BUKAN PEMILIK HATI SUAMIKU

BUKAN PEMILIK HATI SUAMIKU
Bab 75


__ADS_3

Fathiya merasa sangat bahagia atas keputusan final yang diberikan Bapaknya demi kebahagaiannya.Secara reflek,Fathiya bangkit dan memeluk Bapaknya di sisi kirinya sedangkan Fatih di sisi kanan Pak Jamal.Pak Jamal menyatukan tangan Fathiya dan Fatih dengan senyum yang tersungging di bibirnya.


"Jangan kecewakan Bapak lagi dengan menyakiti Fathiya Nak!.Bila kamu bosan dengan putri Bapak kamu cukup mengembalikannya dengan cara baik-baik ke tangan Bapak dalam keadaan sehat tanpa perlu menyakitinya sedikitpun!Bapak yang akan membahagiakan Fa dengan tangan Bapak sendiri",nasehat Pak Jamal pada Fatih,kali ini dengan tidak mengintimidasi.


Fatih mengangguk dan kembali mencium tangan mertuanya tersebut.Rasa haru menyelinap dibalik relung hatinya.Secinta itukah seorang Bapak terhadap putrinya?Ia merasa malu karena pernah menyakiti Fathiya tanpa memikirkan bagaimana perasaan orang tuanya."Saya janji akan membuat Fathiya bahagia selama saya bernafas Pak karena saya begitu mencintainya",balas Fatih yang membuat Pak Jamal merasa lega mendengarnya.


Setelah mengatakan itu,Fatih segera mendekap tubuh istrinya dengan erat.Ia mencium kening,pipi dan wajah istrinya tanpa rasa malu dihadapan keluarganya.Fatih juga berjongkok dihadapan Fathiya dan mencium perut istrinya yang tengah membesar itu.Ia benar-benar merasa bahagia hari ini.


Tangisan kebahagiaan dan isak haru Erlina,Nek Nirmala,Bu Hasna,Sintà dan Santi membuat Fatih sedikit merenggangkan pelukannya pada sang istri.Namun demikian,ia belum ingin melepaskannya.


"Terima kasih Pak!Karena keputusan Bapak yang bijak ini membuat mereka bahagia",kata Pak Aditya tulus pada besan laki-lakinya yang berdiri di sampingnya.

__ADS_1


"Maafkan saya yang terlalu keras dengan anak-anak selama ini",bapas Pak Jamal dengan rasa bersalah karena telah bersikap keras pada putra dari besan yang ada di hadapannya ini.


"Seandainya saya di posisi Pak Jamal,saya pasti juga akan bersikap seperti ini,bahkan mungkin lebih",balas Pak Aditya seraya tertawa bahagia.


"Bagaimana kalau untuk merayakan kebahagiaan ini kita adakan makan bersama para tetangga di kampung ini.Istilahnya syukuran gitu Mbak",usul Erlina pada Bu Hasna yang sejak tadi menangis haru saat melihat putrinya di dekap erat oleh seorang Fatih.


"Apa itu perlu Jeng?Bukankah doa saja itu sudah cukup untuk mereka?",tanya Bu Hasna dengan lugunya.


"Baiklah Bu!Kami nurut saja",jawab Bu Hasna yang membuat mereka tertawa.


"Kak udah dong meluk Kak Fa nya!Bisa nyesek bayi kalian Kak kalau di apit terus",goda Sinta saat melihat kakaknya masih posesif melingkarkan tangannya di pinggang kakak iparnya.

__ADS_1


"Syirik aja kamu Dek...Makanya cari pacar sana",balas Fatih tak terima dengan protes yang di berikan adiknya.


"Udah dong Kak bucinnya...Kasihan Kak Fa,dia juga ingin ngobrol sama kami",kali ini Santi yang merengek pada Fatih.Mereka juga pastinya sangat rindu dengan kakak iparnya dan mereka pastinya tak rela bila Fathiya ingin dikuasai oleh Fatih seorang.


"Ishh...Kalian ini mengganggu saja Dek",sewot Fatih tak terima karena kedua adiknya merecoki kebersamaannya dengan istrinya setelah hampir 10 hari tak berdekaran sebebas ini.


"Udah Mas lepasin dulu lah...Fa tidak kemana-mana!Fa juga kangen sama mereka",pinta Fathiya lembut.


"Tuh kan Kak...Waktunya Kakak itu nanti malam saja...Sekarang biarkan Kak Fa bersama kami...Iya kan Ma?",Sinta menarik tangan kakak iparnya dari belitan kakaknya yang sekarang terlihat super duper posesif tersebut.


"Dasar adek menyebalkan",sungut Fatih yang tak terima melihat tingkah konyol kedua adiknya.

__ADS_1


__ADS_2