BUKAN PEMILIK HATI SUAMIKU

BUKAN PEMILIK HATI SUAMIKU
Bab 52


__ADS_3

Di perjalanan,Fatih memeluk erat tubuh Fathiya dalam dekapannya.Menghirup aroma lavender dari aroma shampo yang dipakai oleh istrinya yang terasa begitu harum dan membuatnya nyaman.


"Sayang!Kamu kenapa?Ada sesuatu yang sedang kamu pikirkan?",tanya Fatih saat melihat raut gelisah dari wajah istrinya.


"Nggak Mas!",


"Jangan bohong Fa!Katakan kepadaku apa yang mengganggu pikiranmu?",tanya Fatih dengan suara yang terdengar sangat lembut.


"Mas nanti kalau ibu marah gimana?",tanya Fathiya takut-takut.


"Marah kenapa?",tanya Fatih sok polos,padahal ia sangat paham apa yang dimaksud oleh istrinya.


"Hish Mas...Masak ga ngerti sih?",kesal Fathiya dengan memukul pelan pundak Fatih.


"Auww...Kenapa sekarang kamu suka KDRT sih Fa?",goda Fatih dengan terkekeh pelan.


"Lebai kamu Mas!Diajakin ngomong serius malah bercanda",gerutu Fathiya yang membuat Fatih tertawa terbahak-bahak.Hatinya sangat bahagia saat bisa bercanda bersama istrinya seperti ini.

__ADS_1


"Maafin aku Sayang!Sekarang aku serius!Tidak usah kau pikirkan Fa!Aku yang akan meminta maaf pada Ibu dan Bapak!Kalau perlu aku akan bersujud dihadapan mereka agar mereka bisa memaafkanku",kata Fatih berupaya menenangkan istrinya.


"Masalahnya tidak sesederhana itu Mas!Bapak terlalu marah padamu!",kata Fathiya seraya mengingat bagaimana bapaknya dulu sempat mengamuk saat tahu bagaimana perlakuan Fatih padanya dari mulut mama mertuanya.


"Aku akan memikirkan caranya agar mereka bisa memaafkanku?Kau lupa siapa suamimu ini?Aku bisa menyelesaikan 1000 masalah dalam perusahaan dalam satu hari Fa!Jadi aku yakin aku bisa menghadapi keluargamu",kata Fatih dengan gaya congkaknya.Tapi entah kenapa,pernyataan Fatih itu bisa membuat Fathiya merasa sedikit tenang.


...********...


"Ya Allah Nak!Kamu dari mana saja?Ibu khawatir Fa!Ibu pikir kamu kenapa-kenapa di pabrik !",kata Bu Hasna seraya meneliti keadaan putrinya sesampainya Fathiya ke rumah yang mereka tinggali.Bu Hasna belum menyadari adanya seorang lelaki yang berada di belakang putrinya.


Bu Hasna tentu saja mengkhawatirkan Fathiya.Biasanya Fathiya akan tiba di rumah pukul setengah lima.Namun, saat ini,menjelang maghrib,putrinya ini baru tiba di rumah.


"Fa baik-baik saja Bu!",kata Fathiya meyakinkan ibunya.


"Syukurlah Nak!Ibu merasa lega melihatmu baik-baik saja",kata Bu Hasna seraya merangkul putri tunggalnya tersebut.


Fatih yang ada di belakang Fathiya merasa tersentuh dengan kedekatan ibu dan anak yang ada dihadapannya.Terlihat sekali Fathiya selalu dilindungi oleh kedua orang tuanya.Hal yang sebelumnya tidak ia lakukan pada istrinya selama berada di rumahnya dulu.

__ADS_1


Deg,


Sorot mata Bu Hasna kini bersitatap dengan suami putrinya.Fatih yang ditatap ibu mertuanya dengan tajam berjalan ke arah Bu Hasna.


"Fa!Kenapa kau membawa laki-laki ini kemari?",tanya Bu Hasna dengan suara sedikit keras pada putrinya.Tangannya menepis uluran tangan Fatih yang ingin menyalaminya.


Fathiya bingung harus menjelaskan seperti apa.


"Saya ingin minta maaf Bu!Saya menyesal telah menyakiti putri ibu!Saya berjanji tidak akan mengulanginya lagi!",bukan Fathiya yang menjawab,melainkan Fatih.


Fatih berupaya menyentuh tangan ibu mertuanya lagi,namun kembali di tepis.


"Maaf?Begitu mudahnya kamu minta maaf Fatih setelah apa yang kamu lakukan pada putriku?Asal kamu tahu Fatih!Keluarga kami sangat menyesal karena pernah menerima usul perjodohan oleh nenekmu!Kamu laki-laki yang tidak bertanggung jawab!Kamu telah menyakiti putri kami satu-satunya!Dan dengan mudah kamu kemari hanya ingin meminta maaf!Apa bagimu kamu bisa mempermainkan hidup kami karena kami orang miskin?",ucap Hasna dengan emosinya.


"Tenang Bu!",Fathiya mengelus lengan ibunya agar bisa mengendalikan emosinya.Jujur,ini pertama kalinya Fathiya melihat ibunya marah.Selama ini,yang terlihat lebih emosian itu bapaknya.Namun sekarang,Fathiya seperti melihat sisi lain ibunya.


Fatih hanya diam di tempat sembari mencerna kata demi kata yang keluar dari mulut mertuanya.Ia tahu dirinya sangat bersalah makanya dia tidak membantah apa yang dikatakan oleh Bu Hasna.

__ADS_1


Fatih kembali mendekati Bu Hasna.Lalu ia berlutut dihadapan Bu Hasna.


"Ibu berikan saya kesempatan sekali lagi untuk memperbaiki diri!Saya janji akan membahagiakan Fathiya",janji Fatih yang terlihat sungguh-sungguh.


__ADS_2