BUKAN PEMILIK HATI SUAMIKU

BUKAN PEMILIK HATI SUAMIKU
Bab 55


__ADS_3

"Bos hari ini kita akan ada meeting jam 11 siang dengan perusahaan Tobacco Jaya Group di restoran X",kata Dirga kembali mengingatkan Fatih usai memasuki ruangan bosnya.Pagi itu,wajah Fatih terlihat lebih terlihat fresh dan cerah dari biasanya.Sepertinya semangatnya bekerja sudah kembali menyala.Kehadiran Fathiya dan calon bayinya benar-benar membuat mood Fatih menjadi sangat baik saat di kantor.Aura dingin dan kejam sang bos benar-benar luntur usai pertemuannya dengan istrinya.Hingga banyak karyawannya yang bertanya-tanya pada Dirga.


"Ok!Atur saja jadwalnya.Jangan lupa siapkan file-file presentasinya karena hari ini saya sendiri yang akan mempresentasikan secara langsung pada klien-klien kita!Oh ya ada berapa orang klien kita siang ini Ga?",tanya Fatih pada asistennnya.


"Ada tiga CEO Bos!Tuan Ridwan dari perusahaan MAG Corp Company,Tuan Ihsan dari PT Glory Vd Corp dan Tuan Bara dari PT Tambang Nusantara!Mereka ingin bekerja sama dengan perusahaan kita Bos karena mereka tertarik dengan kerja sama yang kita ajukan!",kata Dirga menjelaskan pada Bosnya.


"Setelah meeting dengan mereka,apa ada meeting lagi dengan klien kita yang lain?",tanya Fatih karena ingin buru-buru pulang,tak sabar ingin bertemu dengan istrinya.


"Tidak ada Bos!Besok pagi jam delapan pagi baru ada pertemuan penting lagi dengan pemilik Aditama Group",jawab Dirga menjelaskan.

__ADS_1


"Baiklah!Kembalilah ke ruanganmu Dirga!",usir Fatih karena ia ingin sendiri dulu di ruangannya.


'Ckckck orang ini selalu mengusir orang seenak hatinya',decak Dirga sebal namun ia tetap menuruti perintah bosnya.


Usai Dirga keluar dari ruangannya,Fatih segera mengambil ponselnya.Ia berniat mengirim pesan kepada istrinya.


Fatih


Usai mengirim pesan,Fatih mulai men-scroll foto-foto istrinya yang ada dalam galery ponselnya yang ia ambil saat di pantai,di mobil dan rumah istrinya kemarin.Tingkahnya seperti anak ABG yang sedang kasmaran.Ia tak menyangka ia bisa begitu mencintai istrinya seperti ini.Masih ingat di benaknya,seberapa besar dia sangat membenci Fathiya.Namun gadis itu tak pernah membalasnya.Semua perkataan dan perlakuan kasarnya dibalas dengan senyuman dan kesabaran yang dilakukan oleh istrinya hingga ia begitu merasa nyaman dengan sang istri.Kini,ia akui kalau ia begitu bucin pada istrinya.

__ADS_1


Dua menit berselang,Fatih merasa gelisah karena tak kunjung mendapat jawaban dari istrinya.Karena jujur,ini adalah pertama kalinya bagi Fatih mengirim pesan pada Fathiya.


(Wife,lagi apa?Aku kangen!)


"Jawab Sayang",gumamnya pada diri sendiri seraya membolak-balikkan ponselnya dengan perasaan berdebar.Terasa aneh memang,hanya berselang semalam saja,Fatih sudah begitu merindukan istrinya seperti ini.


Karena tak ada jawaban lagi,Fatih terlihat makin gelisah.Ingin rasanya ia keluar dari kantor ini dan menemui istrinya saat ini juga.Sayangnya,ia juga harus memikirkan ribuan karyawannya yang bergantung padanya.


Fatih kembali menghubungi nomer ponsel istrinya.Tidak hanya sekali,namun hingga hampir 20 kali panggilan,namun sayangnya tak ada jawaban dari istrinya.

__ADS_1


Karena terlalu cemas,Fatih segera memerintah Dirga untuk menjemput istrinya sekarang.Ia tidak akan merasa tenang bila belum melihat dan memastikan istrinya baik-baik saja saat ini.


Dirga pun geleng-geleng kepala usai mendapat perintah bosnya.Bosnya yang bucin itu rupanya sedang memainkan modusnya di jam kerja.Dan sialnya,dia yang harus selalu mengurusi urusan di luar kantor tersebut karena kebucinan bosnya.


__ADS_2