuat istrinya itu tersinggung atas ucapannya.


"Ehm...Tidak perlu Mas",tolak Fathiya.Menurutnya itu hanya akan membuang-buang uang suaminya saja karena setahunya dulu setelah kecelakaan itu berlangsung,kedua orang tuanya sudah berupaya mengobatinya dengan cara apapun,namun hasilnya yah seperti sekarang ini.Fathiya tidak ingin memanfaat kekayaan suaminya untuk menyembuhkan kakinya yang sakit,lagi pula ia juga masih ingat hubungan diantara mereka seperti apa.


"Kenapa?Aku hanya berniat membantumu Fa!Tolong pikirkan baik-baik",ujar Fatih sedikit memaksa.Fatih tidak ingin orang lain menghina fisik Fathiya seperti yang selalu ia lakukan dulu.


"Baiklah!Kalau itu maumu Fa!Aku tak akan memaksamu!Tapi duduklah disini sebentar lagi Fa!Bukankah kita jarang bisa ngobrol berdua seperti ini? ",tahan Fatih saat sang istri hendak pergi dari hadapannya.


"Baiklah Mas",jawab Fathiya yang berupaya menuruti permintaan suaminya.

__ADS_1


"Kenapa tiba-tiba Mas Fatih menyuruhku berobat?Mas Fatih malu punya istri cacat sepertiku?",pertanyaan itu sudah dari tadi hendak dilontarkan Fathiya.


"Bukan begitu Fa!Maksud aku...",


"Sudahlah Mas!Aku tahu kamu malu!Maafkan aku Mas karena kesalahanku Mas harus menikah denganku!Seharusnya aku menolak keinginan Nek Nirmala waktu itu agar Mas tidak ma...",


Cup,


Bibir Fathiya telah dibungkam oleh bibir Fatih sedemikian rupa sebelum wanita itu menyelesaikan kalimatnya.Entah dengan cara apalagi ia harus menjelaskan pada Fathiya bahwa sarannya berobat bukanlah karena rasa malu.


"Maaf Fa",ucap Fatih saat ciuman keduanya terlepas.Fathiya tampak memundurkan langkahnya,namun Fatih tetap menahannya.Kali ini,Fatih memeluk tubuh Fathiya dari belakang wanita itu.Ia mengecup puncak kepala Fathiya dan membelit tubuh istrinya dengan kedua tangannya di perut sang istri.Menghirup aroma tubuh khas istrinya yang mulai akhir-akhir ini mulai menjadi kebiasaannya.


"Aku tidak malu Fa!Sama sekali tidak!Aku hanya ingin kamu sembuh",bisiknya di telinga Fathiya yang membuat gadis itu meremang.

__ADS_1


Hati Fathiya bergetar hebat saat mendapat perlakuan manis ini dari suaminya.Rasa cintanya bertambah berkali-kali lipat dari sebelumnya,mengalahkan rasa sakit yang selalu di torehkan oleh sang suami tercinta.


__ADS_2