BUKAN PEMILIK HATI SUAMIKU

BUKAN PEMILIK HATI SUAMIKU
Menolak Perpisahan


__ADS_3

"Nenek",Fatih berjengkit kaget seraya mengelus pipinya yang terasa sakit akibat tamparan keras yang mendarat di pipinya.Ia begitu terkejut ketika mendapati neneknya dengan wajah kecewa tengah berdiri dihadapannya.Entah sejak kapan neneknya itu datang.


Dirga tak bisa menghentikan tamparan itu karena Nek Nirmala lah yang menampar cucu kesayangannya.Dirga tak ingin tensi Nenek bosnya naik karena memang Nek Nirmala memiliki riwayat darah tinggi.Dan itu akan sangat bahaya bila amarahnya belum terlampiaskan.


Sementara Pak Jamal yang melihat Nek Nirmala berhasil menampar Fatih merasa sedikit puas.Setidaknya ada orang yang melampiaskan amarahnya pada orang yang selalu menyakiti putrinya sendiri meskipun bukan berasal dari tangannya.Itu artinya janjinya dengan sang putri dapat ia tepati.


"Kamu keterlaluan Fatih!Nenek tidak menyangka kamu bisa setega ini pada cucu menantu nenek!Salah apa Fathiya sama kamu?Hem?Kamu melampiaskan kekesalanmu karena perjodohan ini pada Fathiya?Seharusnya nenek yang kamu sakiti!Kamu marahi setiap hari bukan Fathiya!Istrimu tidak salah apa-apa!Nenek yang bersalah disini", seru Nek Nirmala,meluapkan emosinya yang ada di ubun-ubun kepalanya sekaligus mengeluarkan rasa bersalahnya karena dialah pencetus ide perjodohan tersebut.Nek Nirmala merasa menyesal karena telah mengantarkan wanita sebaik Fathiya ke kandang singa.Seseorang yang sangat kejam dan tak punya hati meskipun berasal dari kalangan terhormat.Terlebih itu adalah cucunya sendiri.Cucu yang dibesarkan oleh menantu dan putranya dengan kasih sayang yang berlimpah.


"Tolong maafkan Fatih Nek",ucap Fatih dengan kepala menunduk.


"Nenek pikir kamu adalah cucu terbaik nenek.Tapi sekarang nenek merasa malu memiliki cucu seperti kamuKamu benar-benar membuat Nenek merasa malu dan kecewa Fatih!",lanjut Nek Nirmala yang mulai mengeluarkan peluh dari kedua sudut matanya.Rasa kecewa bercampur malu kini tengah dirasakan Nek Fathiya,terutama pada bapak kandung Fathiya dihadapannya ini yang selama ini sangat menyayangi putrinya.

__ADS_1


"Jamal!Tolong maafkan saya dan keluarga saya yang tak mampu mendidik Fatih dengan baik!Gara-gara cucu saya,putrimu kini menderita!",ujar Nek Nirmala pada besan putranya tersebut yang masih mematung di tempat pijakannya sedari tadi.Ia menyampaikan permintaan maaf dengan sepenuh hati.Dengan air mata yang terus merembes di pipinya.


Pak Jamal terdiam di tempat.Tidak menyahut.Tidak mengiyakan ataupun menolak permohonan maaf Nek Nirmala.Hal itu tentunya makin membuat dada Fatih terasa sesak.Gara-gara ulahnya,kini neneknya juga ikut merasa bersalah dan malu pada orang tua istrinya.Ini bukanlah kesalahan neneknya.Tapi ini adalah kesalahannya sendiri.


"Tolong Nek kendalikan emosi nenek!Fatih minta maaf Nek!Fatih khilaf",Fatih membujuk sang Nenek agar lebih tenang sebelum meminta Bapak mertuanya agar mengatakan keberadaan istrinya.Ia tidak akan sanggup berpisah dari istrinya meskipun semua orang kini mendukung perceraiannya.


"Khilaf?",tanya Nek Nirmala dengan suara meremehkan.Suaranya terlalu lirih seperti tercekat di tenggorokannya.


"Jangan mengobral janji-janji manis bila tak mampu menepati!",celetuk Pak Jamal yang tak mampu dibantah oleh Fatih.Ia sadar betul akan kesalahannya hingga Fatih akan menerima hukuman dari keluarga istrinya,kecuali perpisahan.


"Maafin Fatih Pak!Fatih mohon berikan saya kesempatan sekali lagi untuk bertemu dengan istri saya!Saya janji akan memperbaiki segalanya",janji Fatih dengan bersungguh-sungguh seraya menatap Pak Jamal dengan tatapan memohon.

__ADS_1


Pak Jamal membuang muka.Sebelum ia berkata,ia menarik nafasnya dalam-dalam.Berupaya mengontrol emosi yang ada di kepalanya agar tak meledak saat ini.


"Tak ada yang perlu di perbaiki!Putriku sudah menyerah dan ia ingin berpisah darimu!",jawab Pak Jamal yang membuat dada Fatih makin berdenyut nyeri.Hatinya terasa hancur saat harapannya bertemu dan berdamai dengan dengan sang istri tak mampu ia raih.Ia telah kehilangan kesempatan bertemu dengan istrinya karena kesalahannya.


"Tidak Pak!Jangan katakan itu!Sampai dunia kiamatpun saya tidak akan menceraikan Fathiya Pak!Saya mencintainya!",ucap Fatih dengan menggelengkan kepalanya berkali-kali,berupaya menolak apa yang disarankan oleh mertuanya tersebut.Ia akan berjuang mati-matian untuk mendapatkan maaf dari istrinya nanti.Fatih telah jatuh cinta pada Fathiya.Dan bodohnya ia karena baru menyadarinya sekarang.


Dirga yang menatap bosnya hancur seperti ini tanpa sadar juga ikut menitikkan air mata.Namun sayang,ia tidak bisa berbuat apa-apa karena ia bukan merupakan bagian inti dari keluarga mereka.Yang dapat ia tangkap sekarang adalah bosnya benar-benar telah menyesali perbuatannya.


Nek Nirmala merasa terkejut sekaligus lega saat cucunya mengungkapkan perasaannya.Kemarahannya yang semula membesar sedikit menguap karena perkataan Fatih yang terlihat tulus itu.Ia benar-benar berharap cucunya itu bisa berubah.


Sementara Pak Jamal tak memberikan respon apapun.Wajahnya masih terlihat dingin dan datar.Bahkan ia sangat enggan menatap menantunya saat ini.

__ADS_1


__ADS_2