
Acara syukuran berlangsung dengan khidmat dan lancar,bahkan sangat meriah meskipun diadakan secara dadakan.Selama acara berlangsung,Fathiya tampak menguarkan senyum lebarnya dihadapan semua orang,tak terkecuali pada Fatih.
"Gimana Sayang?Kamu bahagia hari ini?",tanya Fatih pada istrinya di tengah-tengah acara tersebut dengan suara selembut mungkin.
"Tentu saja.Bagaimana aku tak bahagia kalau saat ini keluarga kita sudah berkumpul seperti dulu lagi Mas..Tentu aku sangat bahagia dengan adanya hari ini",jawab Fathiya seraya menampilkan senyum tipisnya dihadapan Fatih.
Fatih menggenggam telapak tangan istrinya dengan lembut."Teruslah tersenyum seperti ini Fa...Kamu cantik saat tersenyum",ucap Fatih memuji kecantikan istrinya.Apalagi saat tubuh Fathiya kini telah berisi seperti sekarang ini.Benar kata orang,pesona wanita akan semakin terpancar saat sedang hamil.
"Kamu ga malu punya istri seperti aku Mas?",tanya Fathiya terhadap sang suami.Karena hormon kehamilannya,mood booster Fathiya memang kadang naik turun hingga ia bertanya seperti itu pada Fatih.
__ADS_1
Untung,Fatih telah mempelajari tentang perubahan mood wanita saat sedang hamil.Hingga ia bisa menjelaskan dengan lembut pada istrinya.Fatih bahkan tak terpancing emosi sama sekali.
"Kenapa mesti malu Fa?Aku bahkan ingin menunjukkan pada dunia kalau aku bangga punya istri seperti kamu",jawab Fatih dengan bangga seraya mengecup kening istrinya singkat meskipun di tengah keramaian.
"Tapi aku tidak sempurna Mas.Kakiku....",
"Sssst...Bagiku kamu lebih sempurna dari bidadari Fa...Percayalah padaku",potong Fatih dengan cepat berupaya meyakinkan istrinya.Pipi Fathiya tiba-tiba merona saat mendengar pujian dari Fatih.
Fatih meraih tangan istrinya dan mengecup punggung tangan istrinya dengan lembut.
__ADS_1
"Harus dengan apa Mas katakan padamu Fa?Entah hari ini,esok dan selamanya Mas hanya akan cinta sama kamu...Tidak akan ada wanita lain yang ada disini kecuali namamu",ucap Fatih dengan sungguh-sungguh.Fatih juga meletakkan telapak tangan Fathiya pada dadanya agar istrinya bisa mendengar degupan jantungnya yang berirama saat berdekatan dengannya.
"Iya-iya aku percaya...Maafin aku ya Mas!Aku ga tahu kadang-kadang moodku juga seperti ini",ungkap Fathiya yang menyadari kesalahannya.
"Tidak apa-apa Sayang...Mas tahu rasanya berat saat sedang mengandung.Mas minta maaf ya karena telah membuatmu menderita selama ini",kata Fatih dengan serius seraya menaikkan dagu Fathiya ke atas hingga mereka bisa saling menatap satu sama lain.
"Lupakan yang telah lalu Mas...Aku sudah memaafkan semua kesalahan Mas Fatih",jujur Fathiya yang membuat Fatih merasa lega.
"Terima kasih istriku...Kamu memang istri yang pemaaf",kata Fatih sembari terkekeh.
__ADS_1
"Tapi aku tidak terima bila Mas sampai berpaling lagi entah dengan alasan apapun",
"Aku bersumpah aku tidak akan melakukannya lagi Fa...",janji Fatih dengan sungguh-sungguh.Fathiya tersenyum tipis saat menanggapi ucapan Fatih.Fathiya berharap hanya kebahagiaan yang akan menghampiri mereka.