BUKAN PEMILIK HATI SUAMIKU

BUKAN PEMILIK HATI SUAMIKU
Usaha Yang Sia-Sia


__ADS_3

Setelah berkutat kurang lebih selama satu jam didapur,kue yang dibuat Fathiya rupanya telah matang dan mengembang sempurna.Ia memberi topping coklat kacang sesuai kesukaan Fatih,kemudian dihias sedemikian rupa hingga tampilan kue itu benar-benar terlihat cantik.Fathiya berharap,suaminya menyukainya.


Jam masih menunjukkan pukul empat sore.Fathiya melanjutkan kegiatannya dengan memasak nasi kuning dan juga ayam panggang sebagai menu malam mereka.Meskipun ia sendiri juga kurang yakin dengan ekspektasinya nanti,apakah suaminya sudi menyantapnya atau tidak,yang penting Fathiya sudah berusaha melakukan yang terbaik yang mungkin akan di kenang di momen-momen akhir pernikahannya bersama sang suami tercinta.


'Aku janji akan memperbaiki sikapku Fa',kalimat itu kembali berdengung di telinga Fathiya dari bibir Fatih saat laki-laki itu memintanya untuk mengurungkan niatnya untuk bercerai.Nyatanya perkataan itu hanyalah bualan laki-laki itu semata.Semenjak malam itu,Fatih malah semakin membisu,tak menampakkan batang hidungnya dan makin menjauh darinya.Hubungan mereka yang semula tidak baik,kini semakin retak.


'Apa yang kamu harapkan Fa?',tanya Fathiya berulang kali pada dirinya sendiri sembari menatap kue ulang tahun yang telah dibuatnya.Kesempurnaan pada penampakan kue itu sungguh berbanding terbalik dengan jalan hidupnya.Rasanya sakit terus diabaikan oleh suami,namun ia tak bisa berbuat apa-apa.Ia akan bertahan semampunya,batin Fathiya dengan isakan pilu yang menggetarkan hati.


Sementara dilain tempat,Maya telah menyiapkan makan malam spesial untuk memperingati ulang tahun Fatih di restoran mewah.Sebelumnya Maya telah meminta Fatih datang ke restoran itu sepulang kantor karena ia ingin memberikan kejutan seperti tiap tahun sebelumnya.


"Akhirnya kamu datang Sayang...Happy birthday to you...I hope you always happy my honey",ucap Maya saat Fatih datang seraya mencium pipi kanan dan kiri kekasihnya,tak perduli dengan keberadaan mereka yang di tempat umum atapupun adanya Dirga disana.


"Kamu masih mengingatnya Sayang?",seru Fatih dengan ekspresi bahagia.Seharian sibuk dengan urusan kantor,membuat Fatih lupa kalau hari ini ia ulang tahun.

__ADS_1


"Tentu!Mana mungkin aku melupakan hari spesialmu Sayang!Duduklah!Aku telah menyiapkan makanan kesukaanmu",ucap Maya seraya memindai bermacam jenis makanan kesukaan Fatih yang telah dipesannya sebelum laki-laki itu datang.


"Terima kasih Sayang...Kamu seharusnya tidak perlu repot seperti ini!Aku bukan anak kecil",balas Fatih merasa terharu karena terus mendapatkan perhatian dari kekasihnya yang cantik itu meskipun statusnya telah berubah.Dalam hati,ia kembali merasa menyesal karena telah memgecewakan perempuan sebaik Maya.


"Dirga ikutlah makan malam bersama kami!",tambah Maya melirik Dirga.Meskipun tidak terlalu suka dengan asisten sang kekasih,namun Maya harus bersikap sempurna dihadapan kekasihnya.


"Baik Nona!Terima kasih atas tawarannya!",jawab Dirga,namun ia lebih memilih meja disebelah mereka.Tentunya Dirga tak ingin menjadi obat nyamuk bagi dua orang yang dilanda kasmaran tersebut.


"Apa ini Beib?",tanya Fatih pada sang pujaan hati.


"Bukalah Sayang",


"Baiklah",jawab Fatih patuh.Ia pun segera membuaka bungkus kado yang dibawa Maya.

__ADS_1


"Jam tangan!",seru Fatih girang.Meskipun ia kaya,namun mendapat hadiah dari orang terkasih rasanya juga bahagia.


"Kamu suka kan Sayang?",tanya Maya seraya tersenyum.Ia pun mengganti jam tangan milik Fatih dengan jam tangan baru pemberiannya.


"Perfect!",seru Fatih bangga pada hal yang dipilihkan oleh Maya,jam tangan itu terlihat pas dan nyaman di pergelangan tangannya.


Mereka pun melanjutkan obrolan hingga hampir tengah malam tiba.


Sesampainya dirumah,Fatih tertegun saat mendapati Fathiya tertidur di ruang makan dengan lampu redup di apartemennya.Kedua tangannya dijadikan tumpuan untuk kepalanya.Sementara disampingnya terlihat ada kue ulang tahun yang penuh taburan coklat kacang kesukaannya,nasi kuning yang telah dihias sedemikian rupa juga ada ayam panggang yang menarik perhatiannya.Fathiya juga telah menyiapkan lilin yang dipasang di kue ulang tahun dengan angka 28 seperti umurnya tahun ini.Juga ada korek pemantik panjang yang terletak di samping kue.


'Kamu menungguku Fa?',batin Fatih mulai terkoyak dengan apa yang ada dihadapannya.Apalagi mendapati wajah sembab istrinya saat tertidur seperti itu.Rasa bersalah mulai menyerang hati Fatih.


'Kenapa kamu tidak memberi pesan padaku Fa?',lirih Fatih dengan penuh rasa bersalah memandang Fathiya.

__ADS_1


__ADS_2